Jokowi Klaim Sektor Kelautan Mampu Serap 40 Juta Tenaga Kerja
Rabu, 15 Juni 2016 - 15:55 WIB
Jokowi Klaim Sektor Kelautan Mampu Serap 40 Juta Tenaga Kerja
A
A
A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan, pembangunan sektor kelautan di Tanah Air harus lebih jelas dan terarah. Pasalnya, Indonesia memiliki potensi yang sangat besar di bidang kelautan, namun belum tergarap dengan maksimal.
Dia mengatakan, Indonesia bisa menjadi negara yang besar jika mampu menjaga dan memanfaatkan potensi laut dengan benar. Apalagi, 70% wilayah Indonesia adalah lautan yang memiliki kekayaan luar biasa dan mampu menjadi penggerak ekonomi di Tanah Air.
"Kita akan bisa jadi negara besar kalau kita mampu menjaga dan memanfaatkan potensi laut. Sektor kelautan juga menjadi penggerak ekonomi kita," katanya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (15/6/2016).
(Baca Juga: Rizal Ramli: Dulu Negara Tetangga Hidup Hasil Curi Ikan RI)
Selama ini, sumbangsih sektor kelautan di Indonesia hanya 30% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Padahal, negara lain yang sumber daya kelautannya lebih sedikit dari Indonesia mampu menyumbang lebih besar, misalnya Jepang menyumbang 48,5% dari PDB dan Thailand yang mampu menyumbang hingga USD212 miliar.
"Indonesia dengan luas wilayah laut capai 70% tadi kontribusi di bidang kelautan, masih di bawah 30%. Dari informasi yang saya peroleh, potensi ekonomi sektor kelautan di Indonesia USD1,2 triliun per tahun dan diperkirakan mampu menyerap tenaga kerja 40 juta orang," imbuh dia.
Hal tersebut, sambung mantan Gubernur DKI Jakarta ini, masih banyak potensi laut Indonesia yang belum termanfaatkan secara maksimal. Oleh karena itu, program pembangunan sektor kelautan harus dilakukan lebih terarah dan tepat sasaran.
"Saya ingin kebijakan pembangunan kelautan Indonesia harus mampu mengkonsolidasikan seluruh program pembangunan yang ada," tegasnya.
Jokowi menambahkan, program pembangunan kelautan tersebut nantinya harus bisa menjadi acuan dalam pengelolaan potensi kelautan Indonesia. "Saya juga perlu menekankan bahwa kebijakan pembangunan kelautan tidak hanya bagus di atas kertas namun harus betul-betul memberikan dampak positif bagi peningkatan kesejahteraan nelayan, kesejahteraan rakyat kita," pungkas Jokowi.
Dia mengatakan, Indonesia bisa menjadi negara yang besar jika mampu menjaga dan memanfaatkan potensi laut dengan benar. Apalagi, 70% wilayah Indonesia adalah lautan yang memiliki kekayaan luar biasa dan mampu menjadi penggerak ekonomi di Tanah Air.
"Kita akan bisa jadi negara besar kalau kita mampu menjaga dan memanfaatkan potensi laut. Sektor kelautan juga menjadi penggerak ekonomi kita," katanya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (15/6/2016).
(Baca Juga: Rizal Ramli: Dulu Negara Tetangga Hidup Hasil Curi Ikan RI)
Selama ini, sumbangsih sektor kelautan di Indonesia hanya 30% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Padahal, negara lain yang sumber daya kelautannya lebih sedikit dari Indonesia mampu menyumbang lebih besar, misalnya Jepang menyumbang 48,5% dari PDB dan Thailand yang mampu menyumbang hingga USD212 miliar.
"Indonesia dengan luas wilayah laut capai 70% tadi kontribusi di bidang kelautan, masih di bawah 30%. Dari informasi yang saya peroleh, potensi ekonomi sektor kelautan di Indonesia USD1,2 triliun per tahun dan diperkirakan mampu menyerap tenaga kerja 40 juta orang," imbuh dia.
Hal tersebut, sambung mantan Gubernur DKI Jakarta ini, masih banyak potensi laut Indonesia yang belum termanfaatkan secara maksimal. Oleh karena itu, program pembangunan sektor kelautan harus dilakukan lebih terarah dan tepat sasaran.
"Saya ingin kebijakan pembangunan kelautan Indonesia harus mampu mengkonsolidasikan seluruh program pembangunan yang ada," tegasnya.
Jokowi menambahkan, program pembangunan kelautan tersebut nantinya harus bisa menjadi acuan dalam pengelolaan potensi kelautan Indonesia. "Saya juga perlu menekankan bahwa kebijakan pembangunan kelautan tidak hanya bagus di atas kertas namun harus betul-betul memberikan dampak positif bagi peningkatan kesejahteraan nelayan, kesejahteraan rakyat kita," pungkas Jokowi.
(akr)
Lihat Juga :