Harga Minyak Mentah Dunia Terangkat Pelemahan USD

Selasa, 26 April 2016 - 08:57 WIB
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Dunia Terangkat Pelemahan USD
A A A
SINGAPURA - Harga minyak mentah berjangka pada perdagangan awal hari ini tercatat menguat terdorong pelemahan dolar Amerika Serikat (USD), meski begitu para analis memperingatkan fundamental minyak global sangat lemah. Apalagi ditambah saat produsen minyak asal Timur Tengah sedang berlomba meningkatkan produksi.

Dilansir Reuters, Selasa (26/4/2016) minyak berjangka Brent membaik pada posisi USD44,84 per barel pada pukul 00.54 GMT. Posisi ini menunjukkan Brent mengalami kenaikan sebesar 36 sen dari sesi perdagangan sebelumnya, sedangkan minyak berjangka AS mendapatkan tambahan 39 sen menjadi USD43,03 per barel.

Para pelaku pasar mengatakan membaiknya harga minyak hari ini, lantaran terangkat oleh pelemahan USD selama sesi perdagangan semalam. Kondisi ini diprediksi akan berpotensi meningkatkan permintaan dari para importir bahan bakar untuk menggunakan mata uang lain daripada greenback dalam perdagangan minyak mentah.

Adanya investasi baru ke dalam sektor minyak mentah berjangka juga menjadi pengaruh atas naiknya harga. Namun di pasar, para analis mengingatkan bahwa pasokan akan menjadi lebih besar ketika Arab Saudi dan Iran sepertinya enggan membekukan produksi minyak mereka dan cenderung berlomba mencari pembeli.

Labih lanjut hal itu diyakini akan membanjiri pasar dan membuat kelebihan pasokan sebesar 1 sampai 2 juta barel minyak mentah sehari melebihi permintaan. "Arab Saudi mengumumkan akan melakukan perluasan kilang minyak Syaibah pada Juni nanti," jelas ANZ Bank.

"Hal itu mendorong kapasitan 12 juta barel per hari (bpd). Sementara produksi minyak Iran saat ini meningkat 1 juta bpd sejak awal tahun dan Kuwait berharap output dapat mencapai 3.15 juta bpd setelah berakhir mogok pekerja," sambungnya.

Diyakini risiko terbesar pasar minyak mentah saat ini adalah adanya upaya Iran mempercepat produksi ditambah Arab Saudi melakukan yang sama. Citi memperkirakan Saudi tidak akan diam saja saat Iran mencoba mengambil pasar mereka di Asia dan ini akan menjadi persaingan yang sengit.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Stok Seret Bikin Harga...
Stok Seret Bikin Harga Minyak Mentah Dunia Terkerek Naik
Amerika Buka Pembatasan,...
Amerika Buka Pembatasan, Harga Minyak Akan Terus Naik
Harga Minyak Ambrol...
Harga Minyak Ambrol 9% dalam Sepekan, Minggu Depan Gimana?
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Dunia Melayang Dekati Posisi USD70 Per Barel
OPEC Bakal Jaga Harga...
OPEC Bakal Jaga Harga Minyak Mentah Dunia di Posisi USD70 per Barel
Tumbuh 173%, Komoditas...
Tumbuh 173%, Komoditas Minyak Mentah Jadi Primadona di 2021
Berita Terkini
Bendungan Sidan dan...
Bendungan Sidan dan Keureuto Diresmikan, Brantas Abipraya Perkuat Ketahanan Air dan Pangan
5 jam yang lalu
Listrik Padam Berhari-hari,...
Listrik Padam Berhari-hari, Becak Tenaga Surya Jadi Penyelamat dari Krisis Energi
5 jam yang lalu
Next Step Bangun Jembatan...
Next Step Bangun Jembatan Dagang UMKM Indonesia ke China
5 jam yang lalu
Orang Super Kaya Indonesia...
Orang Super Kaya Indonesia Diramal Melonjak Tercepat di Dunia, tapi Kelas Menengah Menyusut
6 jam yang lalu
Dirut PTPN I Beberkan...
Dirut PTPN I Beberkan Lima Pilar Industri Perkebunan
6 jam yang lalu
rToken Bitget Catat...
rToken Bitget Catat AUM USD114 Juta, rSPCX Pimpin Minat Investor
6 jam yang lalu
Infografis
Perburuan Sepatu Emas...
Perburuan Sepatu Emas Piala Dunia 2026: Messi Dihantui Haaland dan Mbappe!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved