IHSG Ditutup Naik 62,19 Poin, Bursa China Turun Sendirian
Rabu, 25 Mei 2016 - 16:49 WIB
IHSG Ditutup Naik 62,19 Poin, Bursa China Turun Sendirian
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini berakhir menguat 62,19 poin atau 1,32% ke level 4.772,98 untuk menjaga tren positif sejak sesi pembukaan pagi tadi. Kebangkitan bursa saham Tanah Air mengiringi mayoritas bursa utama Asia yang juga kompak menghijau.
Sementara pada pembukaan perdagangan tadi pagi bursa saham Tanah Air bertambah 32,83 poin atau 0,70% ke level 4.743,62 dan pada sesi I IHSG masih bertahan di zona hijau dengan kenaikan sebesar 39,44 poin atau 0,84% ke level 4.750,22. Pada perdagangan kemarin IHSG berakhir melemah 32,88 poin atau 0,69% ke level 4.710,79.
Dilansir CNBC, Rabu (25/5/2016) mayoritas bursa saham Asia ditutup melonjak naik, dipimpin kenaikan tertinggi indeks saham Hongkong yakni Hang Seng dengan lebih dari 1%. Sementara Nikkei Jepang berakhir naik 258,59 poin atau 1,57% ke level 16.757,35 saat beberapa saham menerima dorongan dari pelemahan yen terhadap USD.
Di seberang Selat Korea, indeks Kospi bertambah 22,83 poin atau 1,18% ke posisi 1.960,51 dilanjutkan penguatan indeks Australia naik 74,90 poin menjadi 5.436,80. Ketika indeks Hang Seng melesat 2,47% ke level 20.368,05, pelemahan justru terjadi pada indeks Shanghai yang menyusut 6,58 poin atau 0,23% ke level 2.815,09
"Pasar Asia telah terbatas untuk berurusan dengan isu yang beredar. Pergerakan hari ini menjadi refleksi dari keyakinan bahwa ekonomi global tidak bener-benar terpuruk," ucap Kepala Strategi IG Chris Weston.
Presiden Fed St Louis James Bullard mengatakan memang sudah saatnya untuk menaikkan kembali tingkat suku bunga acuan AS atau Fed rate. Bank Sentral AS (The Fed) sendiri telah menahan suku bunga pada level 0,25% hingga 0,5% pada pertemuan April lalu dan diharapkan Juni nanti Fed rate dapat kembali berubah.
Bullard sendiri mengirimkan sinyal cukup jelas terkait kenaikan suku bunga acuan. "Saya pikir data ketenagakerjaan AS mulai membaik," ujarnya, meski ia mengakui bahwa data ekonomi lainnya tidak begitu kokoh. Seperti diketahu The Fed sebelumnya menerangkan baru akan menaikkan suku apabila data ekonomi AS mulai bangkit.
Adapun sektor saham dalam negeri hari ini, mayoritas berakhir menguat. Sektor dengan penguatan tertinggi adalah aneka industri yang naik 2,48% diikuti sektor properti dengan mencetak keuntungan 2,04%.
Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp5,05 triliun dengan 4,80 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing Rp338,8 miliar dengan aksi jual asing mencapai Rp1,88 triliun dan aksi beli sebesar Rp2,22 triliun. Tercatat 222 saham menguat, 108 saham melemah dan 82 saham stagnan.
Adapun saham-saham yang menguat di antaranya PT Tembaga Mulia Semanan Tbk. (TBMS) naik Rp1100 menjadi Rp10.000, PT Mayora Indah Tbk. (MYOR) bertambah Rp600 menjadi Rp39.100 serta PT Astra International Tbk. (ASII) menguat Rp200 menjadi Rp6.575.
Saham-saham yang melemah di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) menyusut Rp150 menjadi Rp71.000, PT Surya Toto Indonesia Tbk. (TOTO) berkurang Rp100 menjadi Rp5,700 dan PT Mitra Adiperkasa Tbk. (MAPI) turun Rp50 menjadi Rp3.810.
Sementara pada pembukaan perdagangan tadi pagi bursa saham Tanah Air bertambah 32,83 poin atau 0,70% ke level 4.743,62 dan pada sesi I IHSG masih bertahan di zona hijau dengan kenaikan sebesar 39,44 poin atau 0,84% ke level 4.750,22. Pada perdagangan kemarin IHSG berakhir melemah 32,88 poin atau 0,69% ke level 4.710,79.
Dilansir CNBC, Rabu (25/5/2016) mayoritas bursa saham Asia ditutup melonjak naik, dipimpin kenaikan tertinggi indeks saham Hongkong yakni Hang Seng dengan lebih dari 1%. Sementara Nikkei Jepang berakhir naik 258,59 poin atau 1,57% ke level 16.757,35 saat beberapa saham menerima dorongan dari pelemahan yen terhadap USD.
Di seberang Selat Korea, indeks Kospi bertambah 22,83 poin atau 1,18% ke posisi 1.960,51 dilanjutkan penguatan indeks Australia naik 74,90 poin menjadi 5.436,80. Ketika indeks Hang Seng melesat 2,47% ke level 20.368,05, pelemahan justru terjadi pada indeks Shanghai yang menyusut 6,58 poin atau 0,23% ke level 2.815,09
"Pasar Asia telah terbatas untuk berurusan dengan isu yang beredar. Pergerakan hari ini menjadi refleksi dari keyakinan bahwa ekonomi global tidak bener-benar terpuruk," ucap Kepala Strategi IG Chris Weston.
Presiden Fed St Louis James Bullard mengatakan memang sudah saatnya untuk menaikkan kembali tingkat suku bunga acuan AS atau Fed rate. Bank Sentral AS (The Fed) sendiri telah menahan suku bunga pada level 0,25% hingga 0,5% pada pertemuan April lalu dan diharapkan Juni nanti Fed rate dapat kembali berubah.
Bullard sendiri mengirimkan sinyal cukup jelas terkait kenaikan suku bunga acuan. "Saya pikir data ketenagakerjaan AS mulai membaik," ujarnya, meski ia mengakui bahwa data ekonomi lainnya tidak begitu kokoh. Seperti diketahu The Fed sebelumnya menerangkan baru akan menaikkan suku apabila data ekonomi AS mulai bangkit.
Adapun sektor saham dalam negeri hari ini, mayoritas berakhir menguat. Sektor dengan penguatan tertinggi adalah aneka industri yang naik 2,48% diikuti sektor properti dengan mencetak keuntungan 2,04%.
Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp5,05 triliun dengan 4,80 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing Rp338,8 miliar dengan aksi jual asing mencapai Rp1,88 triliun dan aksi beli sebesar Rp2,22 triliun. Tercatat 222 saham menguat, 108 saham melemah dan 82 saham stagnan.
Adapun saham-saham yang menguat di antaranya PT Tembaga Mulia Semanan Tbk. (TBMS) naik Rp1100 menjadi Rp10.000, PT Mayora Indah Tbk. (MYOR) bertambah Rp600 menjadi Rp39.100 serta PT Astra International Tbk. (ASII) menguat Rp200 menjadi Rp6.575.
Saham-saham yang melemah di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) menyusut Rp150 menjadi Rp71.000, PT Surya Toto Indonesia Tbk. (TOTO) berkurang Rp100 menjadi Rp5,700 dan PT Mitra Adiperkasa Tbk. (MAPI) turun Rp50 menjadi Rp3.810.
(akr)
Lihat Juga :