Bursa Asia Kembali Mixed, IHSG Dibuka Menguat Tipis
Selasa, 10 Mei 2016 - 09:16 WIB
Bursa Asia Kembali Mixed, IHSG Dibuka Menguat Tipis
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini ini dibuka di zona hijau meski hanya menguat tipis. IHSG dibuka naik 0,49 poin atau 0,01% ke level 4.749,80 seiring variatifnya bursa saham Asia.
Sementara, IHSG pada perdagangan kemarin berkurang 73,28 poin atau 1,52% ke level 4.749,31 pada saat bursa saham Asia berkahir mixed.
Seperti dikutip dari CNBC hari ini, pasar Asia diperdagangkan mixed dengan indeks patokan Jepang memimpin keuntungan di awal perdagangan, menjelang data inflasi China yang akan dirilis hari ini.
Indeks Australia ASX 200 turun 0,36%, akibat penurunan tajam dalam sub indek energi dan material masing-masing turun 2,21% dan 3,13%. Di Jepang, Indeks Nikkei N225 naik 0,38% dan Indeks Kospi tercatat mendatar.
Angus Nicholson, seorang analis pasar di IG spreadbetter mengatakan, kenaikan dalam dolar dan pullback harga minyak akan mendominasi pasar dalam jangka dekat.
Saham AS ditutup mixed pada perdagangan volume tinggi, dengan Dow Jones Industrial Average turun 0,2%, Indeks S&P 500 ditutup naik 0,08% dan indeks komposit Nasdaq naik 0,3%.
Sektor saham dalam negeri tercatat variatif. Sektor dengan penguatan tertinggi adalah infrastruktur yang naik 1,20%. Sementara, sektor yang melemah terdalam adalah pertambangan yang turun 0,78%.
Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp27 miliar dengan 8 juta saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus R1,16 miliar dengan aksi jual asing mencapai Rp16,65 miliar dan aksi beli Rp15,49 miliar. Tercatat 9 saham menguat, 27 saham melemah dan 9 saham stagnan.
Beberapa saham-saham yang menguat di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) naik Rp225 menjadi Rp68.000, PT Indocement Tunggal Perkasa Tbk (INTP) naik Rp100 menjadi Rp18.925, dan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) naiK Rp80 menjadi Rp3.690.
Sementara, saham-saham yang melemah di antaranya, PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) turun Rp200 menjadi Rp15.200, PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) turun Rp175 menjadi Rp18.300, dan PT Astra AGro Lestari Tbk (AALI) turun Rp125 menjadi Rp15.250.
Sementara, IHSG pada perdagangan kemarin berkurang 73,28 poin atau 1,52% ke level 4.749,31 pada saat bursa saham Asia berkahir mixed.
Seperti dikutip dari CNBC hari ini, pasar Asia diperdagangkan mixed dengan indeks patokan Jepang memimpin keuntungan di awal perdagangan, menjelang data inflasi China yang akan dirilis hari ini.
Indeks Australia ASX 200 turun 0,36%, akibat penurunan tajam dalam sub indek energi dan material masing-masing turun 2,21% dan 3,13%. Di Jepang, Indeks Nikkei N225 naik 0,38% dan Indeks Kospi tercatat mendatar.
Angus Nicholson, seorang analis pasar di IG spreadbetter mengatakan, kenaikan dalam dolar dan pullback harga minyak akan mendominasi pasar dalam jangka dekat.
Saham AS ditutup mixed pada perdagangan volume tinggi, dengan Dow Jones Industrial Average turun 0,2%, Indeks S&P 500 ditutup naik 0,08% dan indeks komposit Nasdaq naik 0,3%.
Sektor saham dalam negeri tercatat variatif. Sektor dengan penguatan tertinggi adalah infrastruktur yang naik 1,20%. Sementara, sektor yang melemah terdalam adalah pertambangan yang turun 0,78%.
Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp27 miliar dengan 8 juta saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus R1,16 miliar dengan aksi jual asing mencapai Rp16,65 miliar dan aksi beli Rp15,49 miliar. Tercatat 9 saham menguat, 27 saham melemah dan 9 saham stagnan.
Beberapa saham-saham yang menguat di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) naik Rp225 menjadi Rp68.000, PT Indocement Tunggal Perkasa Tbk (INTP) naik Rp100 menjadi Rp18.925, dan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) naiK Rp80 menjadi Rp3.690.
Sementara, saham-saham yang melemah di antaranya, PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) turun Rp200 menjadi Rp15.200, PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) turun Rp175 menjadi Rp18.300, dan PT Astra AGro Lestari Tbk (AALI) turun Rp125 menjadi Rp15.250.
(izz)
Lihat Juga :