Realisasi APBN, Rupiah Menguat Sepanjang Kuartal I/2016

Senin, 11 April 2016 - 13:46 WIB
Realisasi APBN, Rupiah...
Realisasi APBN, Rupiah Menguat Sepanjang Kuartal I/2016
A A A
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu), Bambang Brodjonegoro menerangkan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) tercatat menguat sepanjang kuartal I 2016. Mata uang Garuda mengalami penguatan dibandingkan asumsi sebelumnya seperti yang dilaporkan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) saat menyampaikan realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) pada kuartal I-2016, yakni periode Januari-Maret.

Untuk komponen asumsi makro ekonomi, nilai tukar rupiah mengalami penguatan dibandingkan asumsi dalam APBN. "Rupiah membaik dari asumsi APBN 2016. Kita harapkan sepanjang tahun bisa tetap stabil," jelas Bambang di depan anggota dewan di Gedung DPR, Jakarta, Senin (11/4/2016).

Dia juga menyatakan untuk produksi minyak mengalami penurunan di angka 785,2 ribu barel per hari, atau jauh berbeda dibandingkan asumsi dalam APBN 2016 yakni 830 ribu barel per hari. "Produksi minyak memang sedang tidak baik, seiring dengan penurunan harganya. Namun untuk gas cukup bagus dengan realisasi yang lebih tinggi," sambung dia.

Sementara untuk pertumbuhan ekonomi Indonesia sendiri, dia mengakui belum dapat menyampaikan lantaran masih menunggu rilis resmi dari Badan Pusat Statistik (BPS). Dalam APBN 2016, dijelaskan bahwa targetnya 5,3%. "Belum bisa kita sampaikan. Karena kita menunggu rilis resmi dari BPS," tutup dia.

Berikut realisasi asumsi makro ekonomi pada kuartal I-2016 (Januari-Maret):

- Inflasi 4,45% (yoy) - APBN 2016 adalah 4,7%

- Kurs Rp 13.527/USD - APBN 2016 adalah Rp 13.900/USD

- SPN 3 bulan 5,9% - APBN 2016 adalah 5,5%

- ICP USD 30,2 per barel - APBN 2016 adalah USD 50 per barel

- Minyak 785,2 ribu barel per hari - APBN 2016 adalah 830 ribu barel per hari

- Gas 1,2 juta barel setara minyak - APBN 2016 adalah 1,1 juta barel setara minyak.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
APBN per November 2024...
APBN per November 2024 Tekor Rp401,8 triliun
APBN Februari 2025 Defisit...
APBN Februari 2025 Defisit 0,13 Persen atau Rp31,2 Triliun
APBN Defisit Rp104,2...
APBN Defisit Rp104,2 Triliun per Maret 2025
APBN Kuartal I 2025...
APBN Kuartal I 2025 Tetap Terjaga
Simak! Kinerja APBN...
Simak! Kinerja APBN Mei 2022
Kinerja APBN 2021 Dinilai...
Kinerja APBN 2021 Dinilai Cukup Positif, Ini Penjelasannya
Berita Terkini
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
59 menit yang lalu
Saatnya Bayar Tagihan...
Saatnya Bayar Tagihan PBB-P2, Ada Diskon 7,5% hingga 31 Juli 2026
1 jam yang lalu
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
2 jam yang lalu
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
5 jam yang lalu
Cargo Murah Kian Dibutuhkan...
Cargo Murah Kian Dibutuhkan di Tengah Meningkatnya Aktivitas Pengiriman Barang
11 jam yang lalu
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
11 jam yang lalu
Infografis
APBN Pernah Jebol Nyaris...
APBN Pernah Jebol Nyaris Rp1.000 Triliun, Ini 6 Defisit Terbesar Sepanjang Sejarah Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved