Dulu Rakyatnya Ngungsi ke RI, Kini Vietnam Naik Kelas Lampaui Indonesia

Minggu, 05 Juli 2026 - 11:32 WIB
loading...
Dulu Rakyatnya Ngungsi...
Saat Indonesia terjebak dalam kecemasan ambruknya sektor industri domestik, Vietnam -negara yang pada tahun 1970-an rakyatnya masih mengungsi ke wilayah Batam- justru naik kelas. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Tamparan keras tengah menghantam perekonomian Indonesia di kawasan Asia Tenggara. Di saat Indonesia terjebak dalam kecemasan ambruknya sektor industri domestik ke level paling kritis, Vietnam -negara yang pada tahun 1970-an rakyatnya masih mengungsi ke wilayah Batam- justru mencetak sejarah dengan resmi naik kelas menjadi negara berpendapatan menengah atas (upper-middle-income country) per Juli 2026 ini.

Kondisi kontras ini dibongkar langsung oleh Ekonom Senior INDEF sekaligus Rektor Universitas Paramadina, Profesor Didik J. Rachbini. Didik memperingatkan bahwa potret buram ekonomi Indonesia saat ini tercermin nyata dari data Purchasing Managers' Index (PMI) Manufaktur yang dirilis oleh S&P Global, di mana PMI Indonesia nyungsep ke angka 46,9 pada Juni 2026.

Industri Sakit Sakit Lama, Masuk Zona Kontraksi Bawah 50%

Angka PMI di bawah ambang batas 50% merupakan indikator absolut bahwa sektor industri sebuah negara sedang mengalami sakit kronis dan berada di zona bahaya kontraksi (zona merah). Meskipun pertumbuhan ekonomi makro Indonesia kuartal lalu tercatat tumbuh moderat di level 5,61%, angka tersebut dinilai semu karena murni didorong oleh belanja sektor negara.

Baca Juga: Bank Dunia Naikkan Status Vietnam dan Filipina Jadi Negara Berpendapatan Menengah Atas, Indonesia Kalah

Sementara mesin utama ekonomi -yakni industri manufaktur- terus mengkerut dari waktu ke waktu. Didik menilai hancurnya industri nasional merupakan buah dari absennya kebijakan strategis dan hilangnya konsistensi pemerintah dalam membangun iklim investasi.

"Sektor Industri Indonesia sudah lama terombang-ambing tidak mempunyai pijakan kebijakan yang jelas. Data PMI manufaktur yang menurun ke zona kontraksi ini memang buah dari kebijakan yang absen terhadap sektor industri dan investasi," ujar Didik J. Rachbini dalam keterangannya, Minggu (5/7/2026).

Selain absennya kebijakan industri, dunia usaha menghadapi tekanan biaya yang karena faktor geopolitik global dan faktor domestik. Didik menekankan, dunia usaha tidak akan berinvestasi selama tidak kebijakan yang jelas, hambatan birokrasi yang ruwet dan insentif yang tidak memadai untuk menjadikan industri tumbuh pesat.

Selain itu sektor riil juga dihantam beban ganda akibat volatilitas geopolitik global (seperti ketegangan energi di Selat Hormuz) serta beban logistik domestik yang mahal. Baca Juga: Vietnam dan Filipina Bersaing Jadi Raja ASEAN, Mengapa Indonesia Tertinggal?
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
93 Proyek Hidrogen Siap...
93 Proyek Hidrogen Siap Dikembangkan di Indonesia, Nilainya Tembus Rp32 Triliun
BI: Penyerapan Tenaga...
BI: Penyerapan Tenaga Kerja RI Melambat di Triwulan II 2026
Ekonom Beberkan Utang...
Ekonom Beberkan Utang Pemerintah Indonesia, Nilainya Tembus Segini
Utang Luar Negeri Indonesia...
Utang Luar Negeri Indonesia Tembus Rp8.000 Triliun, Purbaya: Masih Aman
Utang Luar Negeri Indonesia...
Utang Luar Negeri Indonesia Naik Tembus Rp8.030 Triliun di Akhir Mei 2026
Purbaya Cerita Momen...
Purbaya Cerita Momen Bertemu S&P untuk Pertahankan Peringkat Utang RI
Trump Kenakan Tarif...
Trump Kenakan Tarif Besar-besaran pada Indonesia dan 59 Negara Lainnya, Ini Daftarnya
Daftar Teroris Indonesia...
Daftar Teroris Indonesia yang Pernah Diburu Interpol, Nomor 1 Buron Internasional Bertahun-tahun
Ditangkap Pasukan Indonesia,...
Ditangkap Pasukan Indonesia, Ulama Palestina Sheikh Miqdad Dituduh Rencanakan Pengeboman 7 Negara
Rekomendasi
Dipaksa Akui Israel...
Dipaksa Akui Israel untuk Kesepakatan Nuklir, Akankah Saudi Merapat ke China dan Pakistan?
32 Negara Siap Meriahkan...
32 Negara Siap Meriahkan 8th Asian Taekwondo Indonesia Open Championships 2026
Malam Ini, MNCTV Siap...
Malam Ini, MNCTV Siap Menggoyang Warga Klaten dan Sekitarnya di Road To Kilau Raya
Berita Terkini
BCA Gelar BYC Fest 2026...
BCA Gelar BYC Fest 2026 Dukung Kolaborasi Pengusaha Muda
Sinergi Lintas Sektor...
Sinergi Lintas Sektor Percepat Penurunan Stunting menuju Indonesia Emas 2045
Sepekan ke Depan, Rupiah...
Sepekan ke Depan, Rupiah Masih Akan Dibayangi Tekanan
BRI Life Hadirkan Solusi...
BRI Life Hadirkan Solusi Perlindungan Kesehatan dan Finansial
IHSG Naik 0,34% dalam...
IHSG Naik 0,34% dalam Sepekan, Ini Daftar Saham Cuan dan Rugi Terbesar
Perkuat Ekonomi Daerah,...
Perkuat Ekonomi Daerah, Dana Bagi Hasil Tambang Perlu Dievaluasi
Infografis
Waspada! Ini Gejala...
Waspada! Ini Gejala Super Flu yang Masuk ke Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved