Emas Dunia Turun, Harga Emas Antam Malah Naik
Jum'at, 22 April 2016 - 08:44 WIB
Emas Dunia Turun, Harga Emas Antam Malah Naik
A
A
A
JAKARTA - Harga jual dan beli kembali (buyback) emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada perdagangan hari ini naik setelah pada perdagangan kemarin turun. Kenaikan harga emas Antam ini di tengah turunnya harga emas dunia.
Dilansir dari situs Logammulia.com, Jumay (22/4/2016), harga jual emas Antam naik Rp3.000 menjadi Rp570.000/gram dari sebelumnya Rp567.000/gram. Sementara, harga buyback emas Antam juga naik Rp1.000 menjadi Rp521.000/gram dari sebelumnya Rp520.000/gram.
Harga emas ukuran 2 gram dibanderol Rp1.100.000, dengan harga per gram Rp550.000. Harga emas 3 gram dipatok Rp1.632.000 dengan harga per gram Rp544.000. Harga emas 4 gram senilai Rp2.164.000 dengan harga per gram Rp541.000.
Selain itu, harga jual emas 5 gram ditetapkan Rp2.705.000 dengan harga per gram Rp541.000. Harga emas 10 gram dijual Rp5.360.000, dengan harga per gram Rp536.000. Harga emas 25 gram Rp13.325.000 dengan harga per gram Rp533.000. Harga emas 50 gram sebesar Rp26.600.000, dengan harga per gram Rp532.000.
Kemudian, harga emas 100 gram sebesar Rp53.150.000, dengan harga per gram Rp531.500. Harga emas 250 gram mencapai Rp132.750.000, dengan harga per gram Rp531.000, dan harga emas ukuran 500 gram dihargai Rp265.300.000 dengan harga per gram Rp530.600.
Sementara dilansir Reuters, harga emas dunia tergelincir dari posisi tertinggi dalam lima pekan. Penurunan ini dikarenakan dolar Amerika Serikat (USD) menguat terhadap euro, namun logam malah menuju kenaikan mingguan yang didukung oleh kenaikan komoditas.
Harga emas global di pasar spot turun 0,2% menjadi USD1.246,20 per ons pada pukul 00.42 GMT. Emas kemarin mencapai puncak tertinggi dalam lima pekan di level USD1.270,10, namun keuntungan ini berkurang setelah USD kembali menguat terhadap euro.
Euro terhadap USD kembali diperdagangkan lebih rendah setelah para trader melihat adanya potensi dari Bank Sentral Eropa (ECB) untuk meningkatkan langkah-langkah stimulus jika diperlukan.
Di sisi lain, harga perak di apsar spot mencapai puncak dalam 11 bulan ke level USD17,695, meski pun keuntungannya kemarin sedikit menurun pada saat USD mengalami penguatan.
Dilansir dari situs Logammulia.com, Jumay (22/4/2016), harga jual emas Antam naik Rp3.000 menjadi Rp570.000/gram dari sebelumnya Rp567.000/gram. Sementara, harga buyback emas Antam juga naik Rp1.000 menjadi Rp521.000/gram dari sebelumnya Rp520.000/gram.
Harga emas ukuran 2 gram dibanderol Rp1.100.000, dengan harga per gram Rp550.000. Harga emas 3 gram dipatok Rp1.632.000 dengan harga per gram Rp544.000. Harga emas 4 gram senilai Rp2.164.000 dengan harga per gram Rp541.000.
Selain itu, harga jual emas 5 gram ditetapkan Rp2.705.000 dengan harga per gram Rp541.000. Harga emas 10 gram dijual Rp5.360.000, dengan harga per gram Rp536.000. Harga emas 25 gram Rp13.325.000 dengan harga per gram Rp533.000. Harga emas 50 gram sebesar Rp26.600.000, dengan harga per gram Rp532.000.
Kemudian, harga emas 100 gram sebesar Rp53.150.000, dengan harga per gram Rp531.500. Harga emas 250 gram mencapai Rp132.750.000, dengan harga per gram Rp531.000, dan harga emas ukuran 500 gram dihargai Rp265.300.000 dengan harga per gram Rp530.600.
Sementara dilansir Reuters, harga emas dunia tergelincir dari posisi tertinggi dalam lima pekan. Penurunan ini dikarenakan dolar Amerika Serikat (USD) menguat terhadap euro, namun logam malah menuju kenaikan mingguan yang didukung oleh kenaikan komoditas.
Harga emas global di pasar spot turun 0,2% menjadi USD1.246,20 per ons pada pukul 00.42 GMT. Emas kemarin mencapai puncak tertinggi dalam lima pekan di level USD1.270,10, namun keuntungan ini berkurang setelah USD kembali menguat terhadap euro.
Euro terhadap USD kembali diperdagangkan lebih rendah setelah para trader melihat adanya potensi dari Bank Sentral Eropa (ECB) untuk meningkatkan langkah-langkah stimulus jika diperlukan.
Di sisi lain, harga perak di apsar spot mencapai puncak dalam 11 bulan ke level USD17,695, meski pun keuntungannya kemarin sedikit menurun pada saat USD mengalami penguatan.
(izz)
Lihat Juga :