Pertamina Resmi Rampungkan Proses Likuidasi Petral Group

Senin, 04 April 2016 - 18:56 WIB
Pertamina Resmi Rampungkan...
Pertamina Resmi Rampungkan Proses Likuidasi Petral Group
A A A
JAKARTA - PT ‎Pertamina (Persero) mengutarakan telah merampungkan formal pembubaran (likuidasi) atas anak usahanya yaitu Pertamina Energy Trading Limited (Petral) Group pada Februari 2016. Direktur Keuangan Pertamina Arif Budiman menerangkan proses likuidasi ini dilakukan lebih cepat dari target sebelumnya pada Juni 2016.

Dia menambahkan proses likuidasi ini dilakukan setelah rekomendasi dari Dewan Komisaris, Direksi, serta pemegang saham Pertamina untuk membubarkan Petral Group, dalam hal ini Petral Hongkong, Pertamina Energy Services Pte Ltd, dan Zambesi Investment Limited. Menurutnya dewan komisaris, direksi, dan pemegang saham‎ telah merekomendasikan pembubaran Petral Group sejak Mei 2015. Namun, perseroan diberi waktu untuk menuntaskan segala isu terkait Petral hingga April 2016.

"‎Mulai dari Mei 2015 kita melakukan financial dan uji kelayakan (due dilligence), kami dibantu konsultan independen. Sejak Mei juga melakukan proses pembelian dialihkan ke ISC, dan juga dilakukan secara bersamaan audit forensik oleh Kordamentha," katanya di Kantor Pusat Pertamina, Jakarta, Senin (4/4/2016).

Lanjut dia mengatakan, audit forensik untuk Petral Group yang dilakukan Kordamentha telah dituntaskan pada 31 Oktober 2015. Hasil dari audit forensik tersebut juga telah dilaporkan ke pemegang saham dan pemerintah. "Untuk forensik sudah dituntaskan pada 31 Oktober 2015 dan hasilnya telah dilaporkan ke pemegang saham dan pemerintah," imbuh dia.

Disebutkannya, likuidasi Zambesi telah dilakukan pada 17 Desember 2015, sementara Petral Hongkong telah dilikuidasi pada 1 Februari 2016, dan PES sejak 4 Februari 2016. Saat ini, penyelesaian likuidasi untuk Zambesi dan Petral Hongkong tinggal menunggu tax clearance, sedangkan PES tinggal menyelesaikan proses hutang piutang di Singapura.

‎"Grup Petral sudah masuk likuidasi semua, terutama Singapura ada perusahaan likuidator agar semua kewajiban dan tanggung jawab diselesaikan. Di Hongkong (Petral dan Zambesi) tinggal tax clearance. Yang di Singapura, kami telah melakukan proses penagihan hutang piutang," tandasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Percepat Layanan Bisnis...
Percepat Layanan Bisnis secara Otomatis, Shared Services Pertamina Sudah Berjalan di 50 Entitas Bisnis
Tingkatkan Pertumbuhan...
Tingkatkan Pertumbuhan Sektor Pelumas Retail, Pertamina Lubricants (Thailand) Gandeng Iyara Energy Group
Gaungkan Transisi Energi,...
Gaungkan Transisi Energi, Pertamina Gelar Diskusi dan Paparkan Kajian Kebutuhan Energi
Pertamina Mulai Berlakukan...
Pertamina Mulai Berlakukan Transaksi Non Tunai
Petani Mendapat Sosialisasi...
Petani Mendapat Sosialisasi Keamanan Seiring Gas JTB Mulai Dialirkan
Penjualan Kondensat...
Penjualan Kondensat Pertamina EP Subang Field
Berita Terkini
EskaIasi Laut Merah...
EskaIasi Laut Merah Tekan Rupiah, Dolar AS Ditutup ke Rp17.936 Sore Ini
8 menit yang lalu
Mahasiswa Universitas...
Mahasiswa Universitas Paramadina Pelajari Investasi Syariah Bersama MNC Sekuritas
27 menit yang lalu
Kerugian Ekonomi Akibat...
Kerugian Ekonomi Akibat Obesitas Anak Capai Rp5.280 Triliun, Novo Nordisk Perluas Program Pencegahan
35 menit yang lalu
MNC Life, INKOPDIT dan...
MNC Life, INKOPDIT dan PANDAI Kolaborasi Perluas Akses Asuransi Jiwa bagi Anggota Koperasi Kredit
48 menit yang lalu
Bahas Efisiensi Anggaran...
Bahas Efisiensi Anggaran MBG, Purbaya dan Kepala BGN Baru Bakal Bertemu Minggu Depan
1 jam yang lalu
Bagaimana Public Listing...
Bagaimana Public Listing Mengubah Perusahaan Crypto?
2 jam yang lalu
Infografis
Israel Resmi Menyerah!...
Israel Resmi Menyerah! Segera Tarik Pasukan dari Gaza
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved