Ekonom: Pemerintah Tak Mungkin Susun APBN Terlalu Realistis

Minggu, 29 Mei 2016 - 15:29 WIB
Ekonom: Pemerintah Tak...
Ekonom: Pemerintah Tak Mungkin Susun APBN Terlalu Realistis
A A A
TANGERANG - Ekonom Bank Permata Joshua Pardede mengatakan, pemerintah tidak mungkin membuat susunan atau list di Anggaran Pendapan dan Belanja Negara (APBN) yang terlalu realistis. Jika ini dilakukan, maka akan membuat investor berpaling dari Indonesia.

Selama ini, prediksi pemerintah soal komponen pendukung pertumbuhan ekonomi dinilai terlalu optimistis. Dengan terlalu optimisnya pemerintah membuat terkadang targetnya tidak tercapai.

"Kalau dibilang harus relitistis ya jangan juga. Saya melihat bukan hanya di Indonesia, pemerintah di manapun harusnya optimis karena ini bagian dari manage ekspektasi dan meningkatkan iklim investasi. Kalau pemerintah bilang pertumbuhan ekonomi hanya 4,5% ya investor kabur dong. Itu enggak bagus juga," katanya di Tangerang, Sabtu (27/5/2016).

Di satu sisi, lanjut dia, pemerintah memang mesti optimistis, namun juga harus di-manage ekspektasinya dan mesti realistis. Karena, ini berkaitan dengan kredibilitas pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) secara keseluruhan.

"Harus di-manage. Karena ini kaitannya sama masalah kredibilitas. Kalau tidak tercapai akan mengurangi kredibilitas. Dampaknya ke persepsi investor," kata dia.

Sementara, jika melihat investasi swasta di Idonesia, ini masih agak jauh dari harapan, dan publik memang masih mengandalkan investasi pemrintah karena swasta masih mengencangkan ikat pinggang dan arahnya belum mau ekspansi.

"Maka, ke depan saya pikir ke kuncinya adalah pemerintah bisa memengaruhi investasi swasta dan investasi swasta ini bisa mengembalikan purchasing power. Tapi, saya sepakat di APBN ditaruh yang moderat, jauh lebih elegan dibanding range yang agak rancu," pungkasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
APBN per November 2024...
APBN per November 2024 Tekor Rp401,8 triliun
APBN Februari 2025 Defisit...
APBN Februari 2025 Defisit 0,13 Persen atau Rp31,2 Triliun
Simak! Kinerja APBN...
Simak! Kinerja APBN Mei 2022
Kinerja APBN 2021 Dinilai...
Kinerja APBN 2021 Dinilai Cukup Positif, Ini Penjelasannya
APBN Defisit Rp104,2...
APBN Defisit Rp104,2 Triliun per Maret 2025
APBN Kuartal I 2025...
APBN Kuartal I 2025 Tetap Terjaga
Berita Terkini
1.500 Pekerja Tekstil...
1.500 Pekerja Tekstil Terancam Kena PHK, Said Iqbal Ungkap Lokasinya
9 menit yang lalu
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
9 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
9 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
9 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
10 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
10 jam yang lalu
Infografis
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved