Jokowi Genjot Infrastruktur Listrik di Daerah
Rabu, 22 Juni 2016 - 14:38 WIB
Jokowi Genjot Infrastruktur Listrik di Daerah
A
A
A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan, pembangunan infrastruktur kelistrikan yang dilakukan secara masif di Indonesia harus diprioritaskan di daerah yang pasokan listriknya masih minim. Percepatan tersebut baik dengan menggunakan mobile powerplant ataupun lewat kapal.
Menurutnya, dengan memprioritaskan pembangunan infrastruktur kelistrikan di daerah yang masih minim, maka perlahan keluhan masyarakat terhadap ketersediaan pasokan listrik dapat teratasi.
"Saya sudah melihat kondisi lapangan mengenai infrastruktur kelistrikan kita di beberapa provinsi, baik di Babel, Aceh, Kalbar, Gorontalo, NTB, Bali. Saya ingin sekali menekankan bahwa untuk kelistrikan berikan prioritas pada daerah yang masih kurang pasokannya," katanya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (22/6/2016).
Sementara untuk daerah yang kebutuhan listriknya sudah terpenuhi, diminta untuk dikalkulasikan lagi laju pertumbuhan ekonominya. Hal ini untuk mengantisipasi permintaan baik dari masyarakat ataupun industri.
"Tolong dikalkulasi lagi laju pertumbuhan ekonominya untuk melihat kebutuhan yang ada, dan juga permintaan baik dari masyarakat dan industri yang tentu saja ini perlu diantisipasi ke depan," imbuh dia.
Selain itu, untuk daerah yang pasokan listriknya berlebihan, mantan Gubernur DKI Jakarta ini meminta agar ada upaya untuk mengarah ke pemanfaatan energi baru dan terbarukan. "Untuk daerah yang kemungkinan sudah ada yang berlebih, arahkan kita mulai untuk penggunaan atau konversi ke EBT," tandasnya.
Menurutnya, dengan memprioritaskan pembangunan infrastruktur kelistrikan di daerah yang masih minim, maka perlahan keluhan masyarakat terhadap ketersediaan pasokan listrik dapat teratasi.
"Saya sudah melihat kondisi lapangan mengenai infrastruktur kelistrikan kita di beberapa provinsi, baik di Babel, Aceh, Kalbar, Gorontalo, NTB, Bali. Saya ingin sekali menekankan bahwa untuk kelistrikan berikan prioritas pada daerah yang masih kurang pasokannya," katanya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (22/6/2016).
Sementara untuk daerah yang kebutuhan listriknya sudah terpenuhi, diminta untuk dikalkulasikan lagi laju pertumbuhan ekonominya. Hal ini untuk mengantisipasi permintaan baik dari masyarakat ataupun industri.
"Tolong dikalkulasi lagi laju pertumbuhan ekonominya untuk melihat kebutuhan yang ada, dan juga permintaan baik dari masyarakat dan industri yang tentu saja ini perlu diantisipasi ke depan," imbuh dia.
Selain itu, untuk daerah yang pasokan listriknya berlebihan, mantan Gubernur DKI Jakarta ini meminta agar ada upaya untuk mengarah ke pemanfaatan energi baru dan terbarukan. "Untuk daerah yang kemungkinan sudah ada yang berlebih, arahkan kita mulai untuk penggunaan atau konversi ke EBT," tandasnya.
(izz)
Lihat Juga :