Dongkrak Kinerja Emiten, Holding BUMN Menarik Investor

Senin, 18 April 2016 - 17:22 WIB
Dongkrak Kinerja Emiten,...
Dongkrak Kinerja Emiten, Holding BUMN Menarik Investor
A A A
JAKARTA - Holding Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang mencakup beberapa sektor meliputi energi, keuangan, pertambangan, farmasi, infrastruktur, perdagangan, dan perkebunan dinilai oleh Reliance Securities akan menarik buat investor. Diterangkan kinerja beberapa perusahaan terbuka atau emiten yang masuk dalam holding BUMN diperkirakan bisa terdorong.

"Menarik, di mana pasti beberapa emiten BUMN yang kinerjanya kurang sebelumnya bisa dapat bantuan dari induknya. Apalagi dari segi perbankan," jelas Analis Reliance Securities, Lanjar Nafi saat dihubungi di Jakarta, Senin (18/4/2016).

(Baca Juga: Dilebur dengan Pertagas, PGN Kecipratan Proyek Pertamina)

Dia menambahkan menurutnya investor lokal cenderung akan lebih antusias dengan rencana pemerintah tersebut, sama halnya dengan analis dengan dibentuknya holding BUMN. "Kalau saya melihatnya bagus, dengan adanya rencana pembentukan holding BUMN ini. Investor yang tertarik lebih ke lokal," lanjuta dia

(Baca Juga: Empat Holding BUMN Dipastikan Terealisasi Sebelum Lebaran)

Menurutnya perusahaan pelat merah yang tergabung nantinya akan terbantu dari sisi fundamental untuk menjadi lebih baik jika disatukan dengan lainnya. "Dari fundamental perusahaan pasti akan terbantu kalau mereka punya holding satu dan pasti jadi lebih baik," pungkasnya.

Sebagai informasi untuk sementara holding yang siap direalisasikan oleh Kementerian BUMN ada empat yakni sektor energi dengan PT Pertamina sebagai induk, sektor keuangan dipimpin PT Danareksa (Persero), sektor pertambangan oleh PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero), sementara untuk sektor Infrastruktur dan farmasi masih dalam kajian.

Pembentukan holding BUMN memang salah satu perhatian serius Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menjadikan perusahaan negara semakin kokoh, tidak hanya berkiprah di kandang sendiri, tetapi juga bisa bersaing di pasar global. Kementerian BUMN telah menetapkan tujuh sektor BUMN yang masuk dalam program holding.

Ketujuh sektor tersebut meliputi sektor logistik dan perdagangan, perkebunan, farmasi, perkapalan, konstruksi dan infrastruktur, tambang dan pertahanan strategis. Apabila rencana pembentukan holding perusahaan pelat merah itu berjalan sebagaimana yang direncanakan, jumlah BUMN akan susut menjadi 85 dari 119 BUMN yang ada sekarang.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Srikandi BUMN Hadirkan...
Srikandi BUMN Hadirkan Lingkungan Kerja yang Inklusif
Kekecewaan Jokowi pada...
Kekecewaan Jokowi pada Sejumlah BUMN Sakit, Direspons DPP Pekat IB dengan Aduan ke KPK
Diskusi Mencari Sosok...
Diskusi Mencari Sosok yang Tepat Membangkitkan BUMN
Garuda Indonesia Raih...
Garuda Indonesia Raih Lima Penghargaan Terbaik Pada Ajang BUMN Branding and Marketing Award 2020
BUMN Dipangkas Jadi...
BUMN Dipangkas Jadi 30, Ini Perusahaan yang Bakal Dimerger
Erick Thohir Bakal Tutup...
Erick Thohir Bakal Tutup 7 Perusahaan BUMN yang Tak Beroperasi
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
7 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
8 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
8 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
9 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
9 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
9 jam yang lalu
Infografis
5 Fakta Menarik Pelantikan...
5 Fakta Menarik Pelantikan Presiden AS Donald Trump
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved