Kualitas Pekerja RI Rendah Buat Industri Padat Karya Tak Menarik

Sabtu, 30 April 2016 - 13:59 WIB
Kualitas Pekerja RI...
Kualitas Pekerja RI Rendah Buat Industri Padat Karya Tak Menarik
A A A
JAKARTA - Kualitas pekerja Indonesia yang masih rendah menurut Direktur Eksekutif INDEF Enny Sri Hartati menjadi, alasan buat para pengusaha dan investor yang lebih tertarik pada industri padat modal dibandingkan padat karya. Menurutnya menciptakan kualitas para pekerja harus didukung dengan langah pemerintah dalam memberikan pelatihan dan sertifikasi.

"Bahan pertimbangan utama para pengusaha adalah ketersediaan tenaga terampil yang mereka butuhkan dan pemerintah harus hadir di sini," jelas dalam sebuah diskusi di Jakarta, Sabtu (30/4/2016).

Lanjut dia para pengusaha masih khawatir terkait regulasi ketenagakerjaan yang menimbulkan ketidaknyamanan. Apabila mereka mematuhi undang-undang tenaga kerja, dan jika pada saat mereka mengharuskan memangkas karyawan atau melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) demi keberlangsungan bisnis, maka mereka akan menemui permasalahan uang berbuntut panjang.

Menurutnya hal ini menjadi Pekerjaan Rumah (PR) tersendiri bagi Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) yang harus menyediakan tenaga kerja terampil untuk industri padat karya. Hal ini semata-mata agar investor bisa beralih ke industri padat karya. "Kita tidak bisa salahkan juga ketika investor yang datang lebih tertarik ke sektor padat modal karena padat karya, tenaga kerjanya masih terbatas," tuturnya.

Dia menambahkan perlu adanya sinergi antar pelaku usaha dan pemerintah untuk meningkatkan keahlian tenaga kerja. Diantaranya dengan cara memberikan pelatihan yang menaji demand tenaga kerja itu sendirian. "Ada link and match. Kalau tenaga kerja punya keahlian dan keterampilan, maka tidak ada masalah dengan Upah Minimum Provinsi," tutupnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Layanan Sistem Komputerisasi...
Layanan Sistem Komputerisasi Tenaga Kerja Indonesia di Luar Negeri Kembali Dibuka
Sinergi Perkuat Aspek...
Sinergi Perkuat Aspek Safety, Elnusa Petrofin dan KNKT Gelar Program Mitigasi Risiko dan Rekomendasi Keselamatan Transportasi BBM
Usai Bentrok TKA China...
Usai Bentrok TKA China dengan Pekerja Lokal di PT GNI Morut, 70 Terduga Pelaku Ditahan Polisi
Kesenjangan Pekerja...
Kesenjangan Pekerja Disabilitas, PR Besar Bagi Pemerintah
9 Perusahaan P3MI Gugat...
9 Perusahaan P3MI Gugat Menteri Tenaga Kerja
Imbas Nyata Investasi...
Imbas Nyata Investasi di Bontang, Ratusan Tenaga Kerja Lokal Terserap
Berita Terkini
Tokenisasi Saham AI...
Tokenisasi Saham AI Diminati Investor, Bittime Catat Kepemilikan Naik 106%
6 jam yang lalu
Iran-AS Memanas Lagi,...
Iran-AS Memanas Lagi, Harga Minyak Dunia Melonjak Lebih dari 6%
6 jam yang lalu
Pertamina Manfaatkan...
Pertamina Manfaatkan Jakarta Fair Perkuat Daya Saing UMKM Lokal
7 jam yang lalu
Pasar Saham RI Terancam...
Pasar Saham RI Terancam Turun Kelas, Modal Asing Bisa Kabur Rp3,6 Triliun
7 jam yang lalu
Sertifikasi Influencer...
Sertifikasi Influencer Kripto Dinilai Jadi Langkah Positif Bangun Ekosistem Lebih Sehat
8 jam yang lalu
Rupiah Kian Krasan di...
Rupiah Kian Krasan di Kisaran Rp18.000, Apa Penyebabnya?
8 jam yang lalu
Infografis
Twibbon Menarik untuk...
Twibbon Menarik untuk Semarakkan HUT Kemerdekaan RI ke-77
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved