Bentuk Holding, Rumah Sakit BUMN Pede Jadi Terbesar se-Indonesia

Kamis, 19 Mei 2016 - 18:24 WIB
Bentuk Holding, Rumah...
Bentuk Holding, Rumah Sakit BUMN Pede Jadi Terbesar se-Indonesia
A A A
JAKARTA - Rumah sakit milik Badan Usaha Milik negara (BUMN) yakin dengan pembentukan induk usaha (holding) akan membuat rumah sakit pelat merah menjadi yang terbesar se-Indonesia. Penyatuan tersebut diyakini membuat kepemilikan provider dan aset rumah sakit BUMN menjadi yang paling besar dibanding rumah sakit swasta lainnya.

"Hampir di semua daerah beberapa rumah sakit BUMN itu letaknya di main route, di segitiga emasnya tiap kota. Sebagian lagi ada di daerah remote, pada wilayah pertambangan misalnya," kata Ketua Sinergi Badan Usaha Milik negara (BUMN) Dany Amrul Ichdan di Gedung Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis (19/5/2016).

(Baca Juga: Rumah Sakit BUMN Ngebet Bentuk Holding Sebelum Lebaran)

Lanjut dia dengan pembentukan holding ini maka rumah sakit akan mendapat sentuhan manajemen dengan key performance indicator (KPI) seperti rumah sakit pada umumnya. Pasalnya selama ini KPI rumah sakit BUMN mengikuti KPI dari induk usaha, sementara rumah sakit bukan menjadi core business dari induk usaha BUMN tersebut.

"Perlu ada passion dalam pengelolaan rumah sakit sesuai corenya. Akhirnya rumah sakit kembali ke khitohnya. Supaya bisa memberikan business value dan social value. Oleh karena itu perlu sentuhan atau hospital management touch yang selama ini masih mengikuti KPI induk. Padahal rumah sakit ini kan non core, tapi KPI nya masih mengikuti induknya," imbuh dia.

Selain itu, sambung Dirut Rumah Sakit Pertamedika ini, pendapatan dari rumah sakit tersebut akan masuk ke induk holding sebagai dividen. "Jadi kalau selama ini induk mendapatkan dividen dari rumah sakit katakanlah 20% dari laba bersih. Katakanlah laba bersihnya Rp30 miliar dan dapat 20%, dengan adanya operating company, dia harus memberikan benefit kepada induknya," terang Dany.

Dia menambahkan, pembentukan holding rumah sakit BUMN ini juga harus memberikan efisiensi kepada induk dalam hal biaya pengelolaan kesehatan pekerja. Minimal, biaya pengelolaan kesehatan pekerja akan berkurang sekitar 10%.

"Katakanlah biaya kesehatan pekerja PT Perkebunan Rp50 miliar satu tahun, dengan adanya induk ini dengan penyatuan supply chain obat, medical, alat kesehatan semua disatukan otomatis efisiensi lagi. Jadi bisa 10% sampai 15% lagi. Kita bisa support BUMN dalam efisiensi biaya kesehatan pekerja. Kan selama ini tidak terkontrol. Biayanya besar," pungkasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Garuda Indonesia Raih...
Garuda Indonesia Raih Lima Penghargaan Terbaik Pada Ajang BUMN Branding and Marketing Award 2020
Kementerian BUMN Perkenalkan...
Kementerian BUMN Perkenalkan Komunitas Srikandi BUMN
Kementerian BUMN Perluas...
Kementerian BUMN Perluas Vaksinasi untuk Lansia
Tidak Efektif secara...
Tidak Efektif secara Bisnis, 8 BUMN Ini Akan Ditutup
Erick Thohir Ungkap...
Erick Thohir Ungkap 3 BUMN Pemilik Utang Paling Besar
Berikan Kesempatan DisabiĀ­litas...
Berikan Kesempatan DisabiĀ­litas Berkiprah di Lapangan Kerja
Berita Terkini
Kantongi Restu OJK,...
Kantongi Restu OJK, Dua Pemegang Saham Utama CASH Siap Kawal Rights Issue Rp237,2 Miliar
5 menit yang lalu
Purbaya Tepis Kabar...
Purbaya Tepis Kabar Disebut Incar Influencer dan Toko Online: Tegaskan Pajak Demi Keadilan
30 menit yang lalu
Aplikasi Strava Kena...
Aplikasi Strava Kena Pajak 11%, DJP: Hanya Untuk yang Berlangganan
49 menit yang lalu
Menuju Fungsional, Hutama...
Menuju Fungsional, Hutama Karya Catatkan Progres Signifikan Sekolah Rakyat DKI Jakarta dan Banten untuk Tahun Ajaran Baru
1 jam yang lalu
Elnusa Petrofin Salurkan...
Elnusa Petrofin Salurkan Perdana Biosolar B50 untuk Sektor Industri
1 jam yang lalu
Singapura Mulai Proyek...
Singapura Mulai Proyek Raksasa Lawan Kenaikan Permukaan Laut
2 jam yang lalu
Infografis
Menakar Peluang Timur...
Menakar Peluang Timur Kapadze Jadi Pelatih Timnas Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved