Alasan Pemerintah Tunda Financial Close PLTU Batang

Rabu, 08 Juni 2016 - 15:39 WIB
Alasan Pemerintah Tunda...
Alasan Pemerintah Tunda Financial Close PLTU Batang
A A A
JAKARTA - Menteri Koordinator (Menko) bidang Perekonomian Darmin Nasution mengemukakan, kegiatan financial close PLTU Batang Jawa Tengah sebesar 2x1000 megawatt (MW) dan penandatanganan 5 proyek Skema Kerjasama Pemeritah dan Badan Usaha (KPBU) jalan tol yang batal dilaksanakan hari ini bukan tanpa alasan.

Menurutnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) ingin kegiatannya dilakukan di Istana sekaligus menegaskan bahwa ada peran pemerintah di dalamnya. (Baca: Jokowi Tunda Financial Close PLTU Batang dan MoU 5 Proyek Tol)

Apalagi, kata dia, proyek tersebut sudah lama sekali tertunda dan pemerintah tidak akan membuat semakin mangkraknya kegiatan di proyek tersebut. Apalagi, jika proyek tersebut terealisasi, maka akan memenuhi kebutuhan masyarakat banyak.

"(Batal dilaksanakan hari ini) Ya pertimbangannya kan Presiden ya, artinya proyek itu sudah lama tertunda-tunda, lama sekali. Kita ingin ada garansi, artinya ada peran pemerintah di dalamya, bukan cuma swasta saja," kata dia di Kantornya, Jakarta, Rabu (8/6/2016).

Meski demikian, dia tidak mau menyebutkan seberapa besar partisipasi pemerintah di dalamnya karena menyangkut hal teknis yang harus dicek terlebih dahulu. "Wah, kalau itu teknis, saya mesti lihat dulu," ujarnya.

Darmin menyatakan, proyek tersebut sudah terlalu lama terbengkalai, bahkan lebih dari empat tahun. Artinya, memang harus dilakukan financial closing sebagai momen siap dibangunnya proyek tersebut.

"Wah lebih (dari 4 tahun), yang namanya PLTU Batang itu lama, kalau sudah financial closing itu sudah siap dibangun. Karena itu, ya Presiden menganggap bagus kalau itu dampaknya akan besar, kapasitasnya juga besar," kata dia.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
PLTU Barru OMU Berkomitmen...
PLTU Barru OMU Berkomitmen Catatkan Performa Optimal
Keterlambatan RKAB 2026...
Keterlambatan RKAB 2026 Dinilai Hambat Pasokan Batu Bara PLTU Jawa-Bali
Kantongi SLO, PLTA Poso...
Kantongi SLO, PLTA Poso Dukung Transisi ke Energi Terbarukan
PLN Bakal Lakukan Steam...
PLN Bakal Lakukan Steam Blow Proyek PLTU Sulsel Barru-2
PLTU Barru 2 Sukses...
PLTU Barru 2 Sukses Laksanakan Tahapan Backfeeding
Banjir Terjang Lokasi...
Banjir Terjang Lokasi Proyek PLTU Suralaya Akibat Curah Hujan Tinggi
Berita Terkini
Harga Emas Hari Ini...
Harga Emas Hari Ini Berbalik Merayap Naik Rp3 Ribu per Gram, Intip Rincian Lengkapnya
1 jam yang lalu
DJP Gandeng Babinsa...
DJP Gandeng Babinsa dan Bhabinkamtibmas Awasi Pajak: Hanya Pendamping, Tak Perlu Khawatir
2 jam yang lalu
60 Negara Jadi Sasaran...
60 Negara Jadi Sasaran Tarif Baru Trump, Termasuk Sekutu Dekat AS!
2 jam yang lalu
Diplomasi Sawit Perlu...
Diplomasi Sawit Perlu Diperkuat untuk Jaga Daya Saing Ekspor
11 jam yang lalu
Perang AS-Iran Kian...
Perang AS-Iran Kian Sengit, ASEAN Wanti-wanti Krisis Pangan dan Energi
12 jam yang lalu
Garudafood Resmikan...
Garudafood Resmikan Rumah Maggot di Depok, Kelola 100 Ton Sampah Organik Jadi Nilai Ekonomi
12 jam yang lalu
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved