IHSG Dibuka Anjlok Ikuti Kejatuhan Bursa Utama Asia
Rabu, 04 Mei 2016 - 09:46 WIB
IHSG Dibuka Anjlok Ikuti Kejatuhan Bursa Utama Asia
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini dibuka melemah 8,45 poin atau 0,18% ke level 4.803,82. Anjloknya bursa saham Tanah Air jelang libur panjang terjadi di tengah kejatuhan mayoritas bursa utama Asia ke zona merah.
Sementara, IHSG pada perdagangan kemarin ditutup menguat 3,95 poin atau 0,08% ke level 4.812,26 mengikuti jejak membaiknya bursa saham Asia. Pada hari ini seperti dilansir CNBC, Rabu (4/5/2016) mayoritas pasar saham Asia mengalami pelemahan ketika bursa saham Amerika Serikat tertekan di tengah kekhawatiran pertumbuhan global.
Ditambah penurunan harga minyak mentah dunia sebesar 2,5% ke level USD43,65 per barel, sedangkan Brent berjangka menyusut 1,9% ke posisi USD44,97 per barel menjadi sentimen negatif buat pasar saham AS. "Sentimen pasar ekuitas sepertinya berguling secara global saat harga minyak mulai reli," ucap Analis Markets IG, Angus Nicholson.
Adapun saham Australia tercatat ambruk 1,17% atau 63,30 poin ke level 5.351,70 diikuti kejatuhan indeks Kospi, Korea Selatan sebesar 10,23 poin atau 0,51% ke level 1.976,18. Di sisi lain indeks Hang Seng juga berkurang 205,00 poin atau 0,99% ke posisi 20.471,94 saat indeks Nikkei Jepang masih libur.
Pelemahan juga terjadi pada indeks Shanghai yang tercatat turun 4,78 poin atau 0,16% ke level 2.987,86 dilanjutkan Straits Times yang juga menyusut 1,20% atau 33,72 poin ke level 2.777,48. Sedangkan sektor saham dalam negeri terlihat bergerak variatif.
Sektor dengan pelemahan terdalam adalah sektor pertambangan yang turun 0,99% disusul sektor perdagangan dan properti masing-masing melemah 0,42% dan 0,40%. Dan sektor dengan penguatan tertinggi yakni aneka industri yang bertambah 0,62%.
Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp453 miliar dengan 620 juta saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp55,9 miliar dengan aksi jual asing mencapai Rp182,3 miliar dan aksi beli Rp126,3 miliar. Tercatat 69 saham menguat, 102 saham melemah dan 65 saham stagnan.
Beberapa saham-saham yang menguat di antaranya PT Gudang Garam Tbk. (GGRM) naik Rp300 menjadi Rp68.400, PT Supreme Cable Manufacturing & Commerce T (SCCO) bertambah Rp100 menjadi Rp5.000 dan PT Astra International Tbk. (ASII) menguat Rp25 menjadi Rp6.625.
Saham-saham yang melemah di antaranya PT H.M. Sampoerna Tbk. (HMSP) turun Rp400 menjadi Rp98.500, PT XL Axiata Tbk. (EXCL) menyusut Rp110 menjadi Rp3.340, serta PT AKR Corporindo Tbk. (AKRA) berkurang Rp100 menjadi Rp5.950.
Sementara, IHSG pada perdagangan kemarin ditutup menguat 3,95 poin atau 0,08% ke level 4.812,26 mengikuti jejak membaiknya bursa saham Asia. Pada hari ini seperti dilansir CNBC, Rabu (4/5/2016) mayoritas pasar saham Asia mengalami pelemahan ketika bursa saham Amerika Serikat tertekan di tengah kekhawatiran pertumbuhan global.
Ditambah penurunan harga minyak mentah dunia sebesar 2,5% ke level USD43,65 per barel, sedangkan Brent berjangka menyusut 1,9% ke posisi USD44,97 per barel menjadi sentimen negatif buat pasar saham AS. "Sentimen pasar ekuitas sepertinya berguling secara global saat harga minyak mulai reli," ucap Analis Markets IG, Angus Nicholson.
Adapun saham Australia tercatat ambruk 1,17% atau 63,30 poin ke level 5.351,70 diikuti kejatuhan indeks Kospi, Korea Selatan sebesar 10,23 poin atau 0,51% ke level 1.976,18. Di sisi lain indeks Hang Seng juga berkurang 205,00 poin atau 0,99% ke posisi 20.471,94 saat indeks Nikkei Jepang masih libur.
Pelemahan juga terjadi pada indeks Shanghai yang tercatat turun 4,78 poin atau 0,16% ke level 2.987,86 dilanjutkan Straits Times yang juga menyusut 1,20% atau 33,72 poin ke level 2.777,48. Sedangkan sektor saham dalam negeri terlihat bergerak variatif.
Sektor dengan pelemahan terdalam adalah sektor pertambangan yang turun 0,99% disusul sektor perdagangan dan properti masing-masing melemah 0,42% dan 0,40%. Dan sektor dengan penguatan tertinggi yakni aneka industri yang bertambah 0,62%.
Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp453 miliar dengan 620 juta saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp55,9 miliar dengan aksi jual asing mencapai Rp182,3 miliar dan aksi beli Rp126,3 miliar. Tercatat 69 saham menguat, 102 saham melemah dan 65 saham stagnan.
Beberapa saham-saham yang menguat di antaranya PT Gudang Garam Tbk. (GGRM) naik Rp300 menjadi Rp68.400, PT Supreme Cable Manufacturing & Commerce T (SCCO) bertambah Rp100 menjadi Rp5.000 dan PT Astra International Tbk. (ASII) menguat Rp25 menjadi Rp6.625.
Saham-saham yang melemah di antaranya PT H.M. Sampoerna Tbk. (HMSP) turun Rp400 menjadi Rp98.500, PT XL Axiata Tbk. (EXCL) menyusut Rp110 menjadi Rp3.340, serta PT AKR Corporindo Tbk. (AKRA) berkurang Rp100 menjadi Rp5.950.
(akr)
Lihat Juga :