Gubernur BI Soroti Pelemahan Pounds Imbas Brexit Menang

Jum'at, 24 Juni 2016 - 14:14 WIB
Gubernur BI Soroti Pelemahan...
Gubernur BI Soroti Pelemahan Pounds Imbas Brexit Menang
A A A
JAKARTA - Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus DW Martowardojo menyoroti pelemahan poundsterling imbas dari hasil referendum Brexit yang memutuskan Inggris resmi keluar dari keanggotaan di Uni Eropa (UE). Dia sendiri menyayangkan bahwa Inggris memilih untuk keluar dari UE dibanding bertahan.

Menurutnya pelemahan pounds ini paling rendah selama 30 tahun terakhir atau melemah sebesar 10 sampai 11%. "Kita ikuti bahwa kelihatannya pollingnya betul, realisasinya mungkin terjadi brexit. Kita tadi pagi jam 10 masih melihat 51% dan 48%. Dampak langsung adalah poundstreling anjlok 10-11% dan itu mungkin selama 30 tahun itu yang paling rendah," kata Agus di Bank Indonesia usai sholat Jumat, Jakarta, Jumat (24/6/2016).

(Baca Juga: Inggris Cerai dari Uni Eropa, Pounds Jatuh Terendah sejak 1985)

Sementara untuk euro sendiri kata dia, memang ada sedikit penurunan tapi tidak terlalu signifikan meskipun ada beberapa anggapan bahwa euro juga akan turut anjlok dengan pemenangan brexit. "Dia (euro) enggak turun banyak, sekitar 1-2% saja," menurutnya.

Namun demikian, dia melihat ini akan berdampak besar kepada ekonomi dimana periode ini disebut juga dengan periode risk off. Semua itu flight to quality. Jadi dana-dana yang ada di dunia bergerak menuju negara yang dinilai aman. Dan yang dijadikan sasaran adalah lebih ke Amerika Serikat dan Jepang. Di negara lain juga terjadi pelemahan," pungkasnya.

Dalam jejak pendapat brexit yang baru saja diumumkan sebesar 51,9% suara mendukung Inggris keluar dari UE, sementara 48,1% lainnya ingin tetap bertahan. Selain pelemahan pounds, rupiah juga terkena efek dengan anjlok ke kisaran level Rp13.400/USD pada sesi siang tadi.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Menanti Gebrakan Ekonomi...
Menanti Gebrakan Ekonomi PM Inggris Rishi Sunak
Keuangan Inggris Terburuk...
Keuangan Inggris Terburuk Sejak 1945, Menkeu Baru Rachel Reeves Salahkan Pendahulunya
Ekonomi Inggris di Ambang...
Ekonomi Inggris di Ambang Kolaps, Krisis 1976 Bakal Terulang?
Inggris Masih Resesi,...
Inggris Masih Resesi, Ekonominya Minus 9,6 Persen pada Kuartal III
5 Fakta Resesi Ekonomi...
5 Fakta Resesi Ekonomi Inggris dan Apa Saja Dampaknya
Ekonomi Inggris Jatuh...
Ekonomi Inggris Jatuh ke Dalam Resesi pada Akhir 2023
Berita Terkini
Jetex dan Republik Manor...
Jetex dan Republik Manor Sinergi Kembangkan Layanan Aviasi Privat di Indonesia
8 jam yang lalu
Dampingi Presiden Resmikan...
Dampingi Presiden Resmikan Lima Bendungan, AHY: Perkuat Swasembada Pangan, Air dan Energi
8 jam yang lalu
Airlangga Sebut B50...
Airlangga Sebut B50 Bakal Hemat Devisa hingga Rp177 Triliun
8 jam yang lalu
YBM PLN EPI Dorong Pendidikan...
YBM PLN EPI Dorong Pendidikan Lingkungan melalui Wisata Edukasi
9 jam yang lalu
MNC Insurance Sabet...
MNC Insurance Sabet Penghargaan Anugerah Asuransi Indonesia 2026
9 jam yang lalu
Dukung Ketahanan Air...
Dukung Ketahanan Air dan Pangan, Dua Bendungan Garapan Nindya Karya Diresmikan Presiden
9 jam yang lalu
Infografis
11 Bandara Papua Ditutup...
11 Bandara Papua Ditutup Sementara Imbas Penembakan Pesawat Smart Air
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved