Yen Loyo, Rupiah Makin Menguat Tinggalkan Level Rp13.100/USD
Rabu, 13 April 2016 - 10:09 WIB
Yen Loyo, Rupiah Makin Menguat Tinggalkan Level Rp13.100/USD
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan hari ini bergerak semakin semringah melanjutkan penguatan penutupan kemarin. Penguatan rupiah hari ini di tengah melemahnya yen terhadap USD.
Berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp13.096/USD. Posisi ini tercatat semakin menguat tajam dari posisi kemarin yang berada di posisi Rp13.123/USD.
Posisi rupiah terhadap USD berdasarkan data Yahoo Finance dibuka di level Rp13.092/USD dan pada pukul 09.55 WIB berada di level Rp13.090/USD atau menguat dari penutupan kemarin yang berada di level Rp13.099/USD.
Data Bloomberg menunjukkan rupiah juga dibuka di level Rp13.094/USD dengan kisaran Rp13.077-Rp13.110/USD atau terapresiasi dibanding penutupan kemarin yang berada di level Rp13.114/USD.
Sementara, berdasarkan data Sindonews bersumber dari Limas, rupiah pada pukul 09.55 WIB berada di level Rp13.087/USD. Posisi ini semakin perkasa dari penutupan sebelumnya yang berada di level Rp13.110/USD.
Dilansir dari Reuters, mata uang Jepang yen terlihat melemah terhadap USD yang kembali berada di level 108,50 setelah sebelumnya juga naik. Sementara, euro terhadap yen juga tercatat naik ke level 123,60, atau menjauhi level terendah tiga tahun di posisi 122,085.
Namun, euro masih terlihat melemah terhadap USD ke level 1,1384 setelah berbalik dari posisi puncak enam bulan di level 1,1465, membantu indeks USD kembali naik di atas 94.000 dari level terendah delapan bulan di level 93,627.
"Mengingat bahwa pasar USD cukup singkat terhadap euro dan yen, dengan data inflasi AS, kami mengharapkan pemulihan korektif USD terhadap mata uang utama," kata analis di BNP Paribas.
Di sisi lain, dolar Kanada melayang tepat di bawah posisi puncak sembilan bulan setelah naik bersama dengan mata uang komoditas lainnya. Hal ini tak terlepas dari melonjaknya harga minyak dunia. Dengan harapan pembekuan produksi antara produsen Rusia dan Arab Saudi kembali bermain, harga minyak dunia naik ke level tertinggi dama empat bulan.
Berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp13.096/USD. Posisi ini tercatat semakin menguat tajam dari posisi kemarin yang berada di posisi Rp13.123/USD.
Posisi rupiah terhadap USD berdasarkan data Yahoo Finance dibuka di level Rp13.092/USD dan pada pukul 09.55 WIB berada di level Rp13.090/USD atau menguat dari penutupan kemarin yang berada di level Rp13.099/USD.
Data Bloomberg menunjukkan rupiah juga dibuka di level Rp13.094/USD dengan kisaran Rp13.077-Rp13.110/USD atau terapresiasi dibanding penutupan kemarin yang berada di level Rp13.114/USD.
Sementara, berdasarkan data Sindonews bersumber dari Limas, rupiah pada pukul 09.55 WIB berada di level Rp13.087/USD. Posisi ini semakin perkasa dari penutupan sebelumnya yang berada di level Rp13.110/USD.
Dilansir dari Reuters, mata uang Jepang yen terlihat melemah terhadap USD yang kembali berada di level 108,50 setelah sebelumnya juga naik. Sementara, euro terhadap yen juga tercatat naik ke level 123,60, atau menjauhi level terendah tiga tahun di posisi 122,085.
Namun, euro masih terlihat melemah terhadap USD ke level 1,1384 setelah berbalik dari posisi puncak enam bulan di level 1,1465, membantu indeks USD kembali naik di atas 94.000 dari level terendah delapan bulan di level 93,627.
"Mengingat bahwa pasar USD cukup singkat terhadap euro dan yen, dengan data inflasi AS, kami mengharapkan pemulihan korektif USD terhadap mata uang utama," kata analis di BNP Paribas.
Di sisi lain, dolar Kanada melayang tepat di bawah posisi puncak sembilan bulan setelah naik bersama dengan mata uang komoditas lainnya. Hal ini tak terlepas dari melonjaknya harga minyak dunia. Dengan harapan pembekuan produksi antara produsen Rusia dan Arab Saudi kembali bermain, harga minyak dunia naik ke level tertinggi dama empat bulan.
(izz)