Harga Minyak Dunia di Awal Pekan Merosot Tajam
Senin, 27 Juni 2016 - 07:22 WIB
Harga Minyak Dunia di Awal Pekan Merosot Tajam
A
A
A
NEW YORK - Harga minyak mentah dunia meneruskan tren negatif pada awal pekan ini sekitar setengah persen, usai Inggris memilih keluar dari keanggotaan Uni Eropa (UE), Kamis lalu. Kepergian Inggris dari UED memicu penurunan tajam pasar saham global pada akhir pekan kemarin di tengah kekhawatiran atas penghindaran risiko.
Dilansir Reuters, Senin (27/6/2016) kejatuhan pasar saham global sebagai imbas hasil referendum Brexit yang berakhir dengan 52% mendukung kemenangan untuk Negeri Ratu Elizabeth -julukan Inggris- pergi dari UE, sementara 48% lainnya menginginkan bertahan.
Tercatat pada hari ini harga minyak Brent untuk pengiriman Agustus LCOc1 menyusut sebesar 24 sen menjadi USD48,17 per barel pada pukul 22.50 GMT, setelah akhir pekan sebelumnya bertahan USD2,50 atau 4,9% di level USD48.41 per barel. Sedangkan NYMEX untuk pengiriman Agustus CLc1 turun 26 sen pada level USD47,38 per barel, usi terakhir ditutup turun USD2,47 atau 4,9%.
Harga minyak dunia masih berada di bawah tekanan seperti halnya poundsterling di awal perdagangan Asia hari ini. Investor masih mentaksir kerugian tentang kemungkinan apa yang terjadi selanjutnya, imbas keputusan Inggris cerai dari UE.
Sementara itu permintaan bensin diprediksi akan kembali naik pada musim panas, sebelum Inggris mengejutkan pasar dengan keputusan meninggalkan Uni Eropa. Di sisi lain Rusia dan China menyegel transaksi energi saat Presiden Vladimir Putin mengunjungi Beijing pada Sabtu, kemarin sebagai penguatan hubungan ekonomi sambil berjanji untuk menjaga keseimbangan kekuasaan strategis antar bangsa.
Pasokan berlebih masih membayangi perdagangan minyak dunia saat produksi minyak Aljazair akan mencapai 69 juta ton minyak pada 2016, melebihi tahun lalu sebesar 67 juta ton. Peningkatan produksi ini ditopang kinerja perusahaan energi negara yakni Sonatrach.
Dilansir Reuters, Senin (27/6/2016) kejatuhan pasar saham global sebagai imbas hasil referendum Brexit yang berakhir dengan 52% mendukung kemenangan untuk Negeri Ratu Elizabeth -julukan Inggris- pergi dari UE, sementara 48% lainnya menginginkan bertahan.
Tercatat pada hari ini harga minyak Brent untuk pengiriman Agustus LCOc1 menyusut sebesar 24 sen menjadi USD48,17 per barel pada pukul 22.50 GMT, setelah akhir pekan sebelumnya bertahan USD2,50 atau 4,9% di level USD48.41 per barel. Sedangkan NYMEX untuk pengiriman Agustus CLc1 turun 26 sen pada level USD47,38 per barel, usi terakhir ditutup turun USD2,47 atau 4,9%.
Harga minyak dunia masih berada di bawah tekanan seperti halnya poundsterling di awal perdagangan Asia hari ini. Investor masih mentaksir kerugian tentang kemungkinan apa yang terjadi selanjutnya, imbas keputusan Inggris cerai dari UE.
Sementara itu permintaan bensin diprediksi akan kembali naik pada musim panas, sebelum Inggris mengejutkan pasar dengan keputusan meninggalkan Uni Eropa. Di sisi lain Rusia dan China menyegel transaksi energi saat Presiden Vladimir Putin mengunjungi Beijing pada Sabtu, kemarin sebagai penguatan hubungan ekonomi sambil berjanji untuk menjaga keseimbangan kekuasaan strategis antar bangsa.
Pasokan berlebih masih membayangi perdagangan minyak dunia saat produksi minyak Aljazair akan mencapai 69 juta ton minyak pada 2016, melebihi tahun lalu sebesar 67 juta ton. Peningkatan produksi ini ditopang kinerja perusahaan energi negara yakni Sonatrach.
(akr)
Lihat Juga :