BI: Tax Amnesty Bakal Pengaruhi Pertumbuhan Ekonomi RI

Kamis, 19 Mei 2016 - 23:11 WIB
BI: Tax Amnesty Bakal...
BI: Tax Amnesty Bakal Pengaruhi Pertumbuhan Ekonomi RI
A A A
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) menerangkan masih menunggu realisasi kebijakan pengampunan pajak atau tax amnesty dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2016 untuk bisa mengetahui target pertumbuhan ekonomi RI selanjutnya. Dengan mengikuti pembahasan kedua hal itu, BI diyakini akan memiliki gambaran lebih tajam soal bagaimana pertumbuhan ekonomi RI 2016 ataupun dalam jangka menengah.

‎"Secara umum, kami masih akan mengikuti proses yang akan dilalui pemerintah khususnya dua hal yakni rencana pembahasan dengan DPR terkait tax amnesty serta realisasinya dan rencana pemerintah membahas revisi APBN 2016.‎ Karena dua hal itu yang akan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi kita," ucap Gubernur BI Agus DW Martowardojo di Jakarta, Kamis (19/5/2016).

(Baca Juga: BI Revisi Pertumbuhan Ekonomi RI Lebih Rendah)

Lanjut dia BI juga mengamati kondisi eksternal global yakni dimana pertumbuhan ekonomi dunia yang kembali lebih lemah dibanding sebelumnya. Hal ini menjadi perhatian, lantaran pertumbuhan ekonomi dunia yang melemah ini tidak hanya bersumber dari negara maju, tapi juga negara berkembang.

"Kami simak, kajian negara berkembang di dunia terjadi koreksi tajam dan tentu hal ini berdampak pada negara berkembang seperti Indonesia," sambung dia.

Dia menambahkan bahwa harga komoditas yang menjadi andalan Indonesia terlihat sudah mulai membaik, walaupun harga minyak diperkirakan masih akan rendah. BI juga akan mengkaji lebih mendalam pertumbuhan ekonomi Indonesia khususnya di kuartal I 2016 dibandingkan dengan kuartal I 2015.

Pasalnya, BI menyadari ‎meski ekonomi Indonesia terlihat masih cukup kuat, namun pertumbuhan konsumsi domestik masih belum terjadi peningkatan yang baik, dan kondisi investasi masih menunjukan kondisi belum terlalu kuat.

"Maka itu, kami perlu lakukan penyesuaian, karena ekonomi dunia melemah dan berdampak pasar ekspor impor Indonesia," pungkasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Proyeksi Pertumbuhan...
Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI Kembali Dipangkas
BI Proyeksikan Ekonomi...
BI Proyeksikan Ekonomi RI Tumbuh 4,7 Persen hingga 5,5 Persen di 2025
BI Optimistis Ekonomi...
BI Optimistis Ekonomi Indonesia Capai 5,5% di 2024
BI Proyeksikan Ekonomi...
BI Proyeksikan Ekonomi Indonesia Tumbuh 4,9%–5,7% di 2026
Uji Kelayakan jadi Deputi...
Uji Kelayakan jadi Deputi Gubernur BI, Ini Jurus Juda Agung Selamatkan Ekonomi RI
Ramalan Bos BI: Ekonomi...
Ramalan Bos BI: Ekonomi Indonesia 2024 Tumbuh di Kisaran 4,7-5,5%
Berita Terkini
IHSG Sesi Siang Merayap...
IHSG Sesi Siang Merayap Naik 0,21 Persen, Transaksi Cetak Rp6,7 Triliun
26 menit yang lalu
Apa Sih Sebenarnya Logam...
Apa Sih Sebenarnya Logam Tanah Jarang? Sering Disebut Minyak Baru
1 jam yang lalu
Layanan Super Cepat,...
Layanan Super Cepat, TASPEN Rampungkan 99,97% Klaim dan Targetkan Selesai H+1
1 jam yang lalu
Solusi Cicilan Lebih...
Solusi Cicilan Lebih Ringan, Intip Keuntungan Pindah KPR ke BRI
2 jam yang lalu
Rahasia Industri Logam...
Rahasia Industri Logam Tanah Jarang China Dibongkar Ilmuwan, AS-Jepang Pegang Kunci Mineral Langka!
3 jam yang lalu
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Turun ke 5.865, Mayoritas Saham Berada di Zona Merah
4 jam yang lalu
Infografis
Bakar Uang Demi Perang:...
Bakar Uang Demi Perang: Jejak Kelam Ekonomi Militer AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved