Vietnam dan Filipina Bersaing Jadi Raja ASEAN, Mengapa Indonesia Tertinggal?
Sabtu, 04 Juli 2026 - 12:15 WIB
loading...
Bank Dunia menaikkan status ekonomi Vietnam dan Filipina menjadi negara berpendapatan menengah atas. FOTO/AP
A
A
A
JAKARTA - Bank Dunia resmi menaikkan status ekonomi Vietnam dan Filipina menjadi negara berpendapatan menengah atas (upper-middle income) setelah kedua negara mencatat ekspansi ekonomi kuat dalam beberapa tahun terakhir. Di tengah lonjakan pertumbuhan tersebut, proyeksi ekonomi Indonesia justru diperkirakan melambat dan tetap berada di bawah 5% tahun ini.
Berdasarkan laporan Bank Dunia yang dirilis per 1 Juli 2026, Vietnam mencapai pertumbuhan yang didukung oleh model berbasis ekspor, sementara Filipina mencapai reklasifikasinya melalui ekspansi investasi yang luas di seluruh industri besar tulis .
Berdasarkan laporan Global Economic Prospects (GEP) edisi Juni 2025, Bank Dunia memproyeksikan ekonomi Vietnam tumbuh 5,8% pada 2025 dan meningkat menjadi 6,1% pada 2026. Sementara ekonomi Filipina diperkirakan tumbuh 5,3% pada 2025 dan naik menjadi 5,4% pada 2026.
Baca Juga: Bank Dunia Naikkan Status Vietnam dan Filipina Jadi Negara Berpendapatan Menengah Atas, Indonesia Kalah
Angka tersebut berada di atas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang dipangkas menjadi 4,7% pada 2025 dan hanya mencapai 4,8% pada 2026. Kondisi ini menempatkan Indonesia tertinggal dari sejumlah negara utama ASEAN dalam persaingan pertumbuhan ekonomi kawasan.
Bank Dunia mencatat pendapatan nasional bruto atau gross national income (GNI) per kapita Vietnam mencapai USD4.970 pada 2025, sedangkan Filipina sebesar USD4.850. Kedua negara itu telah melampaui ambang batas kategori negara berpendapatan menengah atas yang ditetapkan Bank Dunia sebesar USD4.636.
Berdasarkan laporan Bank Dunia yang dirilis per 1 Juli 2026, Vietnam mencapai pertumbuhan yang didukung oleh model berbasis ekspor, sementara Filipina mencapai reklasifikasinya melalui ekspansi investasi yang luas di seluruh industri besar tulis .
Berdasarkan laporan Global Economic Prospects (GEP) edisi Juni 2025, Bank Dunia memproyeksikan ekonomi Vietnam tumbuh 5,8% pada 2025 dan meningkat menjadi 6,1% pada 2026. Sementara ekonomi Filipina diperkirakan tumbuh 5,3% pada 2025 dan naik menjadi 5,4% pada 2026.
Baca Juga: Bank Dunia Naikkan Status Vietnam dan Filipina Jadi Negara Berpendapatan Menengah Atas, Indonesia Kalah
Angka tersebut berada di atas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang dipangkas menjadi 4,7% pada 2025 dan hanya mencapai 4,8% pada 2026. Kondisi ini menempatkan Indonesia tertinggal dari sejumlah negara utama ASEAN dalam persaingan pertumbuhan ekonomi kawasan.
Bank Dunia mencatat pendapatan nasional bruto atau gross national income (GNI) per kapita Vietnam mencapai USD4.970 pada 2025, sedangkan Filipina sebesar USD4.850. Kedua negara itu telah melampaui ambang batas kategori negara berpendapatan menengah atas yang ditetapkan Bank Dunia sebesar USD4.636.
Lihat Juga :