IHSG Berakhir Menguat 3,36 Poin, Bursa Asia Lesu
Kamis, 12 Mei 2016 - 16:36 WIB
IHSG Berakhir Menguat 3,36 Poin, Bursa Asia Lesu
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini berakhir menguat setelah dalam pergerakannya sempat menyentuh zona merah. Bursa saham Tanah Air ditutup menguat 3,36 poin atau 0,07% ke level 4.803,32 di tengah kelesuan mayoritas bursa Asia.
Pada pembukaan perdagangan tadi pagi IHSG 5,40 poin atau 0,11% ke level 4.794,57 dan pada sesi I balik ke zona positif bertambah 18,76 poin atau 0,39% ke level 4.818,73. Sedangkan pada perdagangan kemarin ditutup naik 36,85 poin atau 0,77% ke level 4.799,96.
Dilansir Reuters, Kamis (12/5/2016) bursa saham Asia tercatat masih lesu setelah Wall Street berakhir suram ketika USD masih berjuang menguat melawan beberapa mata uang utama. Penurunan juga dialami beberapa bursa saham Eropa saat indeks Inggris kehilangan 0,5%.
Sementara indeks Jerman DAX menyusut sebesar 0,4% saat pasar saham Prancis CAC pada sesi pagi lebih rendah 0,1%. Di sisi lain indeks MSCI dari saham Asia Pasific di luar Jepang tergelincir 0,5% untuk kembali ke posisi terendah dalam dua bulan.
Adapun indeks Nikkei Jepang yang sempat mencetak kerugian pada awal perdagangan balik menguat 67,33 poin atau 0,41% ke level 16.646,34 saat yen terpeleset. Penguatan juga terjadi pada indeks Straits Times sebesar 8,36 poin atau 0,31% ke level 2,741.23.
Di sisi lain pelemahan cukup dalam dialami indeks Hang sengan yang turun 139,83 poin atau 0,70% ke posisi 19.915,46 diikuti kejatuhan indeks Shanghai sebesar 1,18 poin atau 0,04% ke level 2.835,86. Di seberang selar Korea, indeks Kospi juga menyusut 2,61 poin, begitupun dengan indeks Australia yang menyusut 11,40%.
Pada perdagangan hari ini sektor saham dalam negeri hari ini berakhir mayoritas berada dalam tren negatif. Sektor aneka industri dan industri mengalami pelemahan cukup dalam sebesar masing-masing minus 1,62% dan 1,60%. Sedangkan konsumen menjadi sektor dengan penguatan tertinggi sebesar 0,68%.
Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp4,80 triliun dengan 4,32 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing Rp367,1 miliar dengan aksi jual asing mencapai Rp1,93 triliun dan aksi beli asing sebesar Rp2,30 triliun. Tercatat 144 saham menguat, 175 saham melemah dan 90 saham stagnan.
Adapun saham-saham yang menguat di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) naik Rp2.900 menjadi Rp73.800, PT Mayora Indah Tbk (MYOR) bertambah Rp1.200 menjadi Rp38.500 dan PT Lippo General Insurance Tbk. (LPGI) menguat Rp260 menjadi Rp4.910.
Saham-saham yang melemah di antaranya PT Tembaga Mulia Semanan Tbk. (TBMS) menyusut Rp600 menjadi Rp8,900, PT Astra International Tbk. (ASII) naik Rp125 menjadi Rp6.525 dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) berkurang Rp90 menjadi Rp4.590.
Pada pembukaan perdagangan tadi pagi IHSG 5,40 poin atau 0,11% ke level 4.794,57 dan pada sesi I balik ke zona positif bertambah 18,76 poin atau 0,39% ke level 4.818,73. Sedangkan pada perdagangan kemarin ditutup naik 36,85 poin atau 0,77% ke level 4.799,96.
Dilansir Reuters, Kamis (12/5/2016) bursa saham Asia tercatat masih lesu setelah Wall Street berakhir suram ketika USD masih berjuang menguat melawan beberapa mata uang utama. Penurunan juga dialami beberapa bursa saham Eropa saat indeks Inggris kehilangan 0,5%.
Sementara indeks Jerman DAX menyusut sebesar 0,4% saat pasar saham Prancis CAC pada sesi pagi lebih rendah 0,1%. Di sisi lain indeks MSCI dari saham Asia Pasific di luar Jepang tergelincir 0,5% untuk kembali ke posisi terendah dalam dua bulan.
Adapun indeks Nikkei Jepang yang sempat mencetak kerugian pada awal perdagangan balik menguat 67,33 poin atau 0,41% ke level 16.646,34 saat yen terpeleset. Penguatan juga terjadi pada indeks Straits Times sebesar 8,36 poin atau 0,31% ke level 2,741.23.
Di sisi lain pelemahan cukup dalam dialami indeks Hang sengan yang turun 139,83 poin atau 0,70% ke posisi 19.915,46 diikuti kejatuhan indeks Shanghai sebesar 1,18 poin atau 0,04% ke level 2.835,86. Di seberang selar Korea, indeks Kospi juga menyusut 2,61 poin, begitupun dengan indeks Australia yang menyusut 11,40%.
Pada perdagangan hari ini sektor saham dalam negeri hari ini berakhir mayoritas berada dalam tren negatif. Sektor aneka industri dan industri mengalami pelemahan cukup dalam sebesar masing-masing minus 1,62% dan 1,60%. Sedangkan konsumen menjadi sektor dengan penguatan tertinggi sebesar 0,68%.
Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp4,80 triliun dengan 4,32 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing Rp367,1 miliar dengan aksi jual asing mencapai Rp1,93 triliun dan aksi beli asing sebesar Rp2,30 triliun. Tercatat 144 saham menguat, 175 saham melemah dan 90 saham stagnan.
Adapun saham-saham yang menguat di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) naik Rp2.900 menjadi Rp73.800, PT Mayora Indah Tbk (MYOR) bertambah Rp1.200 menjadi Rp38.500 dan PT Lippo General Insurance Tbk. (LPGI) menguat Rp260 menjadi Rp4.910.
Saham-saham yang melemah di antaranya PT Tembaga Mulia Semanan Tbk. (TBMS) menyusut Rp600 menjadi Rp8,900, PT Astra International Tbk. (ASII) naik Rp125 menjadi Rp6.525 dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) berkurang Rp90 menjadi Rp4.590.
(akr)
Lihat Juga :