IHSG Awal Pekan Ini Diprediksi Masih di Kisaran 4.700
Senin, 23 Mei 2016 - 06:57 WIB
IHSG Awal Pekan Ini Diprediksi Masih di Kisaran 4.700
A
A
A
JAKARTA - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan berada di rentang support 4675-4720 dan resisten 4765-4777 pada perdagangan awal pekan ini.
Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia, Reza Priyambada mengatakan, IHSG akan membentuk pola hammer mendekati area lower bollinger band (LBB).
"MACD cenderung bergerak turun dengan kecenderungan membentuk dead cross dengan histogram positif yang mulai menurun. RSI, Stochastic, dan William’s %R berbalik turun," ujarnya melalui keterangan tertulis di Jakarta, Minggu (22/5/2016).
Sementara, kata dia, laju pergerakan IHSG pada pekan lalu sempat di bawah area target support (4.720-4.745) dan masih di bawah area target resisten (4.786-4.835).
Menurutnya, pelemahan masih dimungkinkan terjadi jika pelaku pasar tidak kembali melakukan aksi belinya serta penguatan pada akhir pekan kemarin pun belum sepenuhnya mengkonfirmasi kenaikan lebih lanjut.
Apalagi, lanjut Reza, jika sentimen yang ada tidak terlalu mendukung untuk kenaikan tersebut. Selain itu, laju pasar obligasi dan rupiah masih berada dalam tren pelemahannya.
Diharapkan laju IHSG dapat kembali menemukan momentum kenaikannya meski masih terbatas. Jika dorongan volume beli belum ada di pekan ini, maka laju IHSG dapat kembali confirm melanjutkan pelemahannya.
"Terkecuali jika pelaku pasar memanfaatkan pelemahannya tersebut untuk BoW," pungkasnya.
Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia, Reza Priyambada mengatakan, IHSG akan membentuk pola hammer mendekati area lower bollinger band (LBB).
"MACD cenderung bergerak turun dengan kecenderungan membentuk dead cross dengan histogram positif yang mulai menurun. RSI, Stochastic, dan William’s %R berbalik turun," ujarnya melalui keterangan tertulis di Jakarta, Minggu (22/5/2016).
Sementara, kata dia, laju pergerakan IHSG pada pekan lalu sempat di bawah area target support (4.720-4.745) dan masih di bawah area target resisten (4.786-4.835).
Menurutnya, pelemahan masih dimungkinkan terjadi jika pelaku pasar tidak kembali melakukan aksi belinya serta penguatan pada akhir pekan kemarin pun belum sepenuhnya mengkonfirmasi kenaikan lebih lanjut.
Apalagi, lanjut Reza, jika sentimen yang ada tidak terlalu mendukung untuk kenaikan tersebut. Selain itu, laju pasar obligasi dan rupiah masih berada dalam tren pelemahannya.
Diharapkan laju IHSG dapat kembali menemukan momentum kenaikannya meski masih terbatas. Jika dorongan volume beli belum ada di pekan ini, maka laju IHSG dapat kembali confirm melanjutkan pelemahannya.
"Terkecuali jika pelaku pasar memanfaatkan pelemahannya tersebut untuk BoW," pungkasnya.
(ven)
Lihat Juga :