Settling Pond Tambang BHP Jebol

Minggu, 05 Juni 2016 - 00:59 WIB
Settling Pond Tambang...
Settling Pond Tambang BHP Jebol
A A A
JAKARTA - Dua kolam pengendapan (settling pond) di Tambang Haju yang dikelola PT Lahai Coal milik PT IndoMet Coal (IMC) jebol yang mengakibatkan air asam tambang mengalir ke badan air umum di kawasan tambang. Jebolnya kolam pengendapan tersebut mengakibatkan banjir limbah limpasan air asam tambang yang mencemari Sungai Beriwit di Murung Raya yang adalah sumber air utama bagi masyarakat setempat.

Belum adanya respons dan penanganan segera dari pihak perusahaan atas jebolnya dua kolam tersebut menyebabkan keresahan masyarakat Kecamatan Laung Tuhup, Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah, yang teraliri sungai tersebut. Akibat kejadian tersebut warga Murung Raya sangat kecewa dengan BHP Billiton yang ceroboh dalam pengelolaan limbah tambang mereka.

Presiden Direktur BHP Billiton Indonesia Imelda Adhisaputra mengaku terkejut dengan informasi tersebut. Dia menyatakan saat ini IMC sedang menyelidiki kebocoran dari settling pond di Tambang Haju, di mana hal ini terjadi menyusul hujan deras.

“Segera setelah kecoboran ini diidentifikasi, IMC langsung menerapkan tindakan-tindakan yang diperlukan untuk mencegah dampak lebih lanjut dari kebocoran tersebut. IMC telah melaporkan kejadian ini kepada Badan Lingkungan Hidup setempat dan terus menerapkan tindakan-tindakan yang sesuai dengan ketentuan Water Management Plan perusahaan,” ujar Imelda, kepada wartawan.

Insiden serupa pernah terjadi pada proyek BHP Billiton di Brazil. Pada 5 November 2015, dua kolam bendungan yang menampung air limpahan dan buangan dari tambang bijih besi milik Samarco, anak perusahaan BHP Billiton ambruk. Insiden tersebut menimbulkan banyak korban dan kerugian di Kabupaten Bento Rodrigues dan area sekitarnya.

Campuran air limbah dan lumpur mengalir ke sungai-sungai di dekatnya, termasuk Sungai Rio Doce, salah satu sungai utama bagi masyarakat tenggara Brazil. Kontaminasi air sungai menyebabkan dihentikannya pasokan air di kota-kota yang airnya dipasok dari Sungai Rio Doce. Pemerintah Brazil menganggap kejadian ini sebagai insiden lingkungan terbesar dalam sejarah di Provinsi Minas Gerais.

Kepala Departemen Kajian dan Penggalangan Sumber Daya Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Khalisah Khalid mengatakan, BHP harus bertanggung jawab atas peristiwa tersebut. Pemerintah harus mempertimbangkan untuk memberikan sanksi administrasi, bahkan bila perlu mencabut izin usaha.

Dia menambahkan, selain cabut izin, pemerintah juga harus meminta tanggung jawab mereka untuk memulihkan kawasan yang sudah tercemar. “Jangan sampai mereka tidak peduli dengan hal tersebut mengingat dampaknya sangat besar bagi lingkungan,” katanya.

Khalisah menegaskan, bencana kebocoran tersebut akibat adanya standar ganda soal lingkungan yang kerap dilakukan oleh perusahaan-perusahaan transnasional semacam BHP Billiton. Di luar negeri, mereka memiliki standar tinggi dalam lingkungan. Sementara di Indonesia, mereka memiliki standar rendah.

Dia meminta pemerintah Indonesia segera bertindak cepat. Rencana BHP Billiton hengkang dari Indonesia tidak bisa serta merta menggugurkan kewajiban BHP Billiton. “Pemerintah harus bertindak cepat. Mereka tidak boleh hengkang sebelum mempertanggungjawabkan hal ini,” tandasnya.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Gandeng Babel, Kemenkumham...
Gandeng Babel, Kemenkumham DKI Tingkatkan Layanan BHP
Lantik Pejabat BHP Makassar,...
Lantik Pejabat BHP Makassar, Kakanwil Kemenkumham Minta Perkuat Sinergi
Apresiasi Menkominfo,...
Apresiasi Menkominfo, Apjatel Harapkan Kelonggaran Jatuh Tempo BHP dan USO
Billiton Spice Gandeng...
Billiton Spice Gandeng Manna dan Duo Destination Ekspor Lada ke Jiran
Catat! Sekarang WNI...
Catat! Sekarang WNI Bisa Urus Surat Keterangan Hak Waris ke BHP
Pelecehan Seksual Jadi...
Pelecehan Seksual Jadi Catatan Kelam Pertambangan Australia, BHP Pecat 48 Pekerja
Berita Terkini
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
41 menit yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
47 menit yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
1 jam yang lalu
Pjs Dirut BEI Sebut...
Pjs Dirut BEI Sebut Fundamental Pasar Saham RI Masih Bagus, Ini Buktinya
1 jam yang lalu
Pupuk Kaltim Dorong...
Pupuk Kaltim Dorong Kemandirian Ekonomi Lewat Beragam Program TJSL
2 jam yang lalu
Penjelasan BEI soal...
Penjelasan BEI soal MSCI Turunkan Kasta Pasar Modal RI ke Frontier Market
2 jam yang lalu
Infografis
Rumah Lokasi Brigadir...
Rumah Lokasi Brigadir RAT Tewas Dihuni Pengusaha Tambang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved