Tutup Bulan, IHSG Berakhir Melemah Tinggalkan Level 4.800
Selasa, 31 Mei 2016 - 16:36 WIB
Tutup Bulan, IHSG Berakhir Melemah Tinggalkan Level 4.800
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini berakhir semakin merosot tinggalkan level 4.800. IHSG sore hari ini ditutup berkurang 39,16 poin atau 0,81% ke level 4.796,87 di tengah mayoritas menguatnya bursa saham Asia.
Pada pembukaan perdagangan tadi pagi bursa saham Tanah Air melemah 4,48 poin atau 0,09% ke level 4.831,55 dan pada sesi I IHSG melemah 21,94 poin atau 0,45% ke level 4.814,10. Sementara, pada perdagangan kemarin ditutup menguat 21,30 poin atau 0,44% ke level 4.836,03.
Dilansir CNBC, Selasa (31/5/2016), Saham Asia ditutup sebagian besar lebih tinggi, dengan bursa saham China melompat hingga 3%. Begitu juga dengan indeks Jepang, Nikkei N225 yang berakhir naik setelah data ekonomi lebih baik dari perkiraan.
Pasar saham daratan China melonjak, dengan Indeks Shanghai ditutup naik 3,32% atau 93,7 poin ke level 2.916,49 dan Shenzhen ditutup 4,091% lebih tinggi atau 73,585 poin di level 1.872,359.
Bursa saham China mungkin akan mendapatkan rangsangan dari laporan Goldman Sachs yang dirilis hari ini, yang menimbulkan estimasi probabilitas dari 50% menjadi 70% untuk dimasukkan di indeks MSCI.
MSCI akan mengumumkan Annual Market Classification Review pada 15 Juni, yang mungkin melihat pasar saham yang termasuk dalam indeks.
Sementara, Indeks Nikkei N225 ditutup naik naik 0,98% atau 166,96 poin ke level 17.234,98, dan di Korea Selatan, Kospi mengakhiri sesi naik 0,83% atau 16,27 poin ke level 1.983,4. Indeks Australia, ASX 200 ditutup turun 0,54% atau 29,417 poin ke level 5.378,6 setelah sub indeks energi turun 1,45%.
Sektor saham dalam negeri hampir semuanya berada di jalur negatif. Sektor dengan pelemahan terdalam adalah perkebunan yang turun 2,28%. Sementara, sektor yang menguat hanya infrastruktur yang naik 0,33%.
Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp8,81 triliun dengan 5,38 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing Rp379,14 miliar dengan aksi jual asing mencapai Rp5,21 triliun dan aksi beli sebesar Rp5,59 triliun. Tercatat 112 saham menguat, 194 saham melemah dan 100 saham stagnan.
Adapun saham-saham yang menguat di antaranya PT Maskapai Reasuransi Indonesia Tbk (MREI) naik Rp1.575 menjadi Rp9.525, PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) naik Rp325 menjadi Rp18.975, dan PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) naik Rp100 menjadi Rp6.400.
Sementara, saham-saham yang melemah di antaranya PT Tembaga Mulia Semanan Tbk (TBMS) turun Rp1.000 menjadi Rp9.000, PT Astra Internasional Tbk (ASII) turun Rp150 menjadi Rp6.600, dan PT Panin Sekuritas Tbk (PANS) turun Rp120 menjadi Rp3.200.
Pada pembukaan perdagangan tadi pagi bursa saham Tanah Air melemah 4,48 poin atau 0,09% ke level 4.831,55 dan pada sesi I IHSG melemah 21,94 poin atau 0,45% ke level 4.814,10. Sementara, pada perdagangan kemarin ditutup menguat 21,30 poin atau 0,44% ke level 4.836,03.
Dilansir CNBC, Selasa (31/5/2016), Saham Asia ditutup sebagian besar lebih tinggi, dengan bursa saham China melompat hingga 3%. Begitu juga dengan indeks Jepang, Nikkei N225 yang berakhir naik setelah data ekonomi lebih baik dari perkiraan.
Pasar saham daratan China melonjak, dengan Indeks Shanghai ditutup naik 3,32% atau 93,7 poin ke level 2.916,49 dan Shenzhen ditutup 4,091% lebih tinggi atau 73,585 poin di level 1.872,359.
Bursa saham China mungkin akan mendapatkan rangsangan dari laporan Goldman Sachs yang dirilis hari ini, yang menimbulkan estimasi probabilitas dari 50% menjadi 70% untuk dimasukkan di indeks MSCI.
MSCI akan mengumumkan Annual Market Classification Review pada 15 Juni, yang mungkin melihat pasar saham yang termasuk dalam indeks.
Sementara, Indeks Nikkei N225 ditutup naik naik 0,98% atau 166,96 poin ke level 17.234,98, dan di Korea Selatan, Kospi mengakhiri sesi naik 0,83% atau 16,27 poin ke level 1.983,4. Indeks Australia, ASX 200 ditutup turun 0,54% atau 29,417 poin ke level 5.378,6 setelah sub indeks energi turun 1,45%.
Sektor saham dalam negeri hampir semuanya berada di jalur negatif. Sektor dengan pelemahan terdalam adalah perkebunan yang turun 2,28%. Sementara, sektor yang menguat hanya infrastruktur yang naik 0,33%.
Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp8,81 triliun dengan 5,38 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing Rp379,14 miliar dengan aksi jual asing mencapai Rp5,21 triliun dan aksi beli sebesar Rp5,59 triliun. Tercatat 112 saham menguat, 194 saham melemah dan 100 saham stagnan.
Adapun saham-saham yang menguat di antaranya PT Maskapai Reasuransi Indonesia Tbk (MREI) naik Rp1.575 menjadi Rp9.525, PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) naik Rp325 menjadi Rp18.975, dan PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) naik Rp100 menjadi Rp6.400.
Sementara, saham-saham yang melemah di antaranya PT Tembaga Mulia Semanan Tbk (TBMS) turun Rp1.000 menjadi Rp9.000, PT Astra Internasional Tbk (ASII) turun Rp150 menjadi Rp6.600, dan PT Panin Sekuritas Tbk (PANS) turun Rp120 menjadi Rp3.200.
(izz)
Lihat Juga :