Rupiah Diprediksi Melaju Positif

Rabu, 18 Mei 2016 - 08:17 WIB
Rupiah Diprediksi Melaju...
Rupiah Diprediksi Melaju Positif
A A A
JAKARTA - Head of Research NH Korindo Securities Indonesia (NHKSI) Reza Priyambada mengatakan lonjakan harga minyak yang terjadi diperkirakan memberikan sentimen positif bagi rupiah. Support rupiah Rp13.286/USD serta resisten Rp13.268/USD.

Dia menyebutkan pergerakannya akan mampu mengimbangi laju dolar Amerika Serikat (USD). Namun, pergerakan rupiah dibatasi yen yang cenderung melemah seiring dengan rencana BoJ (Bank Sentral Jepang) yang akan memberikan pelonggaran moneter.

“Sebelumnya kami sampaikan masih adanya sentimen negatif membuat laju rupiah kian berat untuk berbalik menguat. Kami memperkirakan laju rupiah masih dalam tren pelemahannya meskipun kami juga berharap adanya pelemahan terbatas pada laju rupiah,” ujarnya, Rabu (18/5/2016).

Dia menyebutkan harapan akan adanya penguatan baru terlaksana kali ini. “Harapan kami agar laju rupiah dapat bertahan di zona positif sehingga dapat membuka peluang kenaikan lebih lanjut,” imbuh Reza.

Di sisi lain, rilis dari dalam negeri berupa angka utang luar negeri Indonesia ditanggapi dingin karena masih dianggap stabil meski terdapat kenaikan jumlah.

Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada akhir triwulan I 2016 tercatat sebesar USD316,0 miliar atau tumbuh 5,7% (yoy), relatif stabil dibandingkan dengan pertumbuhan ULN pada akhir triwulan IV 2015. Berdasarkan jangka waktu asal, ULN jangka panjang tercatat meningkat, sementara ULN jangka pendek menurun. Berdasarkan kelompok peminjam, ULN sektor publik tercatat meningkat, sementara ULN sektor swasta menurun. Dengan perkembangan tersebut, rasio ULN terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) pada akhir triwulan I 2016 tercatat sebesar 36,5%, sedikit meningkat dari 36,0% pada akhir triwulan IV 2015.

Berdasarkan kelompok peminjam, posisi ULN Indonesia didominasi oleh ULN sektor swasta. Pada akhir triwulan I 2016, posisi ULN sektor publik sebesar USD151,3 miliar (47,9% dari total ULN), sementara ULN sektor swasta mencapai USD164,7 miliar (52,1% dari total ULN).
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Harga Emas Antam Anjlok...
Harga Emas Antam Anjlok Parah di Hari Jumat, Turun Tajam hingga Rp35 Ribu/Gram
4 menit yang lalu
Minat Makin Tinggi,...
Minat Makin Tinggi, Perdagangan Pasar Fisik Emas secara Digital di ICDX Tumbuh 338%
1 jam yang lalu
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Ambles ke Level 6.266 saat Ada 518 Saham Malas Bergerak
3 jam yang lalu
Bangun PFII di Bali...
Bangun PFII di Bali Butuh Waktu 3 Tahun, Danantara Siapkan Masa Transisi di Jakarta
3 jam yang lalu
4 Negara Bebas Kewajiban...
4 Negara Bebas Kewajiban Parkir DHE SDA di Himbara, Pemerintah Beri Kelonggaran
4 jam yang lalu
Panda Bond Laris Manis,...
Panda Bond Laris Manis, Indonesia Raup Rp18,47 Triliun
5 jam yang lalu
Infografis
Ukir Sejarah, Timnas...
Ukir Sejarah, Timnas Indonesia Melaju di Kualifikasi Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved