Produksi Blok ONWJ Berhasil Lampaui Target

Rabu, 22 Juni 2016 - 13:48 WIB
Produksi Blok ONWJ Berhasil...
Produksi Blok ONWJ Berhasil Lampaui Target
A A A
JAKARTA - Produksi minyak dan gas bumi PT Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ), anak usaha PT Pertamina (Persero) di sektor hulu pada 2015 berhasil melampui target. Produksi minyak yang dibukukan PHE ONWJ tercatat sebesar 40.000 barel per hari (bph).

Sementara, produksi gas mencapai 178 juta kaki kubik per hari (MMSCFD) melampaui target work plan and budget yang ditetapkan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) sebesar 175 MMSCFD.

"Mempertahankan level produksi 40.000 bph bukan perkejaan mudah di tengah kondisi harga minyak dunia rendah. Namun, dengan kompetensi pekerja dan keandalan fasilitas produksi yang kami miliki mampu menjawab tantangan target produksi," ujar General Manajer PHE ONWJ Irwansyah di Jakarta, Rabu (22/6/2016).

Menurutnya, pada 2015 PHE ONWJ berhasil menyelesaikan aktivitas pemboran sumur sebanyak enam sumur dan workover sebanyak 10 sumur dengan menyumbang peningkatan produksi sebesar 2.200 bph dan gas sekitar 3,2 MMSCFD. Selain itu, tambahan produksi gas juga dihasilkan dari lapangan GG menyumbang produksi 20 MMSCFD.

Hingga Mei 2016 PHE ONWJ membukukan catatan produksi minyak sebesar 37.112 bph dan gas 172,5 MMSCFD. Tahun ini SKK Migas menetapkan target produksi PHE ONWJ sebesar 37.300 bph dan gas sebesar 163 MMSCFD.

Sementara, anak usaha Pertamina di sektor hulu lainnya PT Pertamina Hulu Energi West Madura Offshore (PHE WMO) juga telah membukukan produksi migas pada 2015 sebesar 13.453 bph untuk minyak dan gas sebanyak 103,84 MMSCFD. Sedangkan revisi target produksi migas yang ditetap dalam WP&B 2016 sebesar 9.300 bph untuk minyak bumi dan gas bumi sebesar 102,6 MMSCFD.

PHE WMO sampai Mei 2016 berhasil mencatat produksi minyak bumi sebesar 10.411 bph dan gas bumi sebanyak 105,735 MMSCFD atau melebih target pemerintah.

"Di tengah harga minyak dalam tren penurunan, kita tidak sampai nelangsa mencapai produksi. Boleh kita banggakan di posisi sulit pemotongan anggaran sampai 40% produksi PHE WMO mencapai target walaupun kenyamanan kita banyak di potong," kata General Manajer PHE WMO Sri Budiyani.

Dia mengatakan, dengan berbagai upaya kegiatan operasi tahun ini laju penurunan produksi alamiah Blok WMO mencapai 50%. Selanjutnya dengan melakukan kajian teknis operasi dan simulasi sampai semester I/2016 dapat ditekan hanya 10%.

Berbagai kegiatan guna mempertahankan dan meningkatkan laju produksi miyak dan gas bumi tahun ini juga dilakukan diantaranya, melalui pekerjaan wellwork dan opstimasi produksi. "Kegiatan itu berhasil menambah produksi PHE WMO sekitar 1.183 bph dan 18,2 MMSCFD," tutupnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
9 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
10 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
10 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
10 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
11 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
11 jam yang lalu
Infografis
Sejumlah Pabrik di China...
Sejumlah Pabrik di China Mulai Stop Produksi Akibat Tarif AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved