Harga BBM Turun, Pemerintah Harus Waspadai Minyak Dunia
Jum'at, 01 April 2016 - 17:07 WIB
Harga BBM Turun, Pemerintah Harus Waspadai Minyak Dunia
A
A
A
JAKARTA - Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) Sasmito Hadi Wibowo mengatakan, meski harga bahan bakar minyak (BBM) turun mulai hari ini, namun pemerintah harus tetap mewaspadai harganya minyak dunia.
Menurutnya, jika harga minyak dunia tiba-tiba meroket, maka harga BBM akan melonjak dan menyebabkan harga pangan dan komoditas lain terkontraksi. Pihaknya berharap harga BBM tidak lansung melonjak ketika harga minyak dunia terus naik.
(Baca: Harga BBM Premium Turun Jadi Rp6.450/Liter, Solar Rp5.150/Liter)
"Semoga harga BBM bisa stabil, kalau itu stabil pasti inflasi stabil juga. Pak Jokowi menggunakan pengendalian dengan melihat harga internasional," kata Sasmito di Jakarta, Jumat (1/4/2016).
Penurunan harga BBM tersebut juga turut memicu penurunan harga tarif angkutan umum sebesar 3% dan diperkirakan juga akan berdampak pada inflasi. "Itu nanti kan realisasinya kapan, artinya realisasi oleh para pengusaha angkutan. Kalau diaturnya mulai 1 April, tapi baru diturunkannya 15 April ya baru terasa akhir bulan," ujarnya.
Dia juga memperkirakan, penurunan tersebut tidak langsung serentak terjadi di beberapa daerah. Malah dampak penurunannya akan menyebar ke bulan-bulan berikutnya. "Tapi mungkin dampak paling besar, kalau harga BBM benar turun signifikan ya. Karena bobotnya BBM tinggi, 3,61% dan 3,2% disumbang premium," tutup dia.
Menurutnya, jika harga minyak dunia tiba-tiba meroket, maka harga BBM akan melonjak dan menyebabkan harga pangan dan komoditas lain terkontraksi. Pihaknya berharap harga BBM tidak lansung melonjak ketika harga minyak dunia terus naik.
(Baca: Harga BBM Premium Turun Jadi Rp6.450/Liter, Solar Rp5.150/Liter)
"Semoga harga BBM bisa stabil, kalau itu stabil pasti inflasi stabil juga. Pak Jokowi menggunakan pengendalian dengan melihat harga internasional," kata Sasmito di Jakarta, Jumat (1/4/2016).
Penurunan harga BBM tersebut juga turut memicu penurunan harga tarif angkutan umum sebesar 3% dan diperkirakan juga akan berdampak pada inflasi. "Itu nanti kan realisasinya kapan, artinya realisasi oleh para pengusaha angkutan. Kalau diaturnya mulai 1 April, tapi baru diturunkannya 15 April ya baru terasa akhir bulan," ujarnya.
Dia juga memperkirakan, penurunan tersebut tidak langsung serentak terjadi di beberapa daerah. Malah dampak penurunannya akan menyebar ke bulan-bulan berikutnya. "Tapi mungkin dampak paling besar, kalau harga BBM benar turun signifikan ya. Karena bobotnya BBM tinggi, 3,61% dan 3,2% disumbang premium," tutup dia.
(izz)
Lihat Juga :