Harga Minyak Anjlok, Halliburton PHK 6.000 Karyawan di Kuartal I
Senin, 25 April 2016 - 16:24 WIB
Harga Minyak Anjlok, Halliburton PHK 6.000 Karyawan di Kuartal I
A
A
A
TEXAS - Perusahaan asal Amerika Serikat yang bergerak dalam bidang jasa eksplorasi, eksploitasi, dan penyulingan minyak dan gas bumi (Migas) yakni Halliburton mengatakan telah melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) lebih dari 6.000 karyawan sepanjang kuartal I 2016. Terimbas kemerosotan harga minyak mentah dunia membuat pendapat Halliburton melorot 40,4% dan membutuhkan USD2,1 miliar untuk restrukturisasi.
Dilansir Fortune, Senin (25/4/2016) biaya tersebut, mayoritas akan digunakan untuk biaya pesangon dan penyelamatan aset ketika penurunan harga minyak dunia masih terus berlanjut. Sementara itu sebelumnya Halliburton telah menunda laporan keuangan secara kuartalan pada akhir pekan kemarin untuk menutup akuisisi Baker Hughes Inc.
(Baca Juga: Harga Minyak Jatuh, IMF Ramal Pendapatan Negara Timteng Anjlok)
Penggabungan ini merupakan bagian dari bantuan ketika harga minyak dunia terus bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah sejak pertengahan 2014 lalu. Akibatnya sejak dua tahun lalu, Halliburton telah melakukan efisien dan memangkas pengeluaran setelah klien mereka mengurangi aktivitas.
"Kehidupan telah berubah di industri energi. Saya perkirakan kondisi pasar masih akan terus seperti ini ketika salah satu dimana semua layanan mulai terimbas kehilangan uang mereka di Amerika Utara," jelas CEO Dave Lesar.
Pendapatan kuartal pertama perusahaan turun USD4,2 miliar dari USD7,05 miliar. Dilaporkan margin negatif untuk pertama kalinya terjadi pada perusahaan asal Amerika Utara sejak harga minyak mengalami penurunan. Margin menjadi negatif ketika biaya pengeluaran melebihi pendapatan yang diterima.
Halliburton yang merupakan perusahaan penyedia layanan penambangan minyak memperkirakan pengeluaran pengeboran akan jatuh 50% di Amerika Utara tahun ini, menyusul pelemahan 40% tahun lalu. Tercatat perusahaan-perusahaan energi AS telah memotong rig minyak pekan ini ke tingkat terendah sejak November 2009.
Tercatat sejak tahun 2015 lalu, Halliburton sudah memangkas 25% dari total karyawannya. Penurunan harga minyak dunia hingga 70 persen sejak pertengahan tahun 2014 telah memukul bisnis Halliburton. Namun demikian mereka bukan satu-satunya perusahaan minyak yang terpaksa memangkas jumlah karyawan. Menurut data Graves & Co, secara global, lebih dari 258.000 tenaga kerja di sektor migas mengalami PHK.
Dilansir Fortune, Senin (25/4/2016) biaya tersebut, mayoritas akan digunakan untuk biaya pesangon dan penyelamatan aset ketika penurunan harga minyak dunia masih terus berlanjut. Sementara itu sebelumnya Halliburton telah menunda laporan keuangan secara kuartalan pada akhir pekan kemarin untuk menutup akuisisi Baker Hughes Inc.
(Baca Juga: Harga Minyak Jatuh, IMF Ramal Pendapatan Negara Timteng Anjlok)
Penggabungan ini merupakan bagian dari bantuan ketika harga minyak dunia terus bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah sejak pertengahan 2014 lalu. Akibatnya sejak dua tahun lalu, Halliburton telah melakukan efisien dan memangkas pengeluaran setelah klien mereka mengurangi aktivitas.
"Kehidupan telah berubah di industri energi. Saya perkirakan kondisi pasar masih akan terus seperti ini ketika salah satu dimana semua layanan mulai terimbas kehilangan uang mereka di Amerika Utara," jelas CEO Dave Lesar.
Pendapatan kuartal pertama perusahaan turun USD4,2 miliar dari USD7,05 miliar. Dilaporkan margin negatif untuk pertama kalinya terjadi pada perusahaan asal Amerika Utara sejak harga minyak mengalami penurunan. Margin menjadi negatif ketika biaya pengeluaran melebihi pendapatan yang diterima.
Halliburton yang merupakan perusahaan penyedia layanan penambangan minyak memperkirakan pengeluaran pengeboran akan jatuh 50% di Amerika Utara tahun ini, menyusul pelemahan 40% tahun lalu. Tercatat perusahaan-perusahaan energi AS telah memotong rig minyak pekan ini ke tingkat terendah sejak November 2009.
Tercatat sejak tahun 2015 lalu, Halliburton sudah memangkas 25% dari total karyawannya. Penurunan harga minyak dunia hingga 70 persen sejak pertengahan tahun 2014 telah memukul bisnis Halliburton. Namun demikian mereka bukan satu-satunya perusahaan minyak yang terpaksa memangkas jumlah karyawan. Menurut data Graves & Co, secara global, lebih dari 258.000 tenaga kerja di sektor migas mengalami PHK.
(akr)
Lihat Juga :