Dana Pensiun PNS Malaysia Jadi Korban eFishery, Kerugian Capai Rp855 Miliar
Minggu, 19 Juli 2026 - 12:09 WIB
loading...
Perdana Menteri (PM) Malaysia Anwar Ibrahim. FOTO/Bernama
A
A
A
KUALA LUMPUR - Perdana Menteri (PM) Malaysia Anwar Ibrahim mengungkapkan pengelola dana pensiun pegawai negeri Malaysia, Kumpulan Wang Persaraan (KWAP), menjadi salah satu korban dugaan manipulasi laporan keuangan startup akuakultur Indonesia, eFishery. Investasi senilai USD47,7 juta atau sekitar Rp855 miliar kini menjadi bagian dari upaya hukum dan pemulihan dana yang dilakukan konsorsium investor.
"Investasi di eFishery juga melibatkan sejumlah investor institusi internasional terkemuka dan dana investasi teknologi, termasuk Temasek, SoftBank, 42XFund, dan Northstar," kata Anwar dalam jawaban tertulis kepada parlemen, seperti dikutip dari New Straits Times, Minggu (19/7/2026).
Baca Juga: Peta Politik Malaysia Terus Berubah Warna, PM Anwar Ibrahim Kian Tersudut
Anwar, yang juga menjabat Menteri Keuangan Malaysia, menjelaskan keputusan investasi tersebut diambil setelah melalui proses uji tuntas (due diligence) dan tata kelola yang berlaku berdasarkan informasi yang tersedia saat itu. KWAP juga mengkaji laporan keuangan yang telah diaudit dan diverifikasi oleh auditor internasional sebelum menyetujui investasi.
Menurut Anwar, seluruh anggota konsorsium investor melakukan penelaahan secara independen untuk memastikan informasi yang disampaikan perusahaan lengkap dan dapat dipercaya. Namun, belakangan terungkap bahwa manajemen eFishery diduga memanipulasi laporan keuangan sehingga merugikan para investor institusi.
"Investasi di eFishery juga melibatkan sejumlah investor institusi internasional terkemuka dan dana investasi teknologi, termasuk Temasek, SoftBank, 42XFund, dan Northstar," kata Anwar dalam jawaban tertulis kepada parlemen, seperti dikutip dari New Straits Times, Minggu (19/7/2026).
Baca Juga: Peta Politik Malaysia Terus Berubah Warna, PM Anwar Ibrahim Kian Tersudut
Anwar, yang juga menjabat Menteri Keuangan Malaysia, menjelaskan keputusan investasi tersebut diambil setelah melalui proses uji tuntas (due diligence) dan tata kelola yang berlaku berdasarkan informasi yang tersedia saat itu. KWAP juga mengkaji laporan keuangan yang telah diaudit dan diverifikasi oleh auditor internasional sebelum menyetujui investasi.
Menurut Anwar, seluruh anggota konsorsium investor melakukan penelaahan secara independen untuk memastikan informasi yang disampaikan perusahaan lengkap dan dapat dipercaya. Namun, belakangan terungkap bahwa manajemen eFishery diduga memanipulasi laporan keuangan sehingga merugikan para investor institusi.
Lihat Juga :