Prediksi Awal BI, Inflasi Juni Sebesar 0,6%
Jum'at, 17 Juni 2016 - 17:36 WIB
Prediksi Awal BI, Inflasi Juni Sebesar 0,6%
A
A
A
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) memperkirakan inflasi pada Juni 2016 bakal diposisi 0,6%. Hal ini lantaran harga mayoritas komoditi pada Juni masih aman dan cenderung terkendali. Kepala Difisi Assesment Inflasi BI Rizki E Wimanda menambahkan, untuk pendorong inflasi Juni utamanya terjadi pada beberapa bahan pangan.
"Juni kemungkinan inflasi 0,6%. Itu dipengaruhi oleh harga daging sapi, ayam, bawang putih dan minyak goreng," kata dia di Gedung Bank Indonesia, Jumat (17/6/2016).
Lanjut dia, BI akan terus melakukan koordinasi dengan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) untuk mengendalikan harga beberapa komoditi tersebut lantaran harganya masih belum stabil. Meski demikian dia mengakui, angka ini jauh lebih rendah jika dibandingkan dengan ramadhan tahun-tahun sebelumnya yang biasanya banyak kenaikan harga komoditas.
"Ini paling rendah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Maka kami optimis untuk sampai akhir tahun akan ada di kisaran 4%" papar dia.
Diprediksi awal inflasi pada bulan Juni, tidak akan menjadi yang tertinggi dalam setahun. Inflasi tertinggi diperkirakannya akan berada di bulan Juli lantaran adanya kenaikan tarif dasar listrik (TDL).
"Juli kalau TDL naik, ya mungkin bisa jadi paling tinggi. Tapi kalau tidak ya pasti lebih rendah, nanti relatif tinggi itu biasanya di akhir-akhir tahun, karena berbarengan masa-masa liburan," tutupnya.
"Juni kemungkinan inflasi 0,6%. Itu dipengaruhi oleh harga daging sapi, ayam, bawang putih dan minyak goreng," kata dia di Gedung Bank Indonesia, Jumat (17/6/2016).
Lanjut dia, BI akan terus melakukan koordinasi dengan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) untuk mengendalikan harga beberapa komoditi tersebut lantaran harganya masih belum stabil. Meski demikian dia mengakui, angka ini jauh lebih rendah jika dibandingkan dengan ramadhan tahun-tahun sebelumnya yang biasanya banyak kenaikan harga komoditas.
"Ini paling rendah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Maka kami optimis untuk sampai akhir tahun akan ada di kisaran 4%" papar dia.
Diprediksi awal inflasi pada bulan Juni, tidak akan menjadi yang tertinggi dalam setahun. Inflasi tertinggi diperkirakannya akan berada di bulan Juli lantaran adanya kenaikan tarif dasar listrik (TDL).
"Juli kalau TDL naik, ya mungkin bisa jadi paling tinggi. Tapi kalau tidak ya pasti lebih rendah, nanti relatif tinggi itu biasanya di akhir-akhir tahun, karena berbarengan masa-masa liburan," tutupnya.
(akr)
Lihat Juga :