Kadin: Impor Hanya Solusi Sesaat Atasi Gejolak Harga Pangan
Selasa, 14 Juni 2016 - 13:40 WIB
Kadin: Impor Hanya Solusi Sesaat Atasi Gejolak Harga Pangan
A
A
A
JAKARTA - Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) menilai, upaya pemerintah membuka keran importasi secara besar-besaran untuk mengatasi gejolak harga pangan hanya solusi sesaat. Pasalnya, gejolak harga pangan telah menjadi persoalan menahun yang terus terjadi, terutama menjelang Ramadhan dan Lebaran.
Ketua Umum Kadin Rosan Perkasa Roeslani mengatakan, mengatasi gejolak harga pangan dan sembako harus menggunakan rencana matang dan tidak bisa adhoc (sesaat). Pemeritnah harus menyusun rencana jangka pendek, menengah, dan panjang serta sekala prioritas.
"Karena kalau kita lihat ini harga naik turunnya tiap tahun. Masa kejadian ini berulang. Apa kita tidak belajar dari kejadian, kalau jalan terperosok berkali-kali kan agak aneh. Ini kita harus lakukan bersama, kita harus pakai planning yang tidak bisa adhoc atau sesaat," katanya di Thamrin City, Jakarta, Selasa (14/6/2016).
Menurutnya, permasalahan yang terjadi terhadap harga barang kebutuhan pokok adalah pada jalur distribusi dan supply chain. Sehingga, membuka keran importasi tidak bisa menyelesaikan persoalan tersebut.
"Karena tidak hanya jalur impornya saja, tapi distribusi, supply chain, sistem regulasi itu yang harus dilihat menyeluruh," imbuh dia.
Rosan meyakini, jika pemerintah memperbaiki mata rantai distribusi pangan maka keinginan pemerintah untuk menstabilkan harga pangan dapat tercapai. "Kami yakin kita bisa melakukan itu, apalagi dengan kemajuan teknologi. Supply chain akan bisa diperpendek. Barang-barang cukup kok," tegasnya.
Selain itu, Jakarta kerap dijadikan barometer harga pangan. Sehingga, saat harga pangan di Jakarta naik maka harganya di daerah pun turut mengalami lonjakan.
"Kendalanya teman-teman di daerah bilang, begitu harga di Jakarta bergejolak pasti di daerah juga bergejolak. Kita di saat bersamaan, dalam Ramadhan selain kita beribadah, kita juga berusaha sebaik mungkin untuk menjaga itu," pungkas Rosan.
Ketua Umum Kadin Rosan Perkasa Roeslani mengatakan, mengatasi gejolak harga pangan dan sembako harus menggunakan rencana matang dan tidak bisa adhoc (sesaat). Pemeritnah harus menyusun rencana jangka pendek, menengah, dan panjang serta sekala prioritas.
"Karena kalau kita lihat ini harga naik turunnya tiap tahun. Masa kejadian ini berulang. Apa kita tidak belajar dari kejadian, kalau jalan terperosok berkali-kali kan agak aneh. Ini kita harus lakukan bersama, kita harus pakai planning yang tidak bisa adhoc atau sesaat," katanya di Thamrin City, Jakarta, Selasa (14/6/2016).
Menurutnya, permasalahan yang terjadi terhadap harga barang kebutuhan pokok adalah pada jalur distribusi dan supply chain. Sehingga, membuka keran importasi tidak bisa menyelesaikan persoalan tersebut.
"Karena tidak hanya jalur impornya saja, tapi distribusi, supply chain, sistem regulasi itu yang harus dilihat menyeluruh," imbuh dia.
Rosan meyakini, jika pemerintah memperbaiki mata rantai distribusi pangan maka keinginan pemerintah untuk menstabilkan harga pangan dapat tercapai. "Kami yakin kita bisa melakukan itu, apalagi dengan kemajuan teknologi. Supply chain akan bisa diperpendek. Barang-barang cukup kok," tegasnya.
Selain itu, Jakarta kerap dijadikan barometer harga pangan. Sehingga, saat harga pangan di Jakarta naik maka harganya di daerah pun turut mengalami lonjakan.
"Kendalanya teman-teman di daerah bilang, begitu harga di Jakarta bergejolak pasti di daerah juga bergejolak. Kita di saat bersamaan, dalam Ramadhan selain kita beribadah, kita juga berusaha sebaik mungkin untuk menjaga itu," pungkas Rosan.
(izz)
Lihat Juga :