Menaker Bahas Kerja Layak Pada Forum ILC di Swiss
Kamis, 09 Juni 2016 - 19:13 WIB
Menaker Bahas Kerja Layak Pada Forum ILC di Swiss
A
A
A
JAKARTA - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) M Hanif Dhakiri menghadiri, puncak acara Konferensi Ketenagakerjaan Internasional atau International Labour Conference (ILC) ke-105 yang digelar di Palais des Nations (Gedung Perserikatan Bangsa-Bangsa/PBB) di Jenewa, Swiss. Konferensi ILC tahun ini dihadiri oleh perwakilan delegasi dari 187 negara anggota dan melibatkan lebih dari 5.000 delegasi dari seluruh dunia.
Tema yang diusung ILC selama 2 pekan dari 30 Mei hingga 10 Juni 2016, yakni Membangun Masa Depan dengan Kerja Layak (Building a Future with Decent Work). Dalam keterangan tertulis yang diterima Sindonews hari ini menyebutkan, masing-masing Negara anggota diwakili oleh delegasi yang terdiri dari delegasi pemerintah, delegasi pengusaha, delegasi pekerja, dan penasihat.
"Setiap delegasi memiliki hak bersuara, hak mengungkapkan pendapat yang sama untuk membahas isu-isu terkini yang dihadapi dunia ketenagakerjaan. Adapun isu utama yang dibahas adalah Pekerja Muda, Manajemen rantai suplai dan pekerjaan yang layak," ujar Hanif dalam keterangan resmi, Kamis (9/6/2016).
"Kita mendukung penyelenggaraan ILC ini sebagai sarana untuk meningkatkan komitmen dan kerjasama bidang ketenagakerjaan diantara sesama negara-negara anggota ILO," paparnya.
Dia menambahkan pertemuan-pertemuan dalam ILC yang digelar setiap tahun secara rutin ini melibatkan unsur tripartit dari masing-masing negara yang terdiri dari unsur pemerintah, unsur asosiasi pengusaha dan unsur serikat pekerja/serikat buruh (SP/SB).
“Sidang ILC ini didahului dengan pertemuan masing-masing unsur tripartit kemudian dilanjutkan dengan dialog bersama untuk mencari terobosan solusi dalam menangani berbagai isu dan tantangan ketenagakerjaan yang tengah terjadi,” tukas dia.
Pada Sidang ILC tahun ini, delegasi Indonesia yang dipimpin Menaker M Hanif Dhakiri mengirimkan delegasi untuk hadir dan aktif dalam pembahasan 4 (empat) komite yaitu , Komite Aplikasi Standar (Commite on the Application of Standards) dan Komite Ketenagakerjaan dan Pekerjaan Layak untuk Transisi Perdamaian (Committee on Employment and decent work for the transition to peace).
Adapun dua komite lainnya adalah Komite Komite Pekerjaan yang Layak dalam Rantai Pasokan Global(Committee on Decent work in global supply chains), dan Komite lain akan mengevaluasi Deklerasi ILO tahun 2008 mengenai Keadilan Sosial untuk Kesejahteraan Global(Committee for the Social Justice Declaration).
“Delegasi Indonesia berkomitmen melaksanakan tugas secara optimal dengan mengikuti persidangan secara seksama dan dapat memberikan usulan dan masukan yang konstruktif untuk kepentingan pembangunan ketenagakerjaan di Indonesia khususnya dan internasional pada umumnya," tandasnya.
Tema yang diusung ILC selama 2 pekan dari 30 Mei hingga 10 Juni 2016, yakni Membangun Masa Depan dengan Kerja Layak (Building a Future with Decent Work). Dalam keterangan tertulis yang diterima Sindonews hari ini menyebutkan, masing-masing Negara anggota diwakili oleh delegasi yang terdiri dari delegasi pemerintah, delegasi pengusaha, delegasi pekerja, dan penasihat.
"Setiap delegasi memiliki hak bersuara, hak mengungkapkan pendapat yang sama untuk membahas isu-isu terkini yang dihadapi dunia ketenagakerjaan. Adapun isu utama yang dibahas adalah Pekerja Muda, Manajemen rantai suplai dan pekerjaan yang layak," ujar Hanif dalam keterangan resmi, Kamis (9/6/2016).
"Kita mendukung penyelenggaraan ILC ini sebagai sarana untuk meningkatkan komitmen dan kerjasama bidang ketenagakerjaan diantara sesama negara-negara anggota ILO," paparnya.
Dia menambahkan pertemuan-pertemuan dalam ILC yang digelar setiap tahun secara rutin ini melibatkan unsur tripartit dari masing-masing negara yang terdiri dari unsur pemerintah, unsur asosiasi pengusaha dan unsur serikat pekerja/serikat buruh (SP/SB).
“Sidang ILC ini didahului dengan pertemuan masing-masing unsur tripartit kemudian dilanjutkan dengan dialog bersama untuk mencari terobosan solusi dalam menangani berbagai isu dan tantangan ketenagakerjaan yang tengah terjadi,” tukas dia.
Pada Sidang ILC tahun ini, delegasi Indonesia yang dipimpin Menaker M Hanif Dhakiri mengirimkan delegasi untuk hadir dan aktif dalam pembahasan 4 (empat) komite yaitu , Komite Aplikasi Standar (Commite on the Application of Standards) dan Komite Ketenagakerjaan dan Pekerjaan Layak untuk Transisi Perdamaian (Committee on Employment and decent work for the transition to peace).
Adapun dua komite lainnya adalah Komite Komite Pekerjaan yang Layak dalam Rantai Pasokan Global(Committee on Decent work in global supply chains), dan Komite lain akan mengevaluasi Deklerasi ILO tahun 2008 mengenai Keadilan Sosial untuk Kesejahteraan Global(Committee for the Social Justice Declaration).
“Delegasi Indonesia berkomitmen melaksanakan tugas secara optimal dengan mengikuti persidangan secara seksama dan dapat memberikan usulan dan masukan yang konstruktif untuk kepentingan pembangunan ketenagakerjaan di Indonesia khususnya dan internasional pada umumnya," tandasnya.
(akr)
Lihat Juga :