Harga Minyak Dunia Jatuh Terimbas Penguatan USD
Rabu, 01 Juni 2016 - 08:43 WIB
Harga Minyak Dunia Jatuh Terimbas Penguatan USD
A
A
A
NEW YORK - Harga minyak dunia merosot karena dolar Amerika Serikat (USD) yang lebih kuat dan penurunan harga ekuitas memicu profit taking, namun minyak mentah membukukan kenaikan bulanan berturut-turut karena investor bertaruh bahwa banjir global yang perlahan berkurang.
Seperti dikutip dari Reuters, Rabu (1/6/2016), harga minyak mentah brent untuk pengiriman 6 Juli turun 7 sen menjadi USD49,69 per barel. Semetara, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juli sebesar USD49,10, turun 23 sen atau 0,5% dari posisi Jumat. Pasar keuangan AS tutup pada Senin untuk hari libur Memorial Day.
Minyak mentah berjangka telah naik pada awal sesi, dengan investor mengharapkan permintaan bahan bakar AS lebih tinggi sebagai puncak musim mengemudi.
Kehati-hatian menjelang data persediaan AS mentah mingguan membuat investor mendorong harga ke arah tertinggi dalam tujuh bulan di atas USD50 per barel. Kenaikan dolar dan slide dalam saham Wall Street pada perdagangan sore membuat minyak ke zona negatif.
Untuk bulan ini, brent naik 3% dan WTI naik 7%. "Menguatnya USD dan kelemahan dalam ekuitas memukul harha minyak mentah. Ditambah, USD50 tetap menjadi target psikologis, dengan hati-hati bermain menjelang data EIA," kata Chris Jarvis, analis di Manajemen Risiko Caprock di Frederick, Maryland.
Administrasi Informasi Energi (EIA) AS akan mengeluarkan data mentah supply-demand pada Kamis. Harga minyak terakhir diperdagangkan di atas USD50 per barel, ketika brent terakhir mencapai puncak November sebesar USD50,51 dan WTI naik tertinggo pada Oktober sebesar USd50.21.
Kenaikan harga di awal sesi setelah pedagang mengatakan bahwa data dari perusahaan intelijen pasar Genscape menunjukkan penarikan 686.700 barel di Cushing, titik pengiriman Oklahoma untuk WTI dalam sepekan hingga 27 Mei. Jajak pendapat Reuters dari para analis memperkirakan bahwa stok minyak mentah AS turun 2,7 juta barel pekan lalu.
Seperti dikutip dari Reuters, Rabu (1/6/2016), harga minyak mentah brent untuk pengiriman 6 Juli turun 7 sen menjadi USD49,69 per barel. Semetara, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juli sebesar USD49,10, turun 23 sen atau 0,5% dari posisi Jumat. Pasar keuangan AS tutup pada Senin untuk hari libur Memorial Day.
Minyak mentah berjangka telah naik pada awal sesi, dengan investor mengharapkan permintaan bahan bakar AS lebih tinggi sebagai puncak musim mengemudi.
Kehati-hatian menjelang data persediaan AS mentah mingguan membuat investor mendorong harga ke arah tertinggi dalam tujuh bulan di atas USD50 per barel. Kenaikan dolar dan slide dalam saham Wall Street pada perdagangan sore membuat minyak ke zona negatif.
Untuk bulan ini, brent naik 3% dan WTI naik 7%. "Menguatnya USD dan kelemahan dalam ekuitas memukul harha minyak mentah. Ditambah, USD50 tetap menjadi target psikologis, dengan hati-hati bermain menjelang data EIA," kata Chris Jarvis, analis di Manajemen Risiko Caprock di Frederick, Maryland.
Administrasi Informasi Energi (EIA) AS akan mengeluarkan data mentah supply-demand pada Kamis. Harga minyak terakhir diperdagangkan di atas USD50 per barel, ketika brent terakhir mencapai puncak November sebesar USD50,51 dan WTI naik tertinggo pada Oktober sebesar USd50.21.
Kenaikan harga di awal sesi setelah pedagang mengatakan bahwa data dari perusahaan intelijen pasar Genscape menunjukkan penarikan 686.700 barel di Cushing, titik pengiriman Oklahoma untuk WTI dalam sepekan hingga 27 Mei. Jajak pendapat Reuters dari para analis memperkirakan bahwa stok minyak mentah AS turun 2,7 juta barel pekan lalu.
(izz)
Lihat Juga :