Sensus Ekonomi 10 Tahun, Pengusaha: Kelamaan

Selasa, 03 Mei 2016 - 15:39 WIB
Sensus Ekonomi 10 Tahun,...
Sensus Ekonomi 10 Tahun, Pengusaha: Kelamaan
A A A
JAKARTA - Ketua Umum Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi), Eddy Ganefo mengatakan, sensus ekonomi pengusaha yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS) selama 10 tahun sekali dianggap terlalu lama.

Pasalnya, sensus demikian tidak ideal bagi pengusaha-pengusaha yang baru terjun ke dunia usaha.

Menurut Eddy, waktu idealnya lima tahun sekali. Sehingga para pengusaha yang baru berkecimpung di dunia usaha tidak perlu menunggu lama untuk disensus oleh lembaga pemerintah.

“10 tahun itu terlalu lama. Paling tidak lima tahun lah, karena biar mereka langsung terdaftar. Enggak perlu menunggu lama,” kata Eddy di Jakarta, Selasa (3/5/2016).

Dia menambahkan, dengan adanya sensus ekonomi pengusaha ini akan membantu Direktorat Jenderal Pajak mendapatkan data-data pengusaha atau jenis usaha baru yang dipajaki oleh pemerintah.

(Baca: Pengusaha Butuh Data Sensus Ekonomi 2016 BPS)

Adapun soal ini, sambung Eddy bukan suatu kekhawatiran. Karena bila usaha tersebut dilandasi kejujuran, maka tidak akan ada hambatan termasuk dalam penyerahan SPT ke Ditjen Pajak.

‎"Sebenarnya enggak perlu takut, data ini kan untuk kita juga. Kalau ada yang takut ini pasti ada apa-apanya. Jadilah pengusaha yang baik, pengusaha yang nasionalis. Supaya terhindar dari jerat-jerat hukum," pungkasnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BPS Catat Inflasi November...
BPS Catat Inflasi November Sebesar 0,38 persen
Kepala BPS RI Siapkan...
Kepala BPS RI Siapkan Sensus Pertanian dan Canangkan Desa Cantik di Pangkep
Jumlah Orang Indonesia...
Jumlah Orang Indonesia Bepergian ke Luar Negeri Naik 55 Persen
Tumbuh 53 Persen, Oktober...
Tumbuh 53 Persen, Oktober 2021 Ekspor RI Capai Rp312 Triliun
BPS: Impor Indonesia...
BPS: Impor Indonesia Naik 1,64% di Juli 2022
Angka Kemiskinan dan...
Angka Kemiskinan dan Pengangguran di Natuna Naik, Ini Penyebabnya
Berita Terkini
Tokenisasi Saham AI...
Tokenisasi Saham AI Diminati Investor, Bittime Catat Kepemilikan Naik 106%
9 jam yang lalu
Iran-AS Memanas Lagi,...
Iran-AS Memanas Lagi, Harga Minyak Dunia Melonjak Lebih dari 6%
9 jam yang lalu
Pertamina Manfaatkan...
Pertamina Manfaatkan Jakarta Fair Perkuat Daya Saing UMKM Lokal
9 jam yang lalu
Pasar Saham RI Terancam...
Pasar Saham RI Terancam Turun Kelas, Modal Asing Bisa Kabur Rp3,6 Triliun
10 jam yang lalu
Sertifikasi Influencer...
Sertifikasi Influencer Kripto Dinilai Jadi Langkah Positif Bangun Ekosistem Lebih Sehat
10 jam yang lalu
Rupiah Kian Krasan di...
Rupiah Kian Krasan di Kisaran Rp18.000, Apa Penyebabnya?
10 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved