Harga Minyak Dunia Merosot Saat Stok Melimpah
Rabu, 04 Mei 2016 - 08:35 WIB
Harga Minyak Dunia Merosot Saat Stok Melimpah
A
A
A
NEW YORK - Harga minyak dunia kembali melanjutkan tren pelemahan sejak awal pekan kemarin ketika stok minyak global melimpah akibat produsen Timur Tengah terus meningkatkan produksi. Sementara data pekan ini menyebutkan pemerintah AS melaporkan adanya kecenderungan stok minyak mentah mereka mendekati rekor tertinggi.
Dilansir Reuters, Rabu (4/5/2016) harga minyak mentah berjangka Brent merosot 86 sen atau 1,9% ke level USD44,97 per barel. Sedangkan harga minyak West Texas Intermediate (WTI) berkurang USD1,13 atau 2,5% ke posisi USD43,65.
Benchmark minyak mentah kembali mencatatkan kerugian dalam perdagangan, pasca kelompok industri American Petroleum Institute (API) melaporkan stok minyak mentah AS bertambah 1,3 juta barel pekan lalu, ini lebih kecil dibandingkan dengan ramalan analis dengan kenaikan 1,7 juta barel.
Data resmi pemerintah AS yakni Energy Information Administration (EIA) menerangkan Brent dan WTI, keduanya kebilangan sekitar 3% sejak awal pekan ketika organisasi negara-negara pengekspor minyak (OPEC) terus membanjiri stok internasional. Patokan global Brent pada bulan lalu sempat reli 21% untuk mencapai posisi tertinggi dalam 2016 ke level USD48,50.
"Ada cukup pasokan cerita di luar sana untuk memperlambat atau malah memberikan keuntungan apapun," jelas Analis energi Richard Mallinson.
Irak pada pekan ini mengumumkan tambahan minyak mereka bertambah dengan rata-rata 3,4 juta barel per hari (bpd) pada bulan April, hal ini menunjukkan kenaikan dibandingkan Maret sebesar 3,3 juta bpd. Spekulasi yang beredar mengatakan produksi eksportir Arab Saudi diyakini akan kembali mencatat rekor produksi pada level 10,5 juta bpd.
Dilansir Reuters, Rabu (4/5/2016) harga minyak mentah berjangka Brent merosot 86 sen atau 1,9% ke level USD44,97 per barel. Sedangkan harga minyak West Texas Intermediate (WTI) berkurang USD1,13 atau 2,5% ke posisi USD43,65.
Benchmark minyak mentah kembali mencatatkan kerugian dalam perdagangan, pasca kelompok industri American Petroleum Institute (API) melaporkan stok minyak mentah AS bertambah 1,3 juta barel pekan lalu, ini lebih kecil dibandingkan dengan ramalan analis dengan kenaikan 1,7 juta barel.
Data resmi pemerintah AS yakni Energy Information Administration (EIA) menerangkan Brent dan WTI, keduanya kebilangan sekitar 3% sejak awal pekan ketika organisasi negara-negara pengekspor minyak (OPEC) terus membanjiri stok internasional. Patokan global Brent pada bulan lalu sempat reli 21% untuk mencapai posisi tertinggi dalam 2016 ke level USD48,50.
"Ada cukup pasokan cerita di luar sana untuk memperlambat atau malah memberikan keuntungan apapun," jelas Analis energi Richard Mallinson.
Irak pada pekan ini mengumumkan tambahan minyak mereka bertambah dengan rata-rata 3,4 juta barel per hari (bpd) pada bulan April, hal ini menunjukkan kenaikan dibandingkan Maret sebesar 3,3 juta bpd. Spekulasi yang beredar mengatakan produksi eksportir Arab Saudi diyakini akan kembali mencatat rekor produksi pada level 10,5 juta bpd.
(akr)
Lihat Juga :