IHSG Awal Pekan Dibuka Menghijau, Bursa Asia Mixed
Senin, 23 Mei 2016 - 09:46 WIB
IHSG Awal Pekan Dibuka Menghijau, Bursa Asia Mixed
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada awal perdagangan pekan ini dibuka di zona hijau untuk melanjutkan tren positif akhir pekan kemarin. Pagi ini IHSG dibuka menguat 8,65 poin atau 0,8% ke level 4.720,52 seiring variatifnya bursa saham Asia.
Sementara, IHSG pada perdagangan akhir pekan kemarin tercatat berkurang 0,16% atau 7,66 poin ke level 4.711,88 mengiri penguatan yang terjadi pada mayoritas bursa Asia menguat setelah menapak kerugian sebelumnya.
Seperti dilansir Reuters, Senin (23/5/2016) beberapa saham Asia terlihat mencatatkan hasil positif, meski ada juga yang masih terjerembab ke zona merah. Sedangkan dolar Amerika Serikat (USD) memberikan perlawanan terhadap beberapa mata uang utama lain ketika The Fed berniat menaikkan kembali suku bunga acuan pada Juni nanti.
Indeks MSCI dari saham Asia-Pasifik di luar Jepang mengalami kenaikan 0,2% setelah Wall Street reli pada akhir pekan lalu saat meningkatnya ekpektasi terkait pengetatan kebijakan moneter. Adapun Nikkei Jepang N225 terlihat tergelincir saat mengawali hari ini dengan penurunan 166,14 poin atau 0,99% ke level 16.570,21.
Hal yang sama juga dialami indeks Straits Times yang turun 0,90 poin atau 0,03% ke level 2.762,92, sedangkan penguatan justru terjadi pada dua indeks utama Asia lainnya. Indeks Shanghai bertambah 18,66 poin atau 0,66% di level 2.844,14. Penguatan juga terjadi pada indeks Hang Seng lewat kenaikan 73,48 poin ke level 19.925,68.
Sektor saham dalam negeri tercatat mayoritas berada dalam tren positif. Sektor dengan penguatan tertinggi adalah infrastruktur yang naik 0,87% dan sektor yang melemah terdalam adalah industri dasar yang turun 0,24%.
Beberapa saham-saham yang menguat di antaranya PT Matahari Department Store Tbk. (LPPF) naik Rp350 menjadi Rp18.400, PT Surya Toto Indonesia Tbk. (TOTO) bertambah Rp75 menjadi Rp5.950 dan PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk menguat Rp40 atau 1,7% menjadi Rp2.270.
Saham-saham yang melemah di antaranya, PT Gudang Garam Tbk (GGRM) turun Rp375 menjadi Rp72.150 diikuti saham PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. (SMGR) yang berkurang Rp175 menjadi Rp8.825 serta PT Binakarya Jaya Abadi Tbk. (BIKA) menyusut Rp145 menjadi Rp1.340 .
Sementara, IHSG pada perdagangan akhir pekan kemarin tercatat berkurang 0,16% atau 7,66 poin ke level 4.711,88 mengiri penguatan yang terjadi pada mayoritas bursa Asia menguat setelah menapak kerugian sebelumnya.
Seperti dilansir Reuters, Senin (23/5/2016) beberapa saham Asia terlihat mencatatkan hasil positif, meski ada juga yang masih terjerembab ke zona merah. Sedangkan dolar Amerika Serikat (USD) memberikan perlawanan terhadap beberapa mata uang utama lain ketika The Fed berniat menaikkan kembali suku bunga acuan pada Juni nanti.
Indeks MSCI dari saham Asia-Pasifik di luar Jepang mengalami kenaikan 0,2% setelah Wall Street reli pada akhir pekan lalu saat meningkatnya ekpektasi terkait pengetatan kebijakan moneter. Adapun Nikkei Jepang N225 terlihat tergelincir saat mengawali hari ini dengan penurunan 166,14 poin atau 0,99% ke level 16.570,21.
Hal yang sama juga dialami indeks Straits Times yang turun 0,90 poin atau 0,03% ke level 2.762,92, sedangkan penguatan justru terjadi pada dua indeks utama Asia lainnya. Indeks Shanghai bertambah 18,66 poin atau 0,66% di level 2.844,14. Penguatan juga terjadi pada indeks Hang Seng lewat kenaikan 73,48 poin ke level 19.925,68.
Sektor saham dalam negeri tercatat mayoritas berada dalam tren positif. Sektor dengan penguatan tertinggi adalah infrastruktur yang naik 0,87% dan sektor yang melemah terdalam adalah industri dasar yang turun 0,24%.
Beberapa saham-saham yang menguat di antaranya PT Matahari Department Store Tbk. (LPPF) naik Rp350 menjadi Rp18.400, PT Surya Toto Indonesia Tbk. (TOTO) bertambah Rp75 menjadi Rp5.950 dan PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk menguat Rp40 atau 1,7% menjadi Rp2.270.
Saham-saham yang melemah di antaranya, PT Gudang Garam Tbk (GGRM) turun Rp375 menjadi Rp72.150 diikuti saham PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. (SMGR) yang berkurang Rp175 menjadi Rp8.825 serta PT Binakarya Jaya Abadi Tbk. (BIKA) menyusut Rp145 menjadi Rp1.340 .
(akr)
Lihat Juga :