IHSG Sesi I Masih di Zona Merah Iringi Pelemahan Rupiah
Rabu, 04 Mei 2016 - 12:38 WIB
IHSG Sesi I Masih di Zona Merah Iringi Pelemahan Rupiah
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada sesi I tercatat masih melemah melanjutkan tren negatif sejak sesi pembukaan pagi tadi. Memburuknya mata uang Garuda mengiringi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) siang yang juga terpuruk ke zona merah.
Berdasarkan data Yahoo Finance siang ini, rupiah berada di level Rp13.245/USD dengan kisaran harian Rp13.235-Rp13.268/USD. Posisi tersebut menyusut sebesar 50 poin dari penutupan kemarin yang berada di level Rp13.195/USD.
Sementara data Sindonews bersumber dari Limas, rupiah menutup sesi siang turun ke level Rp13.247/USD. Kondisi ini memperlihatkan rupiah masih tertekan dibanding penutupan sebelumnya di level Rp13.197/USD.
Di sisi lain, berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah tertahan pada level Rp13.246/USD. Posisi ini tercatat tidak lebih baik dari posisi kemarin yang terparkir di level Rp13.162/USD.
Menurut data Bloomberg, rupiah siang ini terparkir pada level Rp13.244/USD dengan kisaran harian Rp13.227-Rp13.285/USD. Dibandingkan penutupan kemarin di posisi Rp13.187/USD, rupiah masih menunjukan tren penurunan.
Pelemahan rupiah mengiringi IHSG yang masih bertahan di zona merah hingga sesi I dengan penurunan 41,51 poin atau 0,86% ke level 4.770,75. Sedangkan pada pembukaan perdagangan tadi pagi bursa saham Tanah Air berkurang 8,45 poin atau 0,18% ke level 4.803,82 dan kemarin berakhir menguat 3,95 poin atau 0,08% ke level 4.812,26.
Sektor saham di dalam negeri sampai siang ini tercatat mayoritas melemah. Pelemahan terdalam terjadi pada sektor properti dengan penurunan 1,38% diikuti sektor keuangan menyusut 1,27%.
Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp4,11 triliun dengan 4,38 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp256,1 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp2,47 triliun dan aksi beli asing mencapai Rp2,21 triliun. Tercatat 82 saham menguat, 201 melemah dan 76 stagnan.
Beberapa saham-saham yang menguat di antaranya, PT BFI Finance Indonesia Tbk. (BFIN), Waskita Karya (Persero) Tbk. (WSKT) dan PT Indofarma Tbk. (INAF). Sedangkan saham-saham yang melemahnya di antaranya, PT Gudang Garam Tbk. (GGRM), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) serta PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk. (PGAS).
Berdasarkan data Yahoo Finance siang ini, rupiah berada di level Rp13.245/USD dengan kisaran harian Rp13.235-Rp13.268/USD. Posisi tersebut menyusut sebesar 50 poin dari penutupan kemarin yang berada di level Rp13.195/USD.
Sementara data Sindonews bersumber dari Limas, rupiah menutup sesi siang turun ke level Rp13.247/USD. Kondisi ini memperlihatkan rupiah masih tertekan dibanding penutupan sebelumnya di level Rp13.197/USD.
Di sisi lain, berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah tertahan pada level Rp13.246/USD. Posisi ini tercatat tidak lebih baik dari posisi kemarin yang terparkir di level Rp13.162/USD.
Menurut data Bloomberg, rupiah siang ini terparkir pada level Rp13.244/USD dengan kisaran harian Rp13.227-Rp13.285/USD. Dibandingkan penutupan kemarin di posisi Rp13.187/USD, rupiah masih menunjukan tren penurunan.
Pelemahan rupiah mengiringi IHSG yang masih bertahan di zona merah hingga sesi I dengan penurunan 41,51 poin atau 0,86% ke level 4.770,75. Sedangkan pada pembukaan perdagangan tadi pagi bursa saham Tanah Air berkurang 8,45 poin atau 0,18% ke level 4.803,82 dan kemarin berakhir menguat 3,95 poin atau 0,08% ke level 4.812,26.
Sektor saham di dalam negeri sampai siang ini tercatat mayoritas melemah. Pelemahan terdalam terjadi pada sektor properti dengan penurunan 1,38% diikuti sektor keuangan menyusut 1,27%.
Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp4,11 triliun dengan 4,38 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp256,1 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp2,47 triliun dan aksi beli asing mencapai Rp2,21 triliun. Tercatat 82 saham menguat, 201 melemah dan 76 stagnan.
Beberapa saham-saham yang menguat di antaranya, PT BFI Finance Indonesia Tbk. (BFIN), Waskita Karya (Persero) Tbk. (WSKT) dan PT Indofarma Tbk. (INAF). Sedangkan saham-saham yang melemahnya di antaranya, PT Gudang Garam Tbk. (GGRM), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) serta PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk. (PGAS).
(akr)
Lihat Juga :