JK: IDB Harus Bisa Jadi Bank Rehabilitasi Negara Berkembang

Rabu, 18 Mei 2016 - 07:15 WIB
JK: IDB Harus Bisa Jadi...
JK: IDB Harus Bisa Jadi Bank Rehabilitasi Negara Berkembang
A A A
JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) RI Jusuf Kalla (JK) menyatakan Islamic Development Bank (IDB) harus bisa menjadi bank rekonstruksi dan rehabilitasi untuk negara berkembang. Hal ini berkenaan dengan negara-negara anggota IDB yang banyak statusnya sebagai emerging market.

Selain itu, JK juga menyadari banyak negara anggota yang mengalami konflik dan perang. Baik konflik dalam negeri maupun penyerangan dari luar.

"Ini menyebabkan kerusakan, baik infrastruktur mereka dan fasilitas lainnya. Maka itu, IDB harus memikirkan menjadi bank rekonstruksi dan rehabilitasi negara-negara berkembang," ujarnya di JCC, Jakarta, Selasa (17/5/2016) malam.

(Baca: Atasi Krisis Ekonomi, IDB Kucurkan Pembiayaan Rp39.937 Triliun)

JK mengatakan, karena banyaknya negara anggota IDB yang berkembang, maka menjadi satu tantangan tersendiri dengan pembangunan fasilitas infrastruktur, fasilitas publik dan pembangunan lain.

Dia juga mengingatkan, pentingnya generasi muda di suatu negara untuk melanjutkan pendidikan agar mereka bisa turut membangun di masa depan dan tidak mengalami lost generation.

"Tentu kita tidak mau mengalami lost generation karena generasi muda kita tak bisa melanjutkan pendidikan. Kita tak bisa berikan semua harapan ke negara barat yang bukan merupakan anggota IDB. Karena itu kita harus siap bersama-sama. Dan Indonesia menyatakan siap untuk memberikan pendidikan lanjutan kepada anak muda yang mengalami banyak masalah agar tidak lost generation," terangnya.

Di samping itu, JK juga menginginkan adanya perbaikan di negara anggota IDB yang membutuhkan segera akan perbaikan negara khususnya di bidang ekonomi.

"Kita menginginkan adanya pembangunan berkelanjutan. Penyediaan tenaga listrik yang baik, efisiensi transportasi, akses air, kesehatan dan pendidikan, adalah merupakan tantangan yang penting. Jadi program ini harus komperhensif," pungkasnya.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
JK Tegaskan Rencana...
JK Tegaskan Rencana Pertemuan dengan Megawati Atas Nama Pribadi Bukan Partai
Refly Harun Berharap...
Refly Harun Berharap Penegak Hukum Bisa Cerna Pesan JK
JK Sebut Rizal Ramli...
JK Sebut Rizal Ramli Punya Pemikiran Tangguh
JK: Mudah-mudahan Allah...
JK: Mudah-mudahan Allah Memaafkan para Pemfitnah Itu
Cerita Perseteruan JK...
Cerita Perseteruan JK dan Rizal Ramli Diwarnai Ambisi Jadi Menkeu dan Menteri BUMN
Dua Aktivis Perdamaian...
Dua Aktivis Perdamaian Jepang Temui Jusuf Kalla
Berita Terkini
Asprindo Dorong Skema...
Asprindo Dorong Skema Hybrid Pengelolaan Blok Andaman
9 jam yang lalu
20 Negara Pengimpor...
20 Negara Pengimpor Terbesar Produk China, Indonesia Peringkat Berapa?
10 jam yang lalu
Industri Diajak Bergerak...
Industri Diajak Bergerak Cepat Adopsi Energi Surya
11 jam yang lalu
Migrasi Pertamax ke...
Migrasi Pertamax ke Pertalite, Subsidi BBM Terancam Jebol Rp19,5 Triliun
11 jam yang lalu
Komitmen Perbaikan Tata...
Komitmen Perbaikan Tata Kelola Pengadaan Energi, Pertamina Patra Niaga Gelar FGD
12 jam yang lalu
Rupiah Menguat dalam...
Rupiah Menguat dalam Sepekan, Simak Prediksi Pekan Depan
14 jam yang lalu
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved