Rusia Masih Bisa Mengirim Gas ke Eropa Melalui Beberapa Rute
Kamis, 26 Desember 2024 - 07:56 WIB
loading...
Rusia siap melanjutkan ekspor gas ke Eropa melalui beberapa rute, ketika kontrak transit pengiriman bahan bakar melalui Ukraina diperkirakan akan berakhir tahun ini. Foto/Dok
A
A
A
MOSKOW - Rusia siap melanjutkan ekspor gas ke Uni Eropa melalui beberapa rute, ketika kontrak transit pengiriman bahan bakar melalui Ukraina diperkirakan akan berakhir tahun ini. Kelanjutan ekspor gas Rusia disampaikan oleh Wakil Perdana Menteri Alexander Novak.
Novak menyerahkan sepenuhnya kepada pihak berwenang di Kiev dan Uni Eropa untuk menyetujui masa depan transportasi gas asal Rusia. "Kami, pada gilirannya, selalu menyatakan bahwa kami siap untuk terus memasok gas tidak hanya melalui Ukraina," katanya dalam sebuah wawancara dengan saluran TV Rossiya 24.
Baca Juga: Mantan Kanselir Jerman Angela Merkel: Gas Rusia Adalah Win-win Solution
Akhir kontrak transit dengan Ukraina memicu kekhawatiran krisis gas buat negara-negara seperti Slovakia yang sangat bergantung pada Gazprom PJSC untuk memenuhi permintaan, meskipun sebagian besar Eropa menyapih diri dari gas pipa Rusia.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy sebelumnya telah memberikan indikasi bahwa negaranya tidak akan melanjutkan transit gas asal Rusia kecuali dia memiliki jaminan bahwa Kremlin tidak akan mendapat manfaat finansial saat perang berlanjut.
Keputusan ini mengiringi perkiraan cuaca yang lebih dingin di sebagian besar Eropa, yang kemungkinan akan meningkatkan permintaan gas karena persediaan habis lebih cepat dari biasanya. Pasar yang ketat menyulitkan para pedagang untuk mengamankan gas yang cukup untuk tahun depan karena mereka bersaing dengan Asia untuk mendapatkan pasokan gas alam cair melalui laut.
Rusia diketahui masih mengirimkan gas ke Eropa melalui berbagai rute. Selain Ukraina, bahan bakar diangkut melalui bagian pipa TurkStream yang melintasi Laut Hitam.
Novak menyerahkan sepenuhnya kepada pihak berwenang di Kiev dan Uni Eropa untuk menyetujui masa depan transportasi gas asal Rusia. "Kami, pada gilirannya, selalu menyatakan bahwa kami siap untuk terus memasok gas tidak hanya melalui Ukraina," katanya dalam sebuah wawancara dengan saluran TV Rossiya 24.
Baca Juga: Mantan Kanselir Jerman Angela Merkel: Gas Rusia Adalah Win-win Solution
Akhir kontrak transit dengan Ukraina memicu kekhawatiran krisis gas buat negara-negara seperti Slovakia yang sangat bergantung pada Gazprom PJSC untuk memenuhi permintaan, meskipun sebagian besar Eropa menyapih diri dari gas pipa Rusia.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy sebelumnya telah memberikan indikasi bahwa negaranya tidak akan melanjutkan transit gas asal Rusia kecuali dia memiliki jaminan bahwa Kremlin tidak akan mendapat manfaat finansial saat perang berlanjut.
Keputusan ini mengiringi perkiraan cuaca yang lebih dingin di sebagian besar Eropa, yang kemungkinan akan meningkatkan permintaan gas karena persediaan habis lebih cepat dari biasanya. Pasar yang ketat menyulitkan para pedagang untuk mengamankan gas yang cukup untuk tahun depan karena mereka bersaing dengan Asia untuk mendapatkan pasokan gas alam cair melalui laut.
Rusia diketahui masih mengirimkan gas ke Eropa melalui berbagai rute. Selain Ukraina, bahan bakar diangkut melalui bagian pipa TurkStream yang melintasi Laut Hitam.
Lihat Juga :