PLN Akan Memproduksi Peralatan Teknis Hasil Karyawannya

Minggu, 22 Mei 2016 - 15:48 WIB
PLN Akan Memproduksi...
PLN Akan Memproduksi Peralatan Teknis Hasil Karyawannya
A A A
YOGYAKARTA - Kemampuan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) dalam bidang kelistrikan tidak diragukan lagi. Kali ini, perusahaan pelat merah itu membuat terobosan baru. Yaitu memproduksi massal beragam peralatan teknis hasil inovasi kartawan mereka.

Peralatan teknis yang siap diproduksi massal ini, sebagai besar merupakan bagian peralatan teknis yang digunakan PLN dalam menyelesaikan tugas mereka menjaga pasokan listrik ke masyarakat.

Manajer Perencanaan dan Pusat Hasil Analisis (Pusharlis) PLN, Irawan Yanuarto mengungkapkan, rencana produksi ini selaras dengan visi perusahaan yang mendorong karyawan untuk berkarya. Menghasilkan peralatan yang mempermudah tugas mereka. Hasil karya ini melibatkan Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) PLN sebagai koordinatornya.

"Ada semacam kompetisi yang dilakukan sejak tahun 2007 lalu," tuturnya.

Irawan mengisahkan peralatan yang dihasilkan bermula dari kesulitan karyawan ketika menyelesaikan persoalan teknis dalam tugas. Dari masalah yang dihadapi, mereka lalu melakukan inovasi untuk menciptakan peralatan pemecah masalah.

Melihat inovasi ini, PLN lalu menyambutnya dalam bentuk bengkel dan workshop. Singkat kata, hasil inovasi karyawan ini kemudian diuji coba dalam berbagai kajian. Gunanya untuk mengukur apakah peralatan ini layak diproduksi secara massal atau tidak. Ternyata hasil inovasi ini mumpuni. PLN pun menyatakan ingin memproduksi secara massal.

“Sudah ada ribuan alat berhasil diciptakan melalui inovasi tersebut,” sambungnya.

Menurut Irawan, dari hasil pertimbangan teknis, peralatan ini untuk pertama akan dimanfaatkan oleh internal, selanjutnya oleh masyarakat luas.

Adapun saat ini, setidaknya 12 item atau jenis peralatan yang bakal diproduksi massal. Salah satunya alat pemindahan beban listrik tanpa pemadaman. Alat ini bisa mempermudah karyawan PLN ketika memperbaiki jaringan yang terganggu tanpa melakukan pemadaman.

Alat ini mendesak diproduksi karena prinsip PLN adalah selalu meningkatkan kenyamanan pelanggan.

Budi Purwono, salah satu pengurus Serikat Pekerja PLN, mengatakan alat ini semakin meningkatkan layanan petugas PLN terhadap konsumen. Karena pihaknya berupaya meminimalisasi gangguan yang ada di jaringan.

Begitu banyak pekerjaan pemeliharaan jaringan yang harus dilakukan, sementara peralatan yang ada terkadang belum mampu memecahkan persoalan teknis yang sering mereka hadapi di lapangan.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kompor Induksi Buat...
Kompor Induksi Buat Hidup Jadi Lebih Praktis, Nyaman dan Hemat
PLN Runners Bertekad...
PLN Runners Bertekad Sukseskan PLN Mobile Color Run 2025 di Palembang
Program Ikatan Kerja...
Program Ikatan Kerja PT PLN (Persero) Resmi Dibuka, Ini Persyaratannya!
Alasan PLN Matikan Listrik...
Alasan PLN Matikan Listrik Pelanggan saat Hujan Deras
PLN Startup Day 2025...
PLN Startup Day 2025 Dukungan Kembangkan Startup Greentech Indonesia
Viral, Tiang Listrik...
Viral, Tiang Listrik Berdiri di Tanah Warga, Mau Dipindah PLN Minta Rp12,6 Juta
Berita Terkini
Transaksi Digital Melonjak,...
Transaksi Digital Melonjak, Visa Tekankan Pentingnya Pengelolaan Risiko
12 menit yang lalu
Peringati Hari Lingkungan...
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, BRI Dorong Sadar Budaya Kelola Sampah melalui Green Action BRI Peduli
19 menit yang lalu
Rupiah Ambruk Tembus...
Rupiah Ambruk Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Pengusaha Ritel Sport Jantung
27 menit yang lalu
Lindungi Konsumen, Pakar...
Lindungi Konsumen, Pakar UI Ingatkan Dampak Paparan BPA Galon Guna Ulang
54 menit yang lalu
IHSG Kembali Babak Belur...
IHSG Kembali Babak Belur Siang Ini, Nyungsep 2,53% ke 5.692
1 jam yang lalu
Teknologi Fungisida...
Teknologi Fungisida Baru Syngenta Dukung Target Swasembada Beras
1 jam yang lalu
Infografis
Hasil Drawing Grup Piala...
Hasil Drawing Grup Piala Dunia 2026: Brasil dan Prancis Dihadang Kuda Hitam
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved