Jokowi Minta Pengoperasian PLTU Batang Tak Molor

Kamis, 09 Juni 2016 - 15:21 WIB
Jokowi Minta Pengoperasian...
Jokowi Minta Pengoperasian PLTU Batang Tak Molor
A A A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta investor untuk segera memulai pengerjaan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Batang. Dia juga mengingatkan agar pengoperasian proyek PLTU terbesar se-Asia ini tidak meleset dari jadwal yang ditargetkan yakni pada 2019.

(Baca Juga: Mangkrak 4 Tahun, Pendanaan PLTU Terbesar se-Asia Akhirnya Cair)

Dia mengaku akan terus memantau dan mengikuti perkembangan pengerjaan proyek PLTU terbesar se-Asia tersebut. Bahkan mantan Gubernur DKI Jakarta ini menegaskan juga akan mengecek langsung ke lapangan guna memastikan proyek tersebut benar-benar jalan.

"Saya minta investor agar proyek ini jangan mundur, 2019 sesuai janji harus selesai. Saya ikuti dan pastikan, akan cek dua tiga kali ke lapangan. Urusan yang penting seperti ini pasti saya ikuti," katanya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (9/6/2016).

(Baca Juga: Jokowi: PLTU Batang Bukti Pemerintah Mampu Selesaikan Masalah)

Menurutnya, proyek listrik ini tidak hanya akan berdampak pada industri besar ataupun menengah semata. Jika PLTU ini rampung dikerjakan, maka dampaknya akan melebar pada industri kecil yang ada di desa dan bahkan untuk penerangan anak-anak belajar saat malam hari.

"Kita sering melupakan itu, bahwa proyek ini agar anak belajar di malam hari. Kalau saya ke daerah itu keluhannya selalu seperti itu, jangan dianggap enteng. Kalau listrik kurang, byarpet, itu anak-anak belajar juga jadi tidak termotivasi," tandasnya.

Sebagai informasi, PLTU Batang yang berlokasi di Kabupaten Batang, Jawa Tengah akhirnya akan segera terealisasi, dengan telah dilakukannya penandatanganan pencairan dana (financial close) untuk modal pembangunan proyek tersebut. Seperti diketahui pembangunan proyek PLTU ini sudah mangkrak selama empat tahun lantaran sulitnya pembebasan lahan.

Menteri Koordinator (Menko) bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, Central Java Powerplan ini merupakan proyek kerja sama pemerintah dan badan usaha di sektor ketenagalistrikan yang pertama di Indonesia. Total investasi proyek tersebut juga cukup bombastis yaitu mencapai USD4,2 miliar.

"Saya melaporkan keberhasilan kerja sama baik di antara K/L di pemerintahan, perusahaan swasta atau BUMN, di bawah koordinasi Komite Percepatan Pembiayaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP). Bahwa pada hari ini, ada penandatanganan yang pertama barangkali berbeda dan sudah lebih jauh, yaitu penandatanganan Financial closing," jelas Darmin.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Momentum ketika Jokowi...
Momentum ketika Jokowi Bertemu Joko Widodo
Gunakan Aplikasi Baru...
Gunakan Aplikasi Baru saat Ratas, Jokowi: Sudah Dengar? Tes, Tes, Tes
1 Jam Pertemuan Dubes...
1 Jam Pertemuan Dubes Belanda dengan Jokowi, Ini yang Dibicarakan
Ketika Ketum MUI Panggil...
Ketika Ketum MUI Panggil Jokowi Insinyur Haji Muhammad Joko Widodo
Banjir Ucapan Selamat...
Banjir Ucapan Selamat Ultah, Jokowi: Saya Hanya Bisa Mengucap Syukur
Puluhan Tahun Impor...
Puluhan Tahun Impor Mesin, Jokowi: Jangan Cuma Beli Jadi, Akuisisi Teknologinya!
Berita Terkini
Babak Baru Perang Energi:...
Babak Baru Perang Energi: OPEC+ Siap Banjiri Pasar Global, Siap-siap Harga Minyak Makin Ambles
1 jam yang lalu
Lompatan Sang Anak Bawang,...
Lompatan Sang 'Anak Bawang', Rahasia Sukses Vietnam Naik Kelas Jadi Berpendapatan Menengah Atas
7 jam yang lalu
TBS Foundation Dukung...
TBS Foundation Dukung Penanganan Kesehatan Warga Terdampak Kebakaran TPA Jatiwaringin
9 jam yang lalu
Ruang Kenaikan IHSG...
Ruang Kenaikan IHSG Diprediksi Terbatas Pekan Depan ke Level 5.900, Ini Sebabnya
10 jam yang lalu
Kemenkeu Bidik Raup...
Kemenkeu Bidik Raup Rp32 Triliun lewat Lelang Surat Utang Negara
11 jam yang lalu
Lanjutkan Tren Swasembada...
Lanjutkan Tren Swasembada Pangan RI, Mentan: Sudah 8 Komoditas, Tinggal Tiga Belum
12 jam yang lalu
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved