Emas Hitam Sentuh USD50/Barel, Pertama Kalinya Sejak Juli 2015

Rabu, 08 Juni 2016 - 09:43 WIB
Emas Hitam Sentuh USD50/Barel,...
Emas Hitam Sentuh USD50/Barel, Pertama Kalinya Sejak Juli 2015
A A A
NEW YORK - Harga minyak melakukan pendakian pada Selasa dan menyentuh level USD50 per barel, pertama kali sejak Juli 2015. Kenaikan ini karena potensi kekurangan pasokan imbas dari serangan terhadap industri minyak Nigeria.

Mengutip Reuters, Rabu (8/6/2016), minyak mentah menguat dalam dua sesi terakhir usai pemberontak Nigeria di Delta Niger bersumpah menghentikan output dalam negeri, yang mematikan sekitar dua juta barel per hari (bph). Pemerintah Nigeria lantas mengatakan pada hari Selasa malam kemarin untuk memulai pembicaraan dengan kelompok pemberontak.

"Pasar masih khawatir tentang gangguan pasokan terjadwal, dengan terbaru datang dari tambahan shut-in di Nigeria," ujar Dominick Chirichella, senior partner di Institut Manajemen Energi di New York.

Minyak mentah Brent naik 86 sen menjadi USD51,41 per barel, setelah mencapai puncak intra day USD51,30 per barel pada hari sebelumnya, tertinggi sejak Oktober.

Minyak mentah AS menetap 1,4% lebih tinggi atau 67 sen di USD50,36 per barel, penempatan pertama di atas USD50 sejak akhir Juli.

Kedua Brent dan WTI telah hampir dua kali lipat meningkat sejak musim dingin, ketika mereka terpukul ke level terendah sejak 2003.

Minyak juga didukung oleh dolar yang lemah, yang berkubang di dekat posisi terendah empat minggu terhadap sekeranjang mata uang. Ketua Federal Reserve, Janet Yellen mengatakan kenaikan suku bunga akan dilakukan namun secara bertahap. Dukungan ini membuat pasar saham AS mulai membaik.

Para analis lantas mengatakan agar pasar bersiap-siap akan tanda pemulihan produksi minyak AS setelah data mingguan dari Baker Hughes menunjukkan bahwa AS mengebor dan menambahkan rig untuk kedua kalinya tahun ini.

"Harga minyak USD50 per barel bisa menghidupkan kembali kegiatan pengeboran shale dan menstabilkan penurunan produksi minyak AS," kata Norbert Rucker, kepala riset komoditas di Julius Baer.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Stok Seret Bikin Harga...
Stok Seret Bikin Harga Minyak Mentah Dunia Terkerek Naik
Amerika Buka Pembatasan,...
Amerika Buka Pembatasan, Harga Minyak Akan Terus Naik
Harga Minyak Ambrol...
Harga Minyak Ambrol 9% dalam Sepekan, Minggu Depan Gimana?
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Dunia Melayang Dekati Posisi USD70 Per Barel
OPEC Bakal Jaga Harga...
OPEC Bakal Jaga Harga Minyak Mentah Dunia di Posisi USD70 per Barel
Tumbuh 173%, Komoditas...
Tumbuh 173%, Komoditas Minyak Mentah Jadi Primadona di 2021
Berita Terkini
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
33 menit yang lalu
Saatnya Bayar Tagihan...
Saatnya Bayar Tagihan PBB-P2, Ada Diskon 7,5% hingga 31 Juli 2026
1 jam yang lalu
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
1 jam yang lalu
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
4 jam yang lalu
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
11 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
11 jam yang lalu
Infografis
Hasil Drawing Grup Piala...
Hasil Drawing Grup Piala Dunia 2026: Brasil dan Prancis Dihadang Kuda Hitam
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved