Temui Jokowi, KEIN Pede Ekonomi RI Bisa Melesat 7%

Selasa, 07 Juni 2016 - 13:59 WIB
Temui Jokowi, KEIN Pede...
Temui Jokowi, KEIN Pede Ekonomi RI Bisa Melesat 7%
A A A
JAKARTA - Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) menilai, pertumbuhan ekonomi Indonesia sedianya bisa melesat hingga menembus angka 7% meskipun pertumbuhan ekonomi global sedang kurang baik. Pasalnya, negara seperti Filipina, India, bahkan Afrika bisa tumbuh di atas 7%.

Wakil Ketua KEIN Arif Budimanta menjelaskan, jika dilihat dari data historis dan potensi sumber daya alam (SDA) serta sumber daya manusia (SDM) yang dimiliki Indonesia, pertumbuhan ekonomi 7% bukanlah sesuatu yang sulit dicapai. Hanya saja, pemerintah perlu melakukan sejumlah upaya agar hal tersebut dapat terwujud.

"Kita sampaikan ke Presiden langkah strategis mencapai pertumbuhan ekonomi 7%. Karena ini hal yang achievable. Filipina bisa tumbuh di atas 7%, India juga bisa 7% walaupun dunia melemah. Malah Afrika yang ada konflik Ruwanda tumbuh double digit," katanya usai melakukan pertemuan dengan Presiden Jokowi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (7/6/2016).

Dia menuturkan, pertumbuhan ekonomi 7% dapat dicapai apabila pemerintah dapat menjaga agar rerata investasi tiap tahunnya tumbuh 10%. Selain itu, pemerintah juga perlu menjaga agar ekspor dapat tumbuh 3% tiap tahunnya.

"Mengendalikan dan menjaga impor tetap tumbuh, tetapi rerata 2% dalam satu tahun. Konsumsi keadaan tetapi seperti sekarang ini minimal 5% tiap tahun," imbuh dia.

Presiden Jokowi, sambung politisi PDI-Perjuangan ini, juga meyakini bahwa investor pada prinsipnya serius dan mengantri ingin masuk ke Indonesia. Sayangnya, masih ada sumbatan pada level menengah yang menyebabkan investor berpikir ulang untuk menanamkan modal di Indonesia.

"Jadi proses integrasi kebijakan yang dibangun pemerintah pusat harus inline kebijakannya sampai level daerah, kabupaten, dan kota. Karena tanpa itu, target investasi yang 10% peningkatannya tiap tahun menjadi terkendala untuk tercapai," tuturnya.

Arif melanjutkan, untuk mencapai pertumbuhan investasi 10% tiap tahunnya, pemerintah juga perlu mengintegrasikan pembangunan infrastruktur secara masif dengan mengikuti kebutuhan industri. Selain itu, dana alokasi khusus (DAK) yang disebar ke daerah untuk transportasi harus dilakukan dengan prinsip local based.

"Dilakukan secara prinsip local based, dengan memanfaatkan sumber daya lokal, peralatan, pasir, manusia, dan bahan-bahan," ungkap dia.

Selain itu, pemanfaatan dana desa harus ditetapkan untuk sektor padat karya dan diprioritaskan bagi kelompok masyarakat yang rentan dan miskin yang jumlahnya saat ini sekitar 30 juta jiwa.

"Perlu juga melakukan proses campaign investasi yang lebih terstruktur. Masif sudah, tapi terstruktur dan terukur. Jadi katakanlah, kalau ingin tumbuh 10% per tahun investasinya, maka hasil dari campaign investasi itu harus 0,8% peningkatannya tiap bulan," pungkasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Dorong Industri Event...
Dorong Industri Event untuk Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Selatan Kuartal I Tahun 2024
Membaca Ketahanan Ekonomi...
Membaca Ketahanan Ekonomi RI dalam Dinamika Global Kuartal III 2025
BI Proyeksikan Ekonomi...
BI Proyeksikan Ekonomi RI Tumbuh 4,7 Persen hingga 5,5 Persen di 2025
Proyeksi Pertumbuhan...
Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI Kembali Dipangkas
Bahaya! Deflasi Hantam...
Bahaya! Deflasi Hantam Ekonomi RI 5 Bulan Beruntun
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
3 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
4 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
5 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
5 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
5 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
5 jam yang lalu
Infografis
10 Negara Menaikkan...
10 Negara Menaikkan Harga BBM Akibat Perang AS-Iran, Banyak Tetangga RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved