Semester II/2016, BTN Akan Terbitkan Obligasi Rp4 Triliun
Senin, 13 Juni 2016 - 12:04 WIB
Semester II/2016, BTN Akan Terbitkan Obligasi Rp4 Triliun
A
A
A
JAKARTA - PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) akan menerbitkan obligasi senilai Rp4 triliun pada semester II tahun ini, angka tersebut naik dari rencana sebelumnya Rp3 triliun. Aksi korporasi ini untuk membiayai program sejuta rumah yang digagas Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Direktur Utama BTN Maryono mengatakan, kemungkinan tenornya terdiri dari 10 dan 15 tahun. Kebutuhan pendanaan yang meningkat karena ada beberapa obligasi yang akan jatuh tempo.
"Karena, ada beberapa obligasi yang jatuh tempo bahwa kita membutuhkan dana, kita memang harus cepat," ujarnya di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta (13/6/2016).
Maryono menjelaskan, penerbitan obligasi tahun ini merupakan momentum tepat untuk direalisasikan. Apalagi, kebutuhan pembangunan rumah juga lebih banyak. "Ini momentum bahwa ini adalah program satu juta rumah. Kebutuhan rumah cukup banyak sehingga kita harus cepat penuhi," katanya.
Dia mencontohkan, jika harga rumah subsidi sebesar Rp100 juta dan akan dibangun 1.100 unit maka membutuhkan dana Rp100 triliun. Jumlah yang cukup besar tersebut jadi perhatian perusahaan.
"Dalam hal ini, contohnya kita harga subsidi itu Rp100 juta, kita membangun 1.100 unit itu sudah menjadi Rp100 triliun. Itu yang hrs kita pikirkan," pungkas Maryono.
Direktur Utama BTN Maryono mengatakan, kemungkinan tenornya terdiri dari 10 dan 15 tahun. Kebutuhan pendanaan yang meningkat karena ada beberapa obligasi yang akan jatuh tempo.
"Karena, ada beberapa obligasi yang jatuh tempo bahwa kita membutuhkan dana, kita memang harus cepat," ujarnya di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta (13/6/2016).
Maryono menjelaskan, penerbitan obligasi tahun ini merupakan momentum tepat untuk direalisasikan. Apalagi, kebutuhan pembangunan rumah juga lebih banyak. "Ini momentum bahwa ini adalah program satu juta rumah. Kebutuhan rumah cukup banyak sehingga kita harus cepat penuhi," katanya.
Dia mencontohkan, jika harga rumah subsidi sebesar Rp100 juta dan akan dibangun 1.100 unit maka membutuhkan dana Rp100 triliun. Jumlah yang cukup besar tersebut jadi perhatian perusahaan.
"Dalam hal ini, contohnya kita harga subsidi itu Rp100 juta, kita membangun 1.100 unit itu sudah menjadi Rp100 triliun. Itu yang hrs kita pikirkan," pungkas Maryono.
(izz)
Lihat Juga :