Jokowi Beri Lampu Hijau Pengembangan Energi Nuklir

Kamis, 23 Juni 2016 - 00:46 WIB
Jokowi Beri Lampu Hijau...
Jokowi Beri Lampu Hijau Pengembangan Energi Nuklir
A A A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) ‎nampaknya memberikan lampu hijau untuk pengembangan energi nuklir di Indonesia. Hal ini terlihat dari disepakatinya energi nuklir sebagai salah satu pilihan yang tertuang dalam dokumen Rencana Umum Energi Nasional (RUEN).

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Sudirman Said menuturkan, Jokowi telah menekankan agar opsi energi nuklir dapat diteruskan dan diminta untuk segera membuat peta jalan (roadmap) dan implementasinya.

"‎Presiden menekankan supaya opsi nuklir itu diteruskan dengan menjadikan nuklir sebagai satu pilihan dan segera dibuat roadmap implementasinya," katanya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (22/6/2016).

Sebagai langkah penerapannya, sambung dia, pemerintah akan membangun satu laboratorium penelitian teknologi nuklir tersebut. Selain itu, pemerintah juga akan mendorong kerja sama dengan dunia internasional agar teknologinya tidak ketinggalan.

"Kita punya tempat dimana ahli nuklir kita bisa berekspresi, berkarya, dan tetap diberikan dukungan untuk melakukan riset supaya apa yang kita kuasai tidak hilang‎," imbuh dia.

Selain soal nuklir, sambung mantan Bos Pindad ini, RUEN juga berisi ketentuan untuk tidak menjadikan energi hanya sebagai komoditas semata. Namun, juga sebagai motor penggerak ekonomi yang implikasinya pada insentif fiskal hingga kemampuan industri dalam negeri.

(Baca: Soal RUEN, Jokowi Disodorkan Opsi Mengenai Nuklir)

"Selain itu (RUEN) membangun energi berbasis EBT harus terus diperkuat. Tidak boleh ada retreat dan kata mundur. Target 23% di 2025 harus dicapai, dan semua daya upaya harus diarahkan. Ketiga, bahwa kita ingin terus mendorong pembangunan infrastruktur energi," tuturnya.

Sudirman menambahkan, dokumen RUEN juga akan mendorong konservasi energi yang pada akhirnya meningkatkan penguasaan teknologi di bidang pembangunan energi nasional.

Terkait cadangan penyangga energi, tambah dia, RUEN juga mengamanatkan agar cadangan tersebut tidak hanya ditanggung APBN semata. Melainkan juga diwajibkan kepada badan usaha untuk memupuk cadangan tersebut.

"Sehingga kita bisa berbagi beban, meskipun itu kewajiban. Kita bisa membuat regulasi untuk mewajibkannya‎," tandasnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Momentum ketika Jokowi...
Momentum ketika Jokowi Bertemu Joko Widodo
Gunakan Aplikasi Baru...
Gunakan Aplikasi Baru saat Ratas, Jokowi: Sudah Dengar? Tes, Tes, Tes
Bangun Kemandirian Energi,...
Bangun Kemandirian Energi, Jokowi Geber Hilirisasi
Di Depan para Pemimpin...
Di Depan para Pemimpin Perusahaan China, Jokowi Tegaskan Komitmen Bangun Industri Kimia dan Energi
1 Jam Pertemuan Dubes...
1 Jam Pertemuan Dubes Belanda dengan Jokowi, Ini yang Dibicarakan
Ketika Ketum MUI Panggil...
Ketika Ketum MUI Panggil Jokowi Insinyur Haji Muhammad Joko Widodo
Berita Terkini
Bank Mantap Serahkan...
Bank Mantap Serahkan Santunan kepada Ahli Waris Jenderal Purn Ryamizard Ryacudu
14 menit yang lalu
Heboh Kabar Direksi...
Heboh Kabar Direksi PLN Dirombak, Bos BP BUMN Buka Suara
29 menit yang lalu
BPDP, Ditjenbun dan...
BPDP, Ditjenbun dan AKPY Latih 122 Pekebun Sawit OKI Tingkatkan Kualitas Panen
1 jam yang lalu
24 Negara Pembeli Minyak...
24 Negara Pembeli Minyak Terbesar AS, Cek Posisi Indonesia
1 jam yang lalu
Pegadaian Gelar Literasi...
Pegadaian Gelar Literasi Keuangan dan Investasi Emas di Kemendes PDT
2 jam yang lalu
RupiahCepat dan Bank...
RupiahCepat dan Bank DBS Kolaborasi Perluas Akses Pembiayaan
2 jam yang lalu
Infografis
3 Alasan Greenland Jadi...
3 Alasan Greenland Jadi Kunci AS untuk Perang Nuklir Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved