Bursa Asia Mixed, IHSG Awal Pekan Dibuka Melemah
Senin, 16 Mei 2016 - 09:17 WIB
Bursa Asia Mixed, IHSG Awal Pekan Dibuka Melemah
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan awal perdagangan pekan ini dibuka di zona merah, melanjutka pelemahan pada penutupan akhir pekan kemarin. IHSG dibuka melemah 17,01 poin atau 0,38% ke level 4.743,53 seiring variatifnya bursa saham Asia.
Sementara, IHSG pada perdagangan akhir pekan kemarin melemah 41,61 poin atau 0,87% ke level 4.761,71 mengiringi kejatuhan bursa Asia tanpa terkecuali ke zona merah.
Seperti dikutip dari CNBC, pasar Asia dibuka mixed pada awal perdagangan hari ini, karena pedagang mencerna data ekonomi China yang dirilis pada akhir pekan kemarin.
Di Australia, Indeks ASX 200 naik 0,35% di tengah beberapa saham pertambangan berada di bawah tekanan. Saham Oz Minerals turun 0,9% sementara South32 turun 2,22%. Penambang besar yang sebagian besar positif, meskipun, dengan Fortescue naik 0,35%.
Selain itu, di Jepang, Indeks Nikkei N225 menguat 0,96%, sedangkan di Korea Selatan, Kospi turun 0,12%. "Pasar Asia ditetapkan untuk awal yang sulit pekan ini," kata Angus Nicholson, seorang analis pasar di IG spreadbetter.
Data yang dirilis oleh Biro Nasional Statistik Cina menunjukkan investasi, produksi pabrik dan penjualan ritel semua tumbuh lebih lambat dari yang diharapkan pada April, dengan produksi pabrik pendingin tumbuh 6% pada April dibanding dengan ekspektasi pasar yang naik 6,5%.
Pada Senin pagi sebelum membuka pasar, Bank of Japan (BOJ) menunjukkan data indeks harga produsen Jepang untuk April turun 4,2%, dibanding dengan jajak pendapat Reuters yang memperkirakan turun 3,7%.
Sektor saham dalam negeri tercatat variatif. Sektor dengan penguatan tertinggi adalah infrastruktur yang naik 0,44%. Sementara, sektor yang melemah terdalam adalah aneka industri yang turun 0,97%.
Beberapa saham-saham yang menguat di antaranya PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA) naik Rp100 menjadi Rp1.380, PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR) naik Rp80 menjadi Rp4.500, dan PT Matahari department Store Tbk (LPPF) naik Rp50 menjadi Rp19.075.
Sementara, saham-saham yang melemah di antaranya, PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) turun Rp1.650 menjadi Rp97.300, PT Gudang Garam Tbk (GGRM) turun Rp575 menjadi Rp70.650, dan PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) turun Rp125 menjadi Rp8.250.
Sementara, IHSG pada perdagangan akhir pekan kemarin melemah 41,61 poin atau 0,87% ke level 4.761,71 mengiringi kejatuhan bursa Asia tanpa terkecuali ke zona merah.
Seperti dikutip dari CNBC, pasar Asia dibuka mixed pada awal perdagangan hari ini, karena pedagang mencerna data ekonomi China yang dirilis pada akhir pekan kemarin.
Di Australia, Indeks ASX 200 naik 0,35% di tengah beberapa saham pertambangan berada di bawah tekanan. Saham Oz Minerals turun 0,9% sementara South32 turun 2,22%. Penambang besar yang sebagian besar positif, meskipun, dengan Fortescue naik 0,35%.
Selain itu, di Jepang, Indeks Nikkei N225 menguat 0,96%, sedangkan di Korea Selatan, Kospi turun 0,12%. "Pasar Asia ditetapkan untuk awal yang sulit pekan ini," kata Angus Nicholson, seorang analis pasar di IG spreadbetter.
Data yang dirilis oleh Biro Nasional Statistik Cina menunjukkan investasi, produksi pabrik dan penjualan ritel semua tumbuh lebih lambat dari yang diharapkan pada April, dengan produksi pabrik pendingin tumbuh 6% pada April dibanding dengan ekspektasi pasar yang naik 6,5%.
Pada Senin pagi sebelum membuka pasar, Bank of Japan (BOJ) menunjukkan data indeks harga produsen Jepang untuk April turun 4,2%, dibanding dengan jajak pendapat Reuters yang memperkirakan turun 3,7%.
Sektor saham dalam negeri tercatat variatif. Sektor dengan penguatan tertinggi adalah infrastruktur yang naik 0,44%. Sementara, sektor yang melemah terdalam adalah aneka industri yang turun 0,97%.
Beberapa saham-saham yang menguat di antaranya PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA) naik Rp100 menjadi Rp1.380, PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR) naik Rp80 menjadi Rp4.500, dan PT Matahari department Store Tbk (LPPF) naik Rp50 menjadi Rp19.075.
Sementara, saham-saham yang melemah di antaranya, PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) turun Rp1.650 menjadi Rp97.300, PT Gudang Garam Tbk (GGRM) turun Rp575 menjadi Rp70.650, dan PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) turun Rp125 menjadi Rp8.250.
(izz)
Lihat Juga :