Mangkrak 4 Tahun, Pendanaan PLTU Terbesar se-Asia Akhirnya Cair
Kamis, 09 Juni 2016 - 13:51 WIB
Mangkrak 4 Tahun, Pendanaan PLTU Terbesar se-Asia Akhirnya Cair
A
A
A
JAKARTA - Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Batang yang berlokasi di Kabupaten Batang, Jawa Tengah akhirnya akan segera terealisasi, dengan telah dilakukannya penandatanganan pencairan dana (financial close) untuk modal pembangunan proyek tersebut. Seperti diketahui pembangunan proyek PLTU terbesar se-Asia ini sudah mangkrak selama empat tahun lantaran sulitnya pembebasan lahan.
Menteri Koordinator (Menko) bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, Central Java Powerplan ini merupakan proyek kerja sama pemerintah dan badan usaha di sektor ketenagalistrikan yang pertama di Indonesia. Total investasi proyek tersebut juga cukup bombastis yaitu mencapai USD4,2 miliar.
"Saya melaporkan keberhasilan kerja sama baik di antara K/L di pemerintahan, perusahaan swasta atau BUMN, di bawah koordinasi Komite Percepatan Pembiayaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP). Bahwa pada hari ini, ada penandatanganan yang pertama barangkali berbeda dan sudah lebih jauh, yaitu penandatanganan Financial closing," katanya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (9/6/2016).
(Baca Juga: Sudirman Said Janji PLTU Batang Selesai dalam Tiga Tahun)
Dia menyebutkan, proyek prestisius ini memiliki nilai yang sangat signifikan bagi Indonesia karena merupakan proyek Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) listrik terbesar se Asia. Kapasitas pembangkit ini yaitu 2X1.000 megawatt (MW) dengan menggunakan teknologi ultrasuper critical.
"Ini (proyek PLTU Batang) menggunakan teknologi ultrasuper critical yang lebih efisien. Merupakan proyek KPPU kelistrikan pertama yang mencapai financial close," imbuh dia.
Menurutnya, penyelesaian pendanaan proyek PLTU Batang yang diresmikan hari ini merupakan buah kerja sama yang erat antara pemerintah dan badan usaha, baik dari Indonesia maupun Jepang. Untuk diketahui, proyek ini mayoritas didanai oleh Japan Bank for International Cooperation (JBIC) sebesar USD2,05 miliar dari total investasi proyek sebesar USD4 miliar.
"JBIC merupakan pemberi pinjaman terbesar untuk ‎proyek ini yaitu sebesar USD2,05 miliar. Dengan telah tercapainya financial closing ini, pembangunan fisik proyek dapat segera dimulai dengan target operasional pada 2019," tandasnya.
Sebagai informasi, proyek PLTU Batang 2X1.000 MW dengan nilai investasi sekitar USD4 miliar ini mendapat kucuran dana dari Japan Bank for International Cooperation dan beberapa sindikasi perbankan komersial internasional kepada PT Bhimasena Power Indonesia (BPI) selaku badan usaha.
Menteri Koordinator (Menko) bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, Central Java Powerplan ini merupakan proyek kerja sama pemerintah dan badan usaha di sektor ketenagalistrikan yang pertama di Indonesia. Total investasi proyek tersebut juga cukup bombastis yaitu mencapai USD4,2 miliar.
"Saya melaporkan keberhasilan kerja sama baik di antara K/L di pemerintahan, perusahaan swasta atau BUMN, di bawah koordinasi Komite Percepatan Pembiayaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP). Bahwa pada hari ini, ada penandatanganan yang pertama barangkali berbeda dan sudah lebih jauh, yaitu penandatanganan Financial closing," katanya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (9/6/2016).
(Baca Juga: Sudirman Said Janji PLTU Batang Selesai dalam Tiga Tahun)
Dia menyebutkan, proyek prestisius ini memiliki nilai yang sangat signifikan bagi Indonesia karena merupakan proyek Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) listrik terbesar se Asia. Kapasitas pembangkit ini yaitu 2X1.000 megawatt (MW) dengan menggunakan teknologi ultrasuper critical.
"Ini (proyek PLTU Batang) menggunakan teknologi ultrasuper critical yang lebih efisien. Merupakan proyek KPPU kelistrikan pertama yang mencapai financial close," imbuh dia.
Menurutnya, penyelesaian pendanaan proyek PLTU Batang yang diresmikan hari ini merupakan buah kerja sama yang erat antara pemerintah dan badan usaha, baik dari Indonesia maupun Jepang. Untuk diketahui, proyek ini mayoritas didanai oleh Japan Bank for International Cooperation (JBIC) sebesar USD2,05 miliar dari total investasi proyek sebesar USD4 miliar.
"JBIC merupakan pemberi pinjaman terbesar untuk ‎proyek ini yaitu sebesar USD2,05 miliar. Dengan telah tercapainya financial closing ini, pembangunan fisik proyek dapat segera dimulai dengan target operasional pada 2019," tandasnya.
Sebagai informasi, proyek PLTU Batang 2X1.000 MW dengan nilai investasi sekitar USD4 miliar ini mendapat kucuran dana dari Japan Bank for International Cooperation dan beberapa sindikasi perbankan komersial internasional kepada PT Bhimasena Power Indonesia (BPI) selaku badan usaha.
(akr)
Lihat Juga :