Jokowi Ogah Ikut-ikutan Teken Perjanjian Pengendalian Tembakau

Selasa, 14 Juni 2016 - 14:54 WIB
Jokowi Ogah Ikut-ikutan...
Jokowi Ogah Ikut-ikutan Teken Perjanjian Pengendalian Tembakau
A A A
JAKARTA - Pre‎siden Joko Widodo (Jokowi) mengaku masih mempertimbangkan untung dan rugi jika ikut menandatangani aksesi perjanjian pengendalian tembakau (Framework Convention on Tobacco Control/FCTC). Meskipun, saat ini Indonesia menjadi satu-satunya negara di Asia yang belum teken kerja sama tersebut.

Jokowi menyebutkan, berdasarkan data organisasi kesehatan dunia (World Health Organization/WHO) hingga Juli 2013 sebanyak 180 negara telah meratifikasi dan mengaksesi FCTC. Jumlah tersebut telah mewakili 90% populasi dunia.

(Baca: Pengendalian Produksi Tembakau Dikhawatirkan Picu Kartel)

"‎Saya tidak ingin kita sekadar ikut-ikutan atau mengikuti tren atau banyak negara yang sudah ikut kemudian kita juga lantas ikut," katanya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (14/6/2016).

Menurutnya, Indonesia harus melihat kepentingan nasional negara sebelum memutuskan untuk menandatangani perjanjian tersebut. Terutama berkaitan dengan warga negara Indonesia yang terkena gangguan kesehatan akibat peredaran tembakau.

"Terutama yang berkaitan dengan warga negara kita yang terkena gangguan kesehatan dan kepentingan generasi muda ke depan dari anak-anak kita," imbuhnya.

Selain itu, lanjut mantan orang nomor satu di DKI Jakarta ini, Indonesia juga harus mempertimbangkan kelangsungan hidup petani tembakau serta buruh tembakau yang hidupnya bergantung pada kehadiran industri tembakau. Apalagi, hal tersebut menyangkut banyak orang.

"Solusi yang diambil harus betul-betul komprehensif dan kita lihat dari seluruh aspek. Sehingga, apa yang kita putuskan betul-betul bermanfaat bagi semuanya," tandas dia.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Momentum ketika Jokowi...
Momentum ketika Jokowi Bertemu Joko Widodo
Gunakan Aplikasi Baru...
Gunakan Aplikasi Baru saat Ratas, Jokowi: Sudah Dengar? Tes, Tes, Tes
1 Jam Pertemuan Dubes...
1 Jam Pertemuan Dubes Belanda dengan Jokowi, Ini yang Dibicarakan
Ketika Ketum MUI Panggil...
Ketika Ketum MUI Panggil Jokowi Insinyur Haji Muhammad Joko Widodo
Banjir Ucapan Selamat...
Banjir Ucapan Selamat Ultah, Jokowi: Saya Hanya Bisa Mengucap Syukur
Puluhan Tahun Impor...
Puluhan Tahun Impor Mesin, Jokowi: Jangan Cuma Beli Jadi, Akuisisi Teknologinya!
Berita Terkini
BI Rate Naik Demi Menahan...
BI Rate Naik Demi Menahan Tekanan Rupiah dan Capital Outflow
1 jam yang lalu
Dirut Perkebunan Nusantara...
Dirut Perkebunan Nusantara III Dorong Pemuda Jadi Motor Transformasi Perkebunan
1 jam yang lalu
Ekonom: Kebijakan BI...
Ekonom: Kebijakan BI dan Pemerintah Memperkuat Rupiah Sudah Tepat
3 jam yang lalu
10 Presiden Terkaya...
10 Presiden Terkaya Sepanjang Sejarah AS, Trump Jauh Lebih Unggul dari Pendahulunya
3 jam yang lalu
Chatib Basri Sangkal...
Chatib Basri Sangkal Ditawari Prabowo Posisi Menkeu Gantikan Purbaya
4 jam yang lalu
Akulaku Finance Kantongi...
Akulaku Finance Kantongi Fasilitas Pendanaan Rp500 Miliar dari Danamon
4 jam yang lalu
Infografis
9 Poin Penegasan Rektor...
9 Poin Penegasan Rektor UGM terkait Ijazah Jokowi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved