BI FAST Beri Dampak Positif ke Pertumbuhan Ekonomi Digital

loading...
BI FAST Beri Dampak Positif ke Pertumbuhan Ekonomi Digital
Dengan adanya BI-FAST, nasabah juga dapat melakukan online transfer hanya dengan informasi nomor handphone atau alamat e-mail penerima, selain informasi nomor rekening. Foto/Dok
JAKARTA - Rencana Bank Indonesia (BI) meluncurkan BI Fast Payment (BI FAST) pada akhir tahun ini disambut baik industri perbankan karena akan berdampak positif bagi pertumbuhan ekonomi digital . BI FAST yaitu penerapan Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia 2025 untuk menyediakan infrastruktur sistem pembayaran ritel yang lebih cepat, mudah, ekonomis, serta dapat dilakukan secara real-time dan 24/7.

Terkait hal tersebut, PT Anabatic Technologies Tbk (Anabatic) telah menyiapkan solusi untuk membantu perbankan siap secara teknologi sehingga implementasi BI FAST dapat berjalan lancar. Solusi tersebut, yaitu Digital X’formation Platform (DXP).

Baca Juga : Tabungan Masyarakat Membengkak di Bank, OJK Peringatkan Bahaya Alternatif Investasi

Head of Solution Anabatic Regina Anastasia menjelaskan, DXP akan menciptakan komunikasi untuk omnichannel yang dimiliki oleh bank. Platform DXP merupakan layer tambahan atau digital payment switch yang di-deployed pada server IBM untuk menjaga stabilitas serta scalable dari platform.

DXP menjadi solusi yang bisa membantu bank melakukan transformasi tidak harus mengubah seluruh sistem yang ada, tapi hanya menambah satu layer. DXP pun membantu bank untuk berkomunikasi melalui API, ISO 8583 sampai ISO 20022 yang dibutuhkan untuk transformasi menyongsong BI FAST dan new swift regulation.



“Misalnya, sebuah bank punya internal system terkait core banking-nya, terkait credit card sampai dengan treasury system. Ini bisa komunikasi dengan digital system-nya (eKYC, biometrics, e-wallet, Open API),” kata Regina dalam Webinar ‘Membangun Ekosistem Sistem Pembayaran Digital Menyongsong BI FAST’ yang diselenggarakan Infobank dan Anabatic di Jakarta, Selasa (3/8/2021).

Regina menambahkan, untuk bisa cocok dengan konektor dari BI, kapabilitas platform tersebut di-provide tidak terbatas sebagai konverter saja. “Tapi kami provide dari sisi digital payment switch-nya. Sehingga mempunyai nilai tidak terbatas pada koverter saja. Karena bagaimana bank harus bisa “in” dengan Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) 2021,” jelasnya.

Seperti diketahui, tahun 2021 menjadi tahun percepatan pertumbuhan ekonomi digital. Memasuki era digital, masyarakatpun membutuhkan layanan sistem pembayaran yang makin cepat, mudah, murah dan aman. Industri pun menyambut positif akan kehadiran BI FAST tersebut, karena akan berdampak positif bagi pertumbuhan ekonomi digital.

Chief Economist PT Bank Mandiri Tbk, Andry Asmoro mengatakan saat ini perbankan pun sudah mulai berlomba-lomba bertransformasi digital untuk memberi layanan terbaik buat nasabahnya, mulai dari perubahan business model, scaleup to the bank, customer experience.

Baca Juga : Sri Mulyani Waspadai Perubahan Tabungan Masyarakat

Hal tersebut dilakukan seiring dengan meningkatnya penggunaan teknologi dari 0,2% ke 50%, mulai dari internet banking hingga ke mobile banking. “Perkembangan digital native di Indonesia didorong oleh penetrasi internet. Bank Madiri sendiri jauh telah melakukan transformasi digital, bahkan jauh sebelum pandemi,” ujarnya.

Hal serupa juga disampaikan EVP For Application Management & Opration Bank BRI, I Nyoman Sugiriyasa. Menurutnya, semuanya saat ini tengah berenovasi ke arah digital, banyak platfom-platform digital bermunculan, terlebih saat pandemi. Sehingga sitem pembayaran digital yang murah, cepat, dan aman semakin dirasakan manfaatnya buat masyarakat.



“Financial services juga sangat cepat berubah, masyarakat sudah mulai mengurangi transaksi dengan uang tunai, yang tidak kalah pentingnya digital payment yang mulai sangat pesat. Yang menarik, digital platform mulai meningkatkan service-nya untuk bisa memenuhi kebutuhan masyatakat dengan super apps,” terangnya.
(dar)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top