Pasar Mulai Cemas, Mata Uang Rupee India Kehabisan Napas justru Saat Dolar AS Lemah

Selasa, 07 Juli 2026 - 12:25 WIB
loading...
Pasar Mulai Cemas, Mata...
Sebuah anomali terjadi di pasar keuangan Asia, ketika indeks dolar AS (Greenback) dilaporkan mulai mendingin dan melemah, namun mata uang rupee India justru menunjukkan tanda-tanda kehabisan napas. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Sebuah anomali terjadi di pasar keuangan Asia pada perdagangan hari Selasa (7/7/2026), ketika indeks dolar AS (Greenback) dilaporkan mulai mendingin dan melemah setelah data ketenagakerjaan AS meleset dari prediksi. Namun mata uang rupee India justru menunjukkan tanda-tanda kehabisan napas yang mengkhawatirkan para pelaku pasar.

Meskipun pagi ini rupee diprediksi sedikit menguat di kisaran 95,34 hingga 95,38 per dolar AS berkat sentimen positif regional Asia. Tapi para trader senior memperingatkan bahwa fondasi mata uang India ini sebenarnya telah rapuh secara drastis dalam beberapa hari terakhir.

Anomali Menakutkan: Saat Pelemahan Dolar Tak Lagi Mempan

Normalnya dalam rumus ekonomi makro, runtuhnya keperkasaan dolar AS akan langsung menjadi angin segar yang membuat mata uang negara berkembang melesat tajam. Namun kali ini rumusan tersebut patah, jika melihat kondisi mata uang India.

Baca Juga: Perang Bikin Jalur Suku Bunga Bank Sentral Terkunci di Level Tertinggi, Era Pinjaman Murah Berakhir

Rupee tercatat telah kehilangan lebih dari 1% nilainya hanya dalam enam sesi perdagangan terakhir. Bahkan pada perdagangan Senin kemarin, rupee sempat terjembab mendekati level psikologis 95,50 per dolar AS untuk pertama kalinya dalam satu bulan terakhir.



Napas lega sempat berhembus usai rupee menguat ke level 94 -berkat anjloknya harga minyak dunia dan intervensi agresif dari Bank Sentral India (RBI)- kini dilaporkan telah resmi berakhir. Rupee kembali ke posisi defensif dan rawan ambruk.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rupiah Tembus 18.009...
Rupiah Tembus 18.009 per Dolar AS, Pasar Respons Negatif Mundurnya Bos BI
Ekonom: Gubernur BI...
Ekonom: Gubernur BI Mundur Picu Volatilitas Pasar Jangka Pendek
Sepekan ke Depan, Rupiah...
Sepekan ke Depan, Rupiah Masih Akan Dibayangi Tekanan
Pasokan Minyak Global...
Pasokan Minyak Global Semakin Ketat, India dan China Berebut Diskon dari Rusia
Pasar Cemas Tarif Baru...
Pasar Cemas Tarif Baru AS, Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.963
EskaIasi Laut Merah...
EskaIasi Laut Merah Tekan Rupiah, Dolar AS Ditutup ke Rp17.936 Sore Ini
Ketika Demo Partai Kecoa...
Ketika Demo Partai Kecoa Berhasil Memaksa Menteri Pendidikan India Mundur atas Bocornya Soal Ujian
Setelah Ribuan Gen Z...
Setelah Ribuan Gen Z Berdemo selama Berminggu-minggu, Menteri Pendidikan India Mundur
Terowongan Runtuh Akibat...
Terowongan Runtuh Akibat Ledakan Pipa Gas di India, 12 Orang Tewas
Rekomendasi
Momen Kedatangan Timnas...
Momen Kedatangan Timnas Indonesia di Stadion Pakansari Jelang Lawan Kamboja
Terungkap! Alasan Pemain...
Terungkap! Alasan Pemain Argentina Membelakangi Perayaan Spanyol di Piala Dunia 2026
Perang Ukraina Masuk...
Perang Ukraina Masuk ke Babak Baru, Pasokan Senjata Rusia ke Iran Terganggu
Berita Terkini
BPDP dan RPN Dorong...
BPDP dan RPN Dorong UMKM Jadi Penggerak Hilirisasi Pangan Berbasis Sawit
AS-Iran Mendadak Gencatan...
AS-Iran Mendadak Gencatan Senjata, Harga Minyak Merosot Tajam hingga 5%
Rights Issue, cashUP...
Rights Issue, cashUP Siapkan Modal Baru untuk Perluasan Ekosistem Merchant
PLN EPI Dorong Standardisasi...
PLN EPI Dorong Standardisasi Biomassa, Efisiensi Rantai Pasok Jadi Penentu
Pengusaha Minta Transisi...
Pengusaha Minta Transisi Gubernur BI Berjalan Transparan dan Kredibel
Prioritaskan Lingkungan,...
Prioritaskan Lingkungan, PT Dairi Prima Mineral Pilih Tambang Bawah Tanah
Infografis
Presiden AS Donald Trump...
Presiden AS Donald Trump Kecam Serangan India ke Pakistan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved